
"Baiklah, saya beri kamu kesempatan sekali ini saja.
jika lain kali saya melihat mu terlambat lagi, tidak akan saya biarkan masuk" ucap pak satpam, membukakan gerbang.
Aksa memang anak pemilik sekolah,
tetapi mamah Anggita mengatakan kepada seluruh guru dan petugas sekolah agar tidak membeda-bedakan antara Aksa dan murid lainnya.
"Terima kasih pak" ucap Aksa.
Dia langsung berlari masuk ke dalam sekolah dan meninggalkan mobil milik nya.
"Mas, mas, mobil nya masih di pinggir jalan" ucap pak satpam.
"Biarin aja pak" ucap Aksa.
"Dasar orang kaya" gumam pak satpam.
Aksa terus berlari sampai di kelasnya.
Setibanya di depan pintu kelas, Aksa melihat bu Ratna yang sedang menjelaskan materi pelajaran.
Aksa berjalan memasuki ruang kelas.
Bu Ratna yang melihatnya berhenti menerangkan materi pelajaran.
Bu Ratna menegur Aksa.
"Aksa, kenapa kau terlambat?" tanya bu Ratna dengan tegas.
Semua pasang mata yang ada di kelas menatap ke arah Aksa, kecuali Dhea.
Siska tidak ada di kelas karena dia di beri hukuman skors selama satu minggu.
Aksa tidak menjawab pertanya'an bu Ratna.
karena dia tidak terfikirkan alasan apapun.
Aksa menatap ke depan, terlihat seluruh kelas yang sedang menatap nya.
Sa'at dia melihat ke arah Dhea.
"Seluruh kelas menatap ku, tetapi dia tidak melirik sama sekali" batin Aksa.
"Kamu berdiri di luar kelas sampai bell istirahat" ucap bu Ratna.
"Baik bu" jawab Aksa.
Ketika Aksa sedang berjalan keluar kelas, Dhea melihat ke arah Aksa.
__ADS_1
Dhea melihat hanya sebentar.
Setelah bu Ratna melanjutkan materi pelajaran, fokus Dhea kembali kepada buku yang masih berada di tangan nya.
.
Sepulang dari sekolah Aksa pulang ke rumah nya.
Dia membersihkan diri, melaksanakan sholat Dzuhur dan makan siang bersama dengan semua anggota keluarga nya.
Hari ini papah Hermawan pulang lebih cepat dari hari biasanya.
Setelah makan, Aksa pamit kepada kedua orang tua nya yang sedang duduk di ruang keluarga. Reva juga berada di sana.
"Mah, pah, Aksa pamit mau keluar" ucap Aksa.
Pandangan papah Hermawan, mamah Anggita dan juga Reva tertuju kepada Aksa.
"Kenapa kamu akhir-akhir ini terlihat sangat sibuk kak?" tanya mamah Anggita.
Papah Hermawan dan Reva hanya memperhatikan.
"Iya mah, Aksa ada kerja kelompok di rumah temen" jawab Aksa berbohong.
"Mak, aku boleh ikut? aku bosen di rumah terus" tanya Reva.
"Yaudah deh mah" jawab Reva, wajahnya sedikit cemberut.
Aksa berjalan ke arah Reva yang sedang duduk di atas sofa.
dia berdiri di samping Reva yang memasang wajah cemberut.
"Dek, kakak pergi dulu ya.
nanti kalau kak Aksa udah nggak sibuk, kakak ajak kamu pergi ke tempat yang kamu mau. kamu jangan ngambek lagi" ucap Aksa mengelus kepala Reva.
"Janji ya kak" ucap Reva.
"Iya, InsyaAllah" jawab Aksa.
"Kalau begitu Aksa pamit ya mah, pah, dek" ucap Aksa mencium punggung tangan mamah Anggita dan papah Hermawan.
Reva juga mencium punggung tangan Aksa.
"Kamu hati-hati" ucap papah Hermawan.
"Hati-hati ya kak" ucap mamah Anggita.
"Belajarnya yang semangat kak" ucap Reva tersenyum.
__ADS_1
"Iya, Assalamu'alaikum" ucap Aksa.
"Wa'alaikum salam" jawab mamah Anggita, papah Hermawan dan Reva secara bersama'an.
Di dalam garasi kendara'an.
Sebelum pergi, Aksa menelepon Eder terlebih dahulu.
"Selamat siang tuan" ucap Eder.
"Siang" jawab Aksa.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Eder.
"Tolong kau share loc alamat panti asuhan milik bu Rani dan juga mini market tempat Dhea bekerja" ucap Aksa.
Eder diam. beberapa detik kemudian, dia berkata.
"Saya sudah mengirim nya tuan" ucap Eder.
Eder memang bekerja dengan sangat cepat.
"Baik, Terima kasih" ucap Aksa.
"Iya tuan" jawab Eder.
Aksa menekan tombol merah di layar hand phone yang sedang ia pegang.
dia memasukkan hand phone nya ke dalam saku jaket yang sedang ia pakai.
Aksa pergi meninggalkan rumah.
kali ini dia tidak pergi menggunakan mobilnya.
Aksa menaiki motor kawasaki ninja 250 berwarna hitam pemberian dari papah Hermawan.
Aksa mengendarai motor nya menuju ke arah panti asuhan.
Sesampainya di sana, Aksa melihat banyak anak-anak di halaman panti.
Aksa menghentikan motornya.
semua anak yang melihat kedatangan Aksa langsung menghampiri nya.
"Kakak ganteng banget"
"Motolnya kelen"
Beberapa anak mengucapkan hal yang sama.
__ADS_1