Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
27


__ADS_3

"Dhea adalah salah satu karyawan di mini market ini" ucap Cika.


"Apakah di antara kalian berdua ada yang memiliki rahasia tentang Dhea? Sesuatu yang mencurigakan mungkin?"


"Rahasia? rahasia apa yang mas maksud?" tanya Cika.


"Aku sepertinya yakin akan sesuatu" ucap Riri.


Sepasang mata milik Cika dan Aksa menatap ke arah Riri.


"Ada apa Ri?" tanya Cika.


"Aku yakin kalau Dhea adalah anak ibu, yang tiba-tiba hilang beberapa tahun yang lalu" ucap Riri.


"Yang bu Rani ceritain?" tanya Cika.


"Iya kak"


"Apakah ini benar-benar ada kaitannya?" batin Aksa.


"Boleh saya tau apa yang kamu maksud?" tanya Aksa.


"Sebenarnya ibu pernah cerita sama aku, kak Cika dan juga Dhea kalau dia mempunyai seorang anak yang wajahnya sangat mirip dengan Dhea, namanya juga sama.


Dan sa'at aku mengajak Dhea ke panti asuhan, dia terlihat sangat gugup.


tetapi matanya memancarkan kebahagia'an.


Dia juga menjadi sangat hangat.


dia selalu tersenyum kepada orang-orang disana, terutama kepada ibu" ucap Riri menjelaskan.


"Kalau untuk hal itu aku juga setuju. karena sekian lama Dhea bekerja di sini, aku baru pertama kali melihat Dhea tersenyum, ketika bertemu dengan bu Rani" ucap Cika.


"Ternyata ini lebih rumit dari yang ku fikirkan" batin Aksa.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih atas kerja sama kalian" ucap Aksa.


"Memang mas nya ada urusan apa sama Dhea?" tanya Riri curiga.


"Ma'af, itu adalah masalah pribadi. saya tidak bisa memberitahu kalian" jawab Aksa.


"Masalah pribadi?" batin Cika dan Riri yang penasaran.


Cika dan Riri hanya mengangguk-angguk kan kepalanya.


"Saya pamit ya mba, sekali lagi terima kasih" ucap Aksa.


Dia bangun dari duduknya.


"Iya mas" jawab Cika dan Riri bersama'an.


Aksa keluar dari ruangan Cika.


Cika dan Riri masih di dalam ruangan dengan fikiran yang sangat penasaran.

__ADS_1


.


.


Di dalam kamar Aksa, sudah hampir tengah malam.


Aksa belum tidur karena memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan.


ternyata masalah Dhea tidak sesederhana yang ia bayangkan.


"Sepertinya peneror itu selalu mengawasi Dhea, bagaimana bisa dia tau orang yang dekat dengan Dhea jika tidak mengawasinya?


Dari semua penjelasan yang ku dapat.


Dhea dekat dengan bu Rani, sampai-sampai sifatnya berubah menjadi hangat.


Tetapi yang mencurigai masalah tentang Dhea adalah Riri dan Cika, terutama Riri.


Ini sangat rumit" batin Aksa.


Aksa memainkan hand phone nya.


dia mengetik sebuah pesan dan mengirimkan nya kepada Eder.


'Eder, besok pagi selama aku masih berada di sekolah. tolong kau awasi tempat yang ku minta.


laporkan pada ku jika ada sesuatu yang mencurigakan, aku akan meng share loc lokasi nya'


'Baik tuan'


Aksa melihat jam berbentuk lingkaran yang menempel di dinding kamar nya.


"Sudah larut malam..


kenapa aku ingin menolong Dhea sampai seperti ini?


huh, rasa kemanusia'an ku bekerja dengan sangat baik" batin Aksa.


Dia bertanya dan juga menjawab pertanya'an yang ia tanyakan.


Aksa tidak menyadari ada sesuatu yang membuat hatinya sangat ingin menolong Dhea, selain rasa kemanusia'an.


#


Ke esokan paginya.


Aksa bangun kesiangan, karena sehabis melaksanakan sholat subuh dia kembali tidur.


tok tok tok.


"Aksa, bangunn" ucap mamah Anggita berteriak, dari luar pintu kamar Aksa.


Mamah Anggita tidak langsung masuk ke kamar Aksa karena pintu kamarnya di kunci dari dalam.


Aksa yang mendengar ada yang memanggil namanya terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


Aksa bangkit dari kasur.


dia berjalan ke arah pintu kamar dan membukakan nya.


Setelah pintu terbuka, terlihat mamah nya yang sedang menatapnya dengan tajam.


"Ada apa mah?, kenapa teriak-teriak?" tanya Aksa.


Mamah Anggita menjewer telinga Aksa.


"Auww sakit mah" ucap Aksa memegangi telinganya.


"Kamu nggak sekolah?" tanya mamah Anggita dengan tegas.


Mamah Anggita melepaskan telinga Aksa.


"Sekolah? inikan masih pa...."


Ucapan Aksa terpotong ketika dirinya melirik jam dinding yang berada di kamarnya.


"Ya Allah mah, Aksa telatt" ucap Aksa dengan panik.


Aksa langsung berlari mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Aksa.. Aksa.." gumam mamah Anggita.


.


Setelah selesai bersiap dengan terburu-buru, sekarang Aksa sedang berlari menghampiri mamah Anggita yang sedang menyiapkan sarapan untuknya.


"Mah, Aksa berangkat dulu"


"Kamu nggak sarapan? ini udah mamah buatin" tanya mamah Anggita.


"Nanti aja mah, di kantin sekolah..


ma'af ya mah" ucap Aksa dengan berlari.


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam".


Aksa pergi ke sekolah menaiki motornya.


jika menggunakan mobil, dia takut akan terkena macet di tengah jalan.


.


Sesampai nya di depan gerbang sekolah.


Aksa melihat gerbang sekolahnya masih terbuka, walaupun bell sekolah sudah berbunyi.


"Terima kasih ya Allah, pak satpam belum menutup gerbang nya" batin Aksa.


Aksa langsung saja mengendarai motornya memasuki sekolah, sebelum pak satpam datang untuk menutup gerbang.

__ADS_1


__ADS_2