Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
16


__ADS_3

Cika mengendarai mobilnya, dia ingin mengantar Dhea pulang.


Tetapi dia tidak tau di mana tempat tinggal Dhea.


Di dalam mobil, Cika terus bertanya arah jalan munuju tempat Dhea tinggal, tetapi Dhea tidak menjawabnya sama sekali.


"Kenapa dari tadi aku tanya dia nggak jawab sih?" batin Cika.


"Dhea, jawab dong. kenapa kamu diem aja?" ucap Cika.


"Nanti di jalan depan berhenti" ucap Dhea.


Sikap Dhea kembali dingin.


"Berubah lagi" batin Cika.


"Kenapa berhenti? aku anterin sampai tempat tinggal kamu ajah" ucap Cika.


"Aku mau mampir sebentar" ucap Dhea.


"Hmm.. oke deh" jawab Cika.


Cika menghentikan mobilnya di jalan yang tadi di katakan oleh Dhea.


Dhea keluar dari mobil Cika.


"Makasih kak" ucap Dhea.


"Iya Dhea, aku pulang dulu ya. Assalamu'alaikum" ucap Cika.


"Wa'alaikum salam" jawab Dhea.


Cika meninggalkan Dhea sendirian di jalan tersebut.


Dhea berjalan kaki pulang menuju kos an nya.


Sebenarnya dia berbohong mengenai yang dia katakan.


Dia mengatakan akan mampir ke suatu tempat, tetapi kenyata'an nya Dhea hanya tidak ingin kalau Cika mengetahui alamat tempat tinggal nya.


.


Di kamar kos an Dhea.

__ADS_1


Fhea baru saja menyelesaikan tugas sekolah nya.


Dia sedang berbaring di atas kasur mengingat semua yang sudah terjadi di dalam hidupnya.


Flash back.


Lima tahun yang lalu, Dhea masih bersekolah kelas satu sekolah menengah pertama.


Dia baru berumur dua belas tahun.


Dhea juga masih tinggal di panti asuhan bersama dengan bu Rani dan juga semua anak-anak panti.


Sa'at pagi hari di panti asuhan.


terlihat ada seorang anak yang sedang pamit kepada ibunya karena akan berangkat ke sekolah.


"Bu, Dhea pamit mau berangkat ke sekolah" ucap Dhea, di sertai senyuman yang sangat cerah di wajah nya.


Dhea mencium punggung tangan bu Rani.


"Iya nak, kamu hati-hati di jalan" ucap bu Rani.


Dhea berangkat ke sekolahnya tanpa menaiki kendara'an apapun, dia berjalan kaki.


Di perjalanan menuju ke sekolah, tiba-tiba ada yang membekap mulut Dhea dari belakang menggunakan sebuah kain.


Dhea di bawa ke dalam mobil sang penculik.


Penculik tersebut berjumlah dua orang laki-laki yang bertubuh besar.


Mereka berdua mengenakan masker ski untuk menutupi wajah.


"Lepaskan aku" ucap Dhea berteriak dan menangis ketakutan.


"DIAM" bentak sang penculik.


Tetapi Dhea tidak menghentikan teriakannya.


"HEYY.. jika kau tidak ingin aku membunuh ibu dan keluarga mu yang berada di panti asuhan, maka diam dan ikutlah dengan ku" ucap sang penculik membentak Dhea.


Dhea yang awalnya berteriak langsung terdiam dan menghentikan tangisan nya.


Dhea tidak bisa berfikir apapun, dia hanya memikirkan ucapan sang penculik.

__ADS_1


"Aku harus diam, aku harus diam" batin Dhea.


"Kau pulang, ambil semua pakaian mu dan langsung kembali ke sini.


Jangan pernah berfikir untuk melarikan diri, karena akan selalu ada orang yang mengawasi mu" ucap sang penculik.


Dhea hanya menurut.


dia pulang ke panti asuhan.


Dhea mengambil semua pakaian dan buku-buku pelajaran nya.


Dhea memasukkan buku dan pakaian miliknya ke dalam tas sekolah nya.


Sebelum pergi, Dhea menuliskan sebuah surat untuk bu Rani.


'Assalamu'alaikum..


bu, Dhea pamit pergi.


ibu nggak usah nyari'in Dhea,


Dhea pasti baik-baik aja'


tulisnya di surat tersebut.


Dhea menulis suratnya dengan di sertai tangisan.


beberapa air matanya juga menetes di atas kertas yang sedang ia tulis.


Dia menaruh surat yang sudah selesai ia tulis di bawah bantal tempat tidur nya.


Dhea keluar dari panti asuhan dengan mengendap-endap dan kembali ke dalam mobil sang penculik.


Setelah Dhea kembali ke dalam mobil sang penculik.


penculik yang berada di kursi kemudi, langsung mengemudikan mobilnya dengan arah yang tidak di ketahui oleh Dhea.


"Selamat tinggal bu" batin Dhea.


Sepanjang perjalanan, Dhea hanya diam menyandarkan kepalanya di jendela mobil.


Dhea menangis terisak-isak tetapi dia menahan suara nya agar tidak terdengar oleh penculik yang berada di samping nya.

__ADS_1


Sementara kedua penculik tersebut terdengar mengobrol dan tertawa dengan suara yang sangat keras.


__ADS_2