
Dhea berjalan dengan beberapa kali meneteskan air mata nya, dia berjalan kaki dari rumah keluarga Aksa sampai ke kos an tempat tinggal nya.
Sesampainya di kos an, Dhea melihat di depan pintu kos an nya ada sebuah kotak.
Dhea mengambil kotak tersebut dan membuka nya.
Dhea terkejut sa'at melihat isi di dalam kotak, dia sontak langsung melemparkan kotak yang dia pegang dan kembali meneteskan air mata.
kotak tersebut berisi seekor tikus yang sudah mati, dengan kepala dan badan nya terpisah.
Di kotak itu juga terdapat sebuah kertas.
Di kertas tersebut ada sebuah tulisan berwarna merah darah. Kemungkinan tulisan tersebut di tulis dengan menggunakan darah tikus.
Dhea membacanya.
HIDUP MU AKAN TERSIKSA
"Sebenar nya apa salah ku kepada peneror itu? Mengapa dia selalu meneror ku" batin dhea.
Dhea membawa kotak tersebut memasuki kos an nya. Dia menguburkan bangkai tikus yang peneror itu berikan di belakang kos an nya.
Setelah Dhea selesai mengubur tikus nya, dia memasuki kamar nya.
Di kamar.
"Ya Allah, mengapa hidup ku di penuhi dengan berbagai permasalahan yang aku sendiri tidak mengerti penyebab nya.
Untunglah Reva sudah tidak di dekat ku, jika dia selalu di dekat ku pasti keselamatan nya akan terancam.
Apakah suatu hari nanti aku akan menemukan kebahagia'an? Walaupun kemungkinan nya kecil, semoga saja kelak aku bisa bahagia" do'a Dhea.
.
Sementara di tempat lain.
"Hahahahaha, aku akan membuat anak mu menderita" ucap sang peneror.
#
Sudah Tiga minggu berlalu setelah kejadian peneror yang mengancam Reva.
__ADS_1
Mulai dari Tiga minggu lalu.
Reva selalu berangkat bersama dengan Aksa, Reva tidak di izinkan untuk mendekati Dhea, dan Aksa selalu mengawasi Dhea.
Sifat Dhea juga semakin dingin dari sebelum nya.
Di sekolah.
Seluruh warga sekolah baru saja selesai istirahat.
Bell masuk berbunyi.
Dhea berjalan dari perpustaka'an menuju kelas nya.
Sa'at Dhea berjalan di lorong samping gudang sekolah, Dhea mendengar suara yang berasal dari dalam gudang.
Dhea mendekati suara tersebut.
Semakin Dhea mendekat, suara di dalam gudang semakin jelas.
"Ma'af kak, aku salah apa?" Suara perempuan dengan menangis.
Dhea yang penasaran pun melangkahkan kakinya memasuki gudang tanpa memikirkan akan terlambat masuk kelas.
Di dalam gudang, Dhea terkejut melihat Reva yang terduduk di lantai.
Di depan Reva ada dua orang yang sedang memarahinya dan juga membentaknya.
Dhea langsung berfikir mereka berdua sedang membully Reva.
Tanpa berfikir, Dhea menghampiri Reva dan kedua perempuan tersebut dengan memasang wajah datar seperti biasanya.
"Kak Dhea" gumam Reva.
"Mau apa lo kesini?" Tanya perempuan 1.
"Jangan ikut campur urusan gw" ucap perempuan 2.
Dhea hanya diam mendengar ucapan mereka.
"Eh, lo patung es di kelas gw kan? Hahaha ternyata bisa gerak dia" ucap perempuan 2 yang ternyata adalah Siska.
__ADS_1
"Oh jadi ini yang cowo-cowo bicarain, cantik tapi es.
Mana? Gak ada cantiknya" ucap perempuan 1 tertawa.
Dia adalah teman Siska yang juga suka membully, namanya adalah Lina.
Lina berbeda kelas dengan Siska dan Dhea.
Dhea yang di hina hanya diam, menatap mereka berdua dengan tajam.
Seketika ruangan gudang menjadi dingin.
Mereka berdua yang merasakan hawa dingin merasa ketakutan
"pergi yok" ucap Lina, membisikkan suara di telinga Siska.
"Awas lo" ucap Siska menunjuk wajah Dhea.
"Dan lo, jangan pernah gangguin Aksa lagi" ucap Siska kepada Reva.
Mereka berdua pergi meninggalkan Dhea dan Reva berdua di dalam gudang.
Reva berdiri dari duduknya.
Dhea berjalan pergi meninggalkan Reva tetapi ada suara yang memanggilnya.
"Kak" ucap Reva.
Dhea menghentikan langkahnya sebentar tanpa menoleh ke arah Reva, kemudian melangkahkan kakinya kembali berjalan menuju kelasnya.
"Kak Dhea, aku yakin kalau tiga minggu yang lalu bukan kak Dhea yang nyuruh mereka ngancem aku.
Aku yakin kak Dhea orang baik, bukti nya kak Dhea nolongin aku" ucap Reva dalam hati.
Reva kemudian keluar dari gudang, berjalan menuju parkiran sekolah.
Di dalam mobil nya, Reva mengambil handphone nya dan mengirimkan chat untuk kakak nya.
'Kak, aku minta tolong.. nanti bilangin ke wali kelas aku, kalau aku izin gak masuk kelas'
Reva kemudian menjalankan mobilnya meninggalkan sekolah dan pulang kerumahnya.
__ADS_1