
Aksa terus berjalan mengikuti bu Rani menuju ke musholla.
Sesampainya di musholla, telinga Aksa mendengar suara muadzin yang sedang mengumandangkan adzan.
Sepasang mata Aksa juga melihat anak-anak panti dan beberapa warga yang sedang duduk mendengarkan suara adzan.
"Ibu duluan ya nak" ucap bu Rani.
Dia melangkahkan kakinya menuju ke tempat ibadah khusus untuk perempuan.
Aksa juga memasuki musholla, dia berwudhu terlebih dahulu.
Setelah berwudhu, Aksa ikut bergabung dan duduk di sebelah anak panti.
Semua orang yang berada di musholla melaksanakan sholat maghrib berjama'ah setelah muadzin selesai mengumandangkan iqomah.
Selesai sholat.
Aksa, bu panti, dan semua anak panti berjalan pulang menuju ke panti asuhan.
Mereka berjalan dengan di sertai obrolan ringan dan juga canda'an.
Ria juga terus menempel kepada Aksa, dia terus melontarkan pertanya'an kepada Aksa dan Aksa menjawab nya dengan senang hati.
.
Sesampainya di rumah panti, Di halaman panti asuhan.
"Nak Aksa, ayo masuk dulu" ucap bu Rani.
"Sudah malam bu, Aksa mau pamit pulang"
"Yahhh, kak Aksa mau pulang?" tanya Ria, Wajahnya terlihat sedih.
"Iya"
"Ria, ini udah malem.
kak Aksa nya mau pulang dulu" ucap bu Rani.
Mendengar ucapan bu Rani, Ria merubah raut wajahnya kembali ceria.
"Yaudah deh, tapi nanti ke sini lagi ya?!" ucap Ria.
"Iya, InsyaAllah nanti kakak ke sini lagi" jawab Aksa tersenyum.
Aksa mencium punggung tangan bu Rani, dan Ria juga mencium punggung tangan Aksa.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam" jawab bu Rani dan Ria bersama'an.
__ADS_1
Aksa melajukan mobil miliknya.
dia pulang ke rumah.
.
Malam hari di kos an Dhea.
Dhea baru saja selesai mengerjakan sholat Isya.
Dia mengangkat kedua tangan nya dan berdo'a.
"Ya Allah, terimalah Riri di sisi terbaik mu. semoga Riri bisa mema'af kan ku, dia seperti ini semuanya adalah salah ku.
Ya Allah, tolong beri aku petunjuk untuk keluar dari semua masalah ini.
Tolong beri tahu apa kesalahan ku kepada peneror itu, aku ingin menebusnya.
Aku tidak ingin lagi orang yang aku sayang menderita karena aku" ucap Dhea.
Air matanya mengalir dengan deras, suaranya juga terdengar sangat menyedihkan.
Dhea menghapus air matanya.
Selesai berdo'a, Dhea melipat mukenah dan juga sajadah milik nya.
Setelah itu, Dhea menyusun buku-buku yang akan di bawanya besok ke sekolah dan memasukkannya ke dalam tas.
"Gue udah ngundurin diri dari mini market kak Cika.
Kalau gue nggak kerja, gimana gue bakal membiayai hidup?
Besok pulang sekolah gue harus mulai cari kerja, tapi harus buat surat lamaran kerja dulu" batin Dhea.
Dhea akhirnya bangun dari tidurnya dan membuat surat lamaran kerja.
Dia membuat surat lamaran kerja miliknya sampai tengah malam.
"Akhirnya selesai, semoga besok gue bisa dapet kerja'an" gumam Dhea.
Dhea membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
Dia membaca do'a sebelum tidur dan kemudian terlelap dalam tidur nya.
#
Ke esokan harinya.
Siang hari, setelah pulang dari sekolah.
Dhea mengganti seragam sekolahnya dan pergi menaiki angkutan umum.
__ADS_1
Dia mencari pekerja'an.
Sampai hari menjelang sore, Dhea belum juga mendapatkan pekerja'an.
"*K*enapa cari kerja'an susah banget sih?
dulu waktu gue ngelamar kerja di mini market kak Cika gak sesusah sekarang" batin Dhea.
Dhea sudah mendatangi beberapa tempat kerja, tetapi tidak ada lowongan pekerja'an.
Ketika Dhea mau menyebrangi jalan raya, tiba-tiba ada mobil yang melaju ke arahnya.
Mobil tersebut menabrak Dhea, tetapi tidak terlalu keras.
Dhea terjatuh ke aspal, dan beberapa bagian tubuhnya lecet.
Orang yang mengendarai mobil tersebut keluar dari mobil nya.
Terlihat seorang pemuda yang tinggi dan tampan menghampiri Dhea.
kira-kira pemuda tersebut berumur 21 tahun.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya pemuda tersebut.
Dhea menjawab tanpa melihat ke arah orang yang bertanya.
"Ya" jawab Dhea.
Dhea bangkit berdiri dari aspal tanpa bantuan siapapun.
Dia membersihkan pakaian dan juga beberapa bagian tubuhnya yang kotor.
"Ma'af kan aku, aku tidak sengaja" ucap pemuda tersebut.
Dhea mengambil surat lamaran kerja nya yang masih berada di tanah.
Pemuda tersebut melihat apa yang Dhea lakukan.
"*D*ia sedang mencari pekerja'an?" batin pemuda tersebut.
"Apa kau sedang mencari pekerja'an?"
Dhea yang mendengar kata 'kerja' langsung mengangkat wajahnya menatap pemuda tersebut.
Degg.
Pemuda tersebut terkejut ketika melihat wajah Dhea.
"*K*enapa wajahnya mirip dengan bunda?"
"Ya, saya sedang mencari pekerja'an" ucap Dhea dengan suara dingin seperti biasanya.
__ADS_1
"*M*ungkin hanya kebetulan wajah nya mirip dengan bunda, sifat mereka seperti langit dan bumi" batin pemuda tersebut.