Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
15


__ADS_3

"Aku memang Dhea bu, anak ibu.


tapi untuk sekarang aku harus menyembunyikan nya, aku tidak ingin ada yang mencelakai ibu dan adik-adik" batin Dhea.


Mata Dhea sudah berkaca-kaca, dia sedang menahan tangisan nya.


Tetapi tidak ada yang menyadari karena Dhea sangat pandai menyembunyikan nya.


"Mungkin kebetulan bu" ucap Riri.


"Bu, kalau boleh tau. memang nya anak ibu yang bernama Dhea kemana?" tanya Cika.


"Ibu juga tidak mengetahuinya nak, tiba-tiba dia menghilang dan semua pakaian nya tidak ada" ucap bu Rani, dia meneteskan air mata.


"Tetapi dia selalu mengirimkan uang setiap bulannya, dan ada sebuah surat yang bertuliskan bahwa dia baik-baik saja" ucap bu Rani.


Bu ani sudah di anggap sebagai ibu dari anak-anak panti asuhan, termasuk juga Riri.


Riri yang melihat bu Rani menangis, langsung memeluk nya.


Dhea yang melihat bu Rani menangis, meneteskan air mata.


tetapi tidak ada yang melihatnya.


Dia langsung menghapus air matanya.


"Bu, ma'afin aku karena sudah membuat ibu menangis.


ma'afin aku karena udah berbohong,


ma'afin aku karena udah ninggalin ibu. semua ini aku lakuin demi keselamatan kalian" batin Dhea.


Setelah bu Rani menghentikan tangisannya, Riri membuka suara untuk bertanya.


"Tapi kenapa sa'at aku datang ke sini tidak ada yang bernama Dhea di panti asuhan ini bu?" tanya Riri.


"Karena kamu datang ke panti asuhan ini setelah beberapa hari Dhea pergi" jawab bu Rani.


"Apa alasan Dhea meninggalkan panti asuhan bu?" tanya Riri.

__ADS_1


"Ibu juga tidak tau nak, ibu hanya bisa berdo'a.


semoga di luar sana Dhea baik-baik saja" ucap bu Rani.


"Amiin bu, aku pasti baik-baik saja. karena ibu selalu mendo'a kan ku. terima kasih bu" batin Dhea.


"Ibu malah cerita masalah ibu sama kalian, ma'af yah" ucap bu Rani.


"nggak papa kok bu, kita juga do'a in semoga ibu dan Dhea anak ibu cepat bertemu" ucap Cika.


"Amiin semoga saja, makasih ya nak atas do'a nya" ucap bu Rani.


"Iya bu.


ini juga sudah malam, kalau begitu aku dan Dhea pamit pulang ya bu" ucap Dika.


"Iya nak" ucap bu Rani.


Bu Rani dan Riri mengantarkan Cika dan Dhea keluar dari rumah panti asuhan.


Setelah di luar Dhea berkata.


"Iya nak Dhea" ucap bu Rani.


"Aku ingin memeluk ibu sebentar, apa boleh?" ucap Dhea.


Mereka bertiga sedikit kebingungan.


"Tentu saja nak" ucap bu Rani. dia merentangkan kedua tangan nya.


Dhea langsung masuk ke dalam pelukan bu Rani.


"Bu, ma'af.. ma'afin Dhea.


hanya kata itu yang ingin Dhea ucapkan" batin Dhea.


Ketika berada di pelukan bu Rani, Dhea meneteskan air matanya beberapa kali.


Tetapi dia langsung mengusapnya.

__ADS_1


"Dhea anak ibu, kamu di mana nak? mungkin sekarang kamu sudah sebesar Dhea yang berada di pelukan ibu.


Ibu hanya bisa berdo'a, semoga suatu hari nanti kita bisa berkumpul kembali" batin bu Rani, bu Rani juga meneteskan air matanya.


Cika dan Riri hanya menatap bu Rani dan Dhea yang sedang berpelukan.


Mereka berdua tampak seperti ibu dan anak yang saling merindukan.


"Kenapa malam ini Dhea tampak seperti bukan Dhea yang biasanya?" batin Cika.


"Kenapa aku curiga yah, kalau Dhea yang sedang berpelukan dengan ibu adalah Dhea anak ibu yang pergi dari panti asuhan beberapa tahun yang lalu" batin Riri.


Beberapa menit kemudian Dhea dan bu Rani melepaskan pelukan mereka.


"Makasih bu" ucap Dhea.


"Iya nak" jawab bu Rani.


"Aku sama kak Cika pulang dulu ya bu" ucap Dhea.


"Iya bu, kita mau pamit pulang" ucap Cika.


"Lain kali kalau kalian berdua ada waktu main ke sini lagi ya nak" ucap bu Rani.


"Iya bu, insyaAllah" ucap Cika.


Dhea hanya tersenyum.


Mereka berdua memasuki mobil milik Cika.


Sebelum menjalankan mobilnya, Cika dan Dhea berkata.


"Assalamu'alaikum" ucap Cika dan Dhea.


"Wa'alaikum salam" jawab bu Rani dan Riri secara bersama'an.


Cika melajukan mobilnya meninggalkan halaman panti asuhan.


Setelah di rasa mobil yang di naiki oleh Cika dan Dhea sudah tidak terlihat, bu Rani dan Riri masuk ke dalam.

__ADS_1


__ADS_2