
Sementara itu, di sekolah.
Aksa merasa sangat khawatir karena Dhea tidak terlihat.
Sebelum berangkat ke sekolah, Aksa menyuruh Eder untuk mengawasi kos an Dhea.
Sekarang di dalam kelas, bu Ratna sedang mengabzen nama-nama para murid.
Ketika dia memanggil nama Dhea, tidak ada yang menjawabnya.
"Di mana Dhea? kenapa tidak berangkat?" tanya bu Ratna.
"Izin bu, Dhea sakit" ucap Aksa berbohong.
Tidak ada yang menjawab pertanya'an bu Ratna kecuali Aksa, karena mereka tidak ada yang mengerti alasan Dhea tidak berangkat sekolah.
"Baiklah, beritahu kepada Dhea..
kalau izin tidak berangkat, lebih baik izin kepada guru" ucap bu Ratna.
"Iya bu" jawab Aksa.
Setelah selesai mengabzen, bu Ratna memulai pembelajaran.
Sa'at bu Ratna sedang menerangkan materi pelajaran, Aksa terus memandangi hand phone nya.
Dia menunggu kabar dari Eder.
Ketika Eder mengirim chat, dia langsung membacanya.
'Tuan, nona Dhea tidak keluar dari kos an nya dari semalam'
Setelah membaca chat dari Eder, Aksa merasa semakin khawatir.
"*N*anti pulang sekolah aku akan melihat ke kos an nya" batin Aksa.
.
Waktu pulang sekolah tiba.
Sa'at Aksa sedang memasukkan buku-bukunya ke dalam tas, hand phone nya berbunyi.
Eder kembali mengiriminya chat.
'Tuan, nona Dhea pergi dari kos an. sepertinya dia menggunakan seragam kerjanya' Eder.
'Ikuti dia, aku akan datang' Aksa.
"*A*pa mungkin Dhea mau berangkat bekerja?, tetapi kemarin malam dia juga menggunakan pakaian seragam kerjanya" batin Aksa.
Aksa langsung menuju ke parkiran, dan melajukan mobilnya pergi dari area sekolah.
Sebelum pergi, Aksa mengirim chat kepada mamahnya.
'Mah, hari ini Aksa pulang telat'
.
Dhea pergi menaiki angkutan umum menuju ke arah taman.
__ADS_1
dia menjadi pusat perhatian karena penampilan nya sedikit kacau.
tetapi Dhea tidak memperdulikannya.
Sesampainya di taman.
taman di penuhi oleh banyak orang.
Dhea berjalan menuju ke tempat kejadian semalam.
ketika Dhea melihat jalanan yang semalam banyak sekali darah, dia sangat terkejut.
"*K*e-kenapa tidak ada apapun di sini?" batin Dhea.
Tidak ada apapun di jalanan tersebut.
seperti tidak pernah terjadi kejadian semalam di jalan itu.
Dhea berdiri mematung di tepi jalan dengan melihat banyak kendara'an yang berlalu lalang di depan nya.
Di tempat itu, Dhea juga menjadi pusat perhatian.
Dhea mendatangi salah satu pengunjung taman dan bertanya.
"Apa tidak ada apapun di sini?"
Suaranya terdengar dingin.
Pengunjung yang di tanya oleh Dhea bingung dengan pertanya'an yang di ucapkan oleh Dhea.
terlebih lagi ketika melihat penampilan Dhea.
"Apa tidak ada kecelaka'an di sini?" tanya Dhea memperjelas.
"Kecelaka'an?
nggak terjadi apapun di sini mba.
mbanya mimpi ya" ucap sang pengunjung dan langsung pergi meninggalkan Dhea.
"*Tidak mungkin aku mimpi, aku melihatnya sendiri" batin Dh*ea.
Sebenarnya semalam, setelah Dhea pergi.
orang suruhan sang peneror membereskan semua kekacauan yang terjadi sampai seperti tidak terjadi apapun.
Jadi, tidak ada seorang pun yang mengetahui masalah ini.
bahkan security yang menjaga area taman, tidak mencurigai apapun.
Dari kejauhan, Aksa dan Eder memperhatikan tingkah laku Dhea.
Aksa merasa hatinya sangat sakit.
Dia seperti merasakan penderita'an yang Dhea rasakan.
"*K*enapa rasanya aku susah untuk bernafas?" batin Aksa.
Tangannya memegang dadanya yang terasa sesak.
__ADS_1
"Eder, aku punya pekerja'an untuk mu"
"Katakan saja tuan" ucap Eder.
"Kau datanglah ke mini market tempat Dhea dan Riri bekerja.
katakan kepada pemilik mini market yang bernama Cika kalau Dhea hari ini izin tidak masuk.
dan Riri juga izin cuti selama hari yang tidak di tentukan" ucap Aksa.
"Baik tuan"
"*Na*nti aku yang akan berbicara sendiri kepada bu Rani" batin Aksa.
Eder pergi menuju ke mini market.
Aksa juga pergi dari tempatnya.
dia menghampiri Dhea yang sedang berdiri mematung.
"Assalamu'alaikum Dhea" ucap Aksa.
"Wa'alaikum salam" jawab Dhea dengan suara yang sangat pelan.
Tetapi Aksa masih sedikit mendengar jawaban Dhea.
"Aku harus bisa mengajaknya berbicara, mungkin dengan begitu kesedihan nya akan berkurang.
*A*ku tidak bisa memberitahu yang sebenarnya terjadi kepadanya.
mungkin saja akan ada korban lagi selain Riri" batin Aksa.
"Kenapa kamu nggak berangkat sekolah?" tanya Aksa.
Dhea tidak mengeluarkan suara, dia pergi meninggalkan Aksa.
"*M*a'af Dhea, aku tidak bisa memberitahu mu yang sebenarnya terjadi semalam" batin Aksa.
Aksa mengejar Dhea.
"Dhea, kau mau kemana?"
"Pulang"
"Aku akan mengantar mu" ucap Aksa.
Tanpa menunggu jawaban dari Dhea, Aksa pergi mengambil mobilnya.
Dhea juga tidak peduli, dia terus menunggu angkutan umum di pinggir jalan.
"*D*ia keras kepala banget sih" batin Aksa.
Aksa menghentikan mobilnya di jalanan di depan Dhea.
"Ayo masuk"
Dhea tidak menghiraukannya, dia tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya.
Aksa terus menunggu Dhea menyetujui ajakan darinya.
__ADS_1