Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
06


__ADS_3

Dhea mengayuh sepedanya sampai ke kos an tempat tinggalnya dan Reva mengikuti Dhea dengan menggunakan motornya.


Mereka berdua turun dari kendara'an masing-masing.


Dhea membuka pintu kos an yang di kunci olehnya tadi pagi sebelum berangkat ke sekolah.


"Kak Dhea nge kos?" Tanya Reva.


"Ya" jawab Dhea.


Dhea memasuki kos an dan Reva mengikutinya.


Sa'at sudah di dalam, Dhea langsung berjalan menuju ke dapur. dia mengambilkan air untuk Reva.


Sedangkan Reva sedang melihat-lihat kos an Dhea.


"Kenapa tidak ada foto keluarga kak Dhea?" gumam Reva.


Setelah Reva melihat-lihat dia duduk kembali.


Dhea keluar dari dapur dengan tangan membawa nampan berisi dua gelas minuman dan satu piring biscuit.


Dhea meletakkan nampan yang dia bawa di depan Reva.


"Di minum" ucap Dhea dengan nada sedikit hangat.


"Iya kak" jaeab Reva.


Reva mengambil salah satu gelas minuman dan meminumnya.


"Kak dhea tinggal sendirian?" tanya Reva.


"Iya" jawab Dhea.


"Orang tua kak Dhea di mana?" tanya Reva.


Dhea hanya diam tidak menjawab.


"Eumm kalo keluarga kak Dhea?" tanya Reva mengganti pertanya'an nya.


Dhea berdiri dan mengambil sebuah foto yang berada di kamar nya, kemudian Dhea menunjukan foto tersebut kepada Reva.


Reva melihat dan mengamati foto yang di tunjukkan oleh Dhea.


"Kak Dhea ternyata tinggal di panti asuhan" ucap Reva dalam hati.


"Kak Dhea yang mana?" Tanya Reva pada Dhea, Reva menanyakan dimana letak Dhea di dalam foto tersebut.


Jari telunjuk Dhea menunjuk seorang anak perempuan yang kira-kira berumur 7 tahun yang berada tepat di samping ibu panti.


Reva mengamati foto anak yang di tunjuk oleh Dhea.

__ADS_1


Anak itu terlihat sangat bahagia, dia tersenyum sangat cerah bagaikan mentari.


Tetapi sa'at Reva melihat ekspresi wajah Dhea yang ada di depan nya, Reva hanya melihat Es.


Jika orang lain yang memberitahunya bahwa anak di dalam foto adalah Dhea mungkin dia tidak akan mempercayainya dan menganggapnya pembohong.


"Ini kak Dhea?" Tanya Reva ikut menunjuk foto yang di tunjuk oleh Dhea.


"Iya" jawab Dhea.


"Kak Dhea terlihat sangat menggemaskann" ucap Reva dengan ekspresi lucu.


Dhea yang melihat tingkah Reva tanpa sadar tersenyum tipis, Reva yang melihatnya sedikit terkejut dan berkata.


"Hahh.. kak Dhea senyum?" tanya Reva.


Dhea yang menyadarinya langsung mengubah ekspresi wajahnya seperti semula.


"Kak, senyum lagi.


kak Dhea cantik bangett" ucap Reva dengan suara sedikit keras.


"Sekarang udah sore, kamu pulang.


aku mau kerja" ucap Dhea.


Dhea memang meminta izin kepada Cika jika hari ini akan berangkat pada sore hari.


"Hmm" jawab Dhea.


"Yaudah aku pulang, lain kali aku main ke sini lagi ya kak" ucap Reva.


Dhea tidak menjawab.


Reva kemudian keluar dari kos an Dhea dan menaiki motornya.


"Reva pulang ya kak, Assalamu'alaikum" ucap Reva.


"Wa'alaikum salam" jawab Dhea.


Reva kemudian menjalankan motor miliknya untuk pulang ke rumahnya.


Tetapi di perjalanan pulang, ada sebuah mobil yang menabrak motor Reva dari belakang.


Reva yang terkejut dan tidak bisa menyeimbangkan dirinya pun terjatuh.


Sa'at Reva sedang memegang tangan dan kaki nya yang terluka, keluarlah seorang laki-laki berbadan besar dari dalam mobil.


Dia mengenakan penutup wajah.


Orang tersebut berjalan menghampiri Reva dan melemparkan sebuah kertas.

__ADS_1


Setelah melemparkan sebuah kertas, orang tersebut memasuki mobil dan melajukan mobilnya pergi dari hadapan Reva.


Reva membuka tulisan di kertas dan sangat terkejut, dia menangis.


Reva mengambil handphone di saku seragam sekolahnya dan menelepon Aksa.


'Assalamu'alaikum Kak' Reva.


'Wa'alaikum salam. Kenapa dek? Kamu kenapa nangis?' Aksa.


'Jemput Reva dijalan xx' Reva.


'Tunggu kakak sebentar' Aksa.


Aksa mematikan telepon nya dan langsung bergegas menuruni anak tangga.


Di lantai bawah dia di tanya oleh mamah Anggita.


"Kok buru-buru kak?" Tanya mamah Anggita.


"Aksa pamit ya mah, nanti Aksa jelasin. Assalamu'alaikum" ucap Aksa.


"Wa'alaikum salam, hati-hati kak" jawab mamah Anggita.


Aksa menyalimi tangan mamah Anggita dan berlari menuju mobilnya.


"Ada apa sih, kok aksa buru-buru? Reva juga belum pulang" batin mamah Anggita.


.


Aksa sudah menjemput adiknya dan membawa Reva pulang dengan aman.


Dia menelepon seseorang untuk mengambil motor milik Reva.


Setelah mamah Anggita mengobati luka Reva, Sekarang Reva sedang di beri banyak pertanyaan oleh keluarga nya di ruang keluarga.


"Siapa yang ngelakuin ini?" Tanya papah Hermawan.


Reva tidak menjawab, dia hanya menyerahkan sebuah kertas kepada Aksa yang duduk di samping nya.


Aksa membaca tulisan di kertas itu dan berkata.


"Aku akan menjemputnya datang ke sini, di mana rumahnya?" tanya Aksa.


"Kak jangan gegabah, sekarang duduk dulu" ucap mamah Anggita.


Aksa menyerahkan kertas yang dia pegang kepada papah hermawan.


Papah hermawan membacanya dan berkata.


"Jemput dia besok pagi" ucap papah Hermawan.

__ADS_1


"Baiklah pah" jawab Aksa.


__ADS_2