Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
07


__ADS_3

Hari ini adalah akhir pekan.


jadi semua murid tidak ada yang bersekolah, termasuk juga Dhea.


Setiap akhir pekan, Dhea hanya berada di kos an. Melakukan apapun yang bisa dia lakukan.


Ketika Dhea baru selesai berpakaian, setelah mandi dan bersih-bersih kos an.


Ada seseorang yang mengetuk pintu kos an nya.


Sa'at Dhea membuka pintu nya terlihat seorang laki-laki tampan yang lebih tinggi darinya.


dia adalah Aksa.


Dhea membuka mulut nya berniat bertanya.


"A.." ucapan Dhea terpotong.


"Ikut dengan ku" ucap Aksa.


Aksa menarik tangan Dhea memasuki mobil miliknya.


Kemudian Aksa langsung menjalankan mobil nya entah kemana.


"Mau apa sih ni murid baru? terus gw mau di bawa kemana? dahlah ntar juga gw tau" ucap dhea dalam hati.


"Kok dia gak tanya apa-apa?" batin Aksa bertanya-tanya.


Suasana di dalam mobil sangatlah sunyi, hanya ada keheningan.


#


20 menit kemudian Aksa memelankan mobil nya di depan gerbang yang tinggi,


ada seseorang yang berpakaian satpam membukakan gerbang dan berkata.


"Silahkan den" ucap pak satpam.


Aksa hanya mengangguk dan kembali menjalankan mobilnya.


Dia menghentikan mobil nya di halaman rumah yang besar.


"Keluar" ucap Aksa.


Aksa dan Dhea keluar dari mobil secara bersama'an dari pintu yang berbeda.

__ADS_1


"Ikuti aku" ucap Aksa.


Dhea hanya diam dan mengikuti apa yang aksa katakan.


Aksa berjalan memasuki rumah besar, di dalam dia di sambut oleh bi Sri.


"Den Aksa.


tuan, nyonya dan non Reva sudah menunggu di ruang keluarga" ucap bi Sri.


"iya bi, Terima kasih" jawab Aksa.


"Reva..? masalah ini pasti berhubungan dengan reva" batin Dhea.


Aksa langsung berjalan menuju ruang keluarga dan Dhea terus mengikuti langkahnya dari belakang.


Sesampai nya di sana. Dhea melihat ada laki-laki paruh baya, perempuan paruh baya dan juga Reva.


"Mungkin mereka orang tua Reva.


tetapi jika kemarin orang tua Reva pergi, masih ada anak baru dan beberapa asisten rumah tangga. Kenapa dia bilang sendirian?" Batin Dhea bertanya-tanya.


Aksa duduk di samping Reva dan berkata.


"Duduk" ucap Aksa.


Setelah dhea duduk, papah Hermawan memulai pembicara'an dengan bertanya.


"Apa kau yang bernama Dhea?" Tanya papah Hermawan.


"Ya" jawab Dhea.


"Apa kau yang melakukan ini?" Tanya papah Hermawan dengan menaruh sebuah kertas di meja yang ada di depan Dhea.


Dhea mengambil kertas tersebut dan membaca tulisan yang ada di kertas.


Kertas nya bertuliskan..


'Jangan pernah ganggu gw lagi.


Lo tau gak, orang tua gw ninggalin gw karna mereka nganggep gw nyusahin, gak berguna.


Lo gak usah deketin gw lagi. Gak usah pura-pura baik.


Dhea'

__ADS_1


Dhea menatap tulisan itu dengan wajah sendu, dia meremas kertas yang dia pegang.


"Peneror itu yang pasti udah fitnah gw. tapi dengan gw ngaku pasti keluarga Reva gak bakal ngebiarin Reva deketin gw lagi, sekarang yang terpenting keselamatan Reva aman" ucap Dhea dalam hati.


Ketika Dhea mengangkat kepala nya, dia merubah ekspresi wajah nya.


"Ya" ucap Dhea.


Sontak jawaban Dhea membuat seisi ruangan terkejut, dan Reva lah yang paling terkejut.


"Nggak mungkin, yang ngancem aku itu laki-laki" ucap Reva.


"Apakah anda tidak berfikir, bahwa saya dapat membayar seseorang untuk melakukan nya" ucap Dhea.


"Ma'af Rev, aku berbohong" batin Dhea.


"Nggak mungkin kak Dhea tega" batin Reva.


"Baiklah, selagi putri kalian tidak mengganggu saya. Maka dia aman" ucap Dhea.


"Saya permisi" Dhea berdiri dan langsung keluar dari rumah keluarga Aksa.


Setelah melewati gerbang rumah keluarga Aksa, Dhea tidak dapat membendung air matanya.


dia meneteskan air mata.


"Kenapa sejak aku kelas Tiga SMP, banyak sekali masalah yang peneror itu berikan kepada ku.


Apa kesalahan ku?" Ucap Dhea dalam hati.


Kemudian Dhea berjalan dengan tujuan yang tidak pasti, entah kemana dia akan pergi.


Sementara di dalam rumah, Reva sedang di tenangkan oleh mamah Anggita.


"Nggak mah, Reva yakin kak Dhea bohong. Kak Dhea orang baik mah" ucap Reva memeluk mamah Anggita dengan tangisan.


"Ketika mamah melihat manik mata Dhea, seperti nya tadi dia berbohong. Seperti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh nya" ucap mamah Anggita.


"Kak Dhea memang tadi berbohong mah, gak mungkin kak Dhea nyuruh orang buat ngancem aku. Dia kan bisa ngomong langsung" ucap Reva.


"Aku yang baru dua kali melihat nya juga merasa dia orang baik" batin Aksa.


"Jangan terlalu mempercayai seseorang. Mulai sekarang kamu berangkat sekolah sama kakak kamu, dan untuk berjaga-jaga usahakan jangan mendekati Dhea. Apa kau mengerti Reva?" ucap papah Hermawan.


"Tapi pah.." ucapan Reva terpotong oleh Aksa.

__ADS_1


"Lakukan saja terlebih dahulu ucapan papah, kakak yang akan menyelidiki masalah ini dan juga mengawasi dia" ucap Aksa.


"Baiklah" jawab Reva pasrah.


__ADS_2