
"biaya sepeda yang itu sudah di bayar mbak, hanya tinggal mengambilnya".
"apakah kakak nya reva yang membayarnya?" batin dhea.
"baiklah pak, saya akan mengambil sepedanya. terima kasih"
"silahkan mbak, sama-sama" ucap orang tersebut tersenyum.
dhea mengambil sepedanya.
dia langsung mengayuh sepedanya ke arah cafe tempat kerjanya.
(setelah eder mengantarkan sepeda, dia membayar pemilik bengkel tersebut.
awalnya pemilik bengkel tidak menerimanya tetapi eder juga terus membujuk agar dia menerima uang yang di berikan olehnya.
akhirnya pemilik bengkel menerima uangnya dan berterima kasih.
sebelum pergi, eder menyerahkan nomor telepon milik aksa dan mengatakan untuk menghubungi nomor ini jika sepeda tersebut sudah di ambil ).
sekarang pemilik bengkel terlihat sedang mengirimkan chat kepada aksa.
'mas, sepedanya udah di ambil sama mbaknya'
'iya pak, terima kasih'
.
di kamar aksa.
aksa menaruh handphone nya dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
setelah keluar dari kamar mandi, dia langsung melihat balasan chat yang di kirimkan oleh pemilik bengkel.
'sama-sama mas.
tapi lain kali kalau lagi berantem sama pacar langsung serahin barang yang mau mas kasih sama mbak nya, jangan pake cara kayak gini mas.
saya nya yang nggak enak karena sudah menerima uang dari mas, padahal saya tidak bekerja apapun'
aksa membacanya.
"berantem?, sama pacar?" batin aksa.
aksa merasa jantungnya berdetak lebih cepat, entah mengapa aksa merasa bahagia.
aksa membalas chat dari pemilik bengkel.
'bapak tidak usah merasa tidak enak seperti itu pak. dan ya, saya tidak berpacaran dengan dia'
__ADS_1
'oh, maaf ya mas. dan sekali lagi terima kasih'
'iya pak'
chat pun berhenti.
"kenapa bapak itu mengira aku berpacaran dengan dhea?" batin aksa.
tanpa aksa sadari, bibirnya terus menyunggingkan senyuman.
beberapa menit kemudian, senyuman aksa menghilang ketika menyadari akan sesuatu.
"tunggu, yang mengantarkan sepeda dhea ke bengkel adalah eder.
berarti bapak itu mengira eder yang berpacaran dengan dhea" batin aksa.
"ha ha ha, mungkin karena sifat kalian yang hampir sama jadi bapak pemilik bengkel tersebut mengira kalian berpacaran" gumam aksa.
dia tertawa dengan sangat kikuk.
"kenapa aku tadi sempat berfikir kalau bapak itu mengatakan kalau aku dan dhea yang berpacaran.
ya Allah aksaaa, kau itu kenapa?" batin aksa.
dia mengacak rambutnya dengan kasar.
"aksa, kau tidak perlu memikirkannya" ucapnya kepada diri sendiri.
setelahnya, aksa keluar dari kamar nya dan menuju ke arah ruang makan.
semua keluarga nya juga sudah menunggunya di meja makan.
.
di cafe.
dhea sedang mengantarkan pesanan kepada dua orang gadis yang sedang duduk di salah satu kursi cafe.
"ini pesanan nya" ucap dhea.
mendengar suara dhea, kedua gadis tersebut langsung menatap ke sumber suara.
salah satu dari mereka langsung menertawakan dhea, sementara yang satunya hanya diam dan terlihat sedikit ketakutan.
"hahahahaha lo kerja jadi pelayan?" ucap gadis tersebut yang ternyata adalah siska.
dan gadis yang diam ketakutan adalah lina.
lina menuruti setiap perintah siska karena keluarganya yang kurang berkecukupan.
__ADS_1
dia selalu mengikuti siska untuk membully siapa pun, karena dia merasa siska bisa melindunginya selama bersekolah di tempat itu.
tetapi setelah mengerjai dhea, dia di beri hukuman skors.
walaupun hukumannya tidak lebih lama dari siska, dia merasa takut jika harus di hukum lagi.
keluarganya juga sangat marah kepadanya kerena hal itu.
mendengar ucapan siska, semua penghuni cafe menatap ke arah mereka.
setelah menaruh pesanan, dhea membalikkan badannya pergi dari tempat siska dan lina.
siska mengambil minuman dingin yang baru saja dhea antarkan dan menumpahkan nya ke arah dhea.
minuman tersebut mengenai punggung dhea, punggung nya terlihat sangat basah.
dhea menghentikan langkah nya dan membalikkan badannya menatap ke arah siska.
"apa? lo mau marah?" ucap siska.
dhea mengepalkan tangannya menahan emosi.
"asal kalian tau, dia itu orang yang paling tidak tahu malu.
jaga pasangan kalian agar tidak di rebut olehnya" ucap siska dengan suara keras.
tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri mereka dan bertanya.
"ada apa ini?"
siska mengamati orang tersebut dari kepala sampai kaki.
"ganteng juga nih cowok" batin siska.
"ini korban lo lagi?.
hahaha sebenernya gw pengin tau gimana caranya lo dapet cowok yang mau di bodohin sama lo" tanya siska kepada dhea.
"apa maksud kamu?" tanya orang tersebut yang ternyata adalah ghibran.
ghibran mendatangi mereka karena mendengar ada keributan.
"lo jangan percaya sama dia, dia itu cuman mau uang lo doang" ucap siska menunjuk wajah dhea dengan jari telunjuknya.
"jika kamu ingin membuat keributan di sini, lebih baik kamu pergi.
mau pergi sendiri, atau ku panggilkan keamanan?" ucap ghibran.
"huh, cabut yuk. males gw ngadepin orang kayak mereka" ucap siska kepada lina.
__ADS_1