Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
41


__ADS_3

gadis tersebut tertawa kecil.


"lagi pula sepertinya motor milik ku ada beberapa kerusakan, kemungkinan tidak bisa di kendarai"


Dhea tidak berucap apapun, dia sedang berfikir bagaimana cara membawa gadis yang berada di depannya ke rumah sakit.


sementara di tempat itu tidak ada kendara'an umum yang melintas.


Dhea melirik ke arah sepedanya.


"di sini hanya ada sepeda ku yang bisa di gunakan" batin Dhea.


dia bertanya dengan ragu kepada gadis tersebut.


"apa kau bisa membonceng sepeda?" tanya Dhea.


"mungkin aku bisa, asalkan jangan terlalu cepat karena kaki ku akan terasa sakit" jawab sang gadis.


"motor mu?" tanya Dhea.


"biarkan saja, di sini sangat sepi.


tidak akan ada yang mengambilnya".


Dhea menaiki sepeda dan gadis tersebut juga membonceng dhea dengan posisi miring, menghadap ke arah kiri.


sesampainya di rumah sakit terdekat, gadis tersebut turun dari sepeda Dhea.


Dhea juga memarkirkan sepedanya di tempat parkir rumah sakit.


Dhea dan sang gadis memasuki rumah sakit.


.


setelah di periksa oleh dokter, kaki gadis tersebut di perban.


Dhea dan sang gadis keluar dari ruangan dokter, mereka berdua duduk di kursi koridor rumah sakit.


"kamu kenapa bisa jatuh dari motor?" tanya Dhea.


"sebenarnya aku lagi belajar mengendarai motor kak, aku ingin seperti teman-teman ku.


teman-teman ku kadang menyebut ku anak manja karena setiap hari di antar oleh supir.


papah ku juga tidak mengizinkan aku belajar motor, jadi aku nekat belajar sendiri.


tapi malah kayak gini kejadian nya" jawab sang gadis terlihat menyesal.


"tidak usah dengarkan ucapan teman-teman mu, dan juga orang tua pasti akan memberikan yang terbaik untuk anak nya" ucap Dhea.


"kecuali orang tua kandung ku" batin Dhea.


"iya kak"


hening beberapa sa'at.


"kak, boleh aku pinjam handphone kakak?".

__ADS_1


Dhea mengambil handphone di saku celana nya dan memberikannya kepada gadis tersebut.


sang gadis terlihat menelepon seseorang menggunakan handphone Dhea.


selesai menelepon, gadis tersebut mengembalikan handphone milik Dhea dan berkata.


"papah aku sebentar lagi dateng kak.


oh iya, nama kakak siapa?


nama aku Nira"


Dhea tidak menjawab, dia bangun dari duduknya dan berjalan meninggalkan gadis tersebut sendirian.


terdengar suara Nira yang memanggil Dhea dari belakang, tetapi Dhea terus berjalan keluar dari rumah sakit tanpa menoleh sedikit pun.


di parkiran.


setelah Dhea pergi, terlihat sebuah mobil yang memasuki parkiran rumah sakit.


keluarlah seorang pria paruh baya dan juga kedua bodyguard nya dari dalam mobil.


pria tersebut langsung memasuki rumah sakit dengan berlari, wajahnya terlihat panik.


kedua bodyguard nya juga terus mengikuti nya.


sa'at berlari di koridor, dia melihat seseorang yang membuatnya khawatir.


"papah"


"Nira, kamu nggak papa kan nak?"


"Nira nggak papa pah karena ada yang nolongin Nira"


"syukur lah"


mereka melepaskan pelukannya dan papah Nira mengamati sekitar.


"di mana orang yang menolong mu?"


"orangnya baru saja pergi pah.


kita pulang yuk pah" ucap Nira.


"baiklah, apa kau bisa berjalan?"


"papah tenang saja, Nira kan kuat. hehehe" ucap Nira cekikikan.


papah Nira juga ikut tersenyum.


.


sa'at perjalanan pulang, Nira berkata.


"pah, ma'afin Nira ya karena tidak mendengarkan ucapan papah"


"jangan di ulangi lagi, sekarang yang terpenting kamu baik-baik saja".

__ADS_1


"lalu motor ku?


oh tidak, motor papah yang ku pinjam?" tanya Nira.


"nanti papah akan menyuruh orang untuk mengambilnya"


papah Nira kemudian berkata kepada supir.


"ke rumah sakit Y"


"baik tuan" jawab supir.


"memangnya mau apa papah ke rumah sakit?" tanya Nira.


"papah mau memeriksakan kaki kamu"


"Nira baik-baik saja pah, kaki Nira juga sudah di periksa.


pak supir, kita pulang saja"


pak supir tidak berani menjawab, karena dia takut dengan tuan nya.


"takutnya kaki kamu ada luka dalam Nira, dokter di sana lebih berpengalaman" ucap papah Nira.


"baiklah, Nira mau ikut papah.


tetapi Nira punya satu syarat"


"katakan"


"Nira besok ingin mengunjungi rumah kak Ghibran" ucap Nira.


"besok kamu berangkat ke sekolah, papah juga harus ke kantor"


"kalau begitu Nira tidak mau ikut papah ke rumah sakit"


"baiklah, besok kita ke rumah kak Ghibran"


"hore" Nira merasa sangat senang.


kemudian Nira dan juga papahnya pergi menuju rumah sakit Y untuk mengulangi pemeriksa'an.


#


keesokkan paginya.


papah Hermawan, mamah Anggita dan Reva sudah menunggu Aksa di ruang makan untuk sarapan bersama.


"kak Aksa lama banget sih?" ucap Reva kesal.


"sabar dong dek" jawab mamah Anggita.


tidak lama kemudian, Aksa menuruni anak tangga dengan penampilan yang berbeda.


biasanya di pagi hari, dia akan terlihat menggunakan pakaian seragam sekolahnya.


tetapi kali ini Aksa terlihat menggunakan pakaian formal, dia menggunakan jas yang biasa di pakai oleh seorang pengusaha.

__ADS_1


__ADS_2