
Aksa mencium punggung tangan mamah Anggita.
Dia berjalan menuju garasi dan mengambil mobil nya.
dari dalam mobil, Aksa berkata.
"Assalamu'alaikum" ucap Aksa.
"Wa'alaikum salam" jawab mamah Anggita dan Reva bersama'an.
.
Dari kejauhan kos an Dhea sudah terlihat oleh Aksa yang masih berada di dalam mobil.
Aksa menghentikan mobil nya ketika dia melihat seorang pria yang menaruh sebuah kotak di depan pintu kos an Dhea.
"Itu orang mau ngapain?" gumam Aksa.
Pria tersebut memakai pakaian hitam, memakai masker dan juga topi.
wajahnya sama sekali tidak terlihat.
Pria yang Aksa lihat pergi dari kos an Dhea, dia menaiki sebuah sepeda motor.
Setelah orang tersebut pergi.
Aksa kembali melajukan mobil nya menuju ke arah kos an Dhea.
Sesampainya di depan kos an.
Aksa turun dari mobil nya dan berjalan ke arah kotak yang tadi di letakan oleh orang tidak di kenal.
Dia menatap sebuah kotak yang tergeletak tepat di depan pintu kos an tempat tinggal Dhea.
"Kenapa orang tadi naruh barang sembarangan?, kos an Dhea juga sepertinya terlihat sepi" batin Aksa.
Aksa mengambil kotak tersebut dari lantai.
dia mengamati kotak yang sedang ia pegang.
"Kenapa tidak ada nama pengirim?.
kotak ini sangat mencurigakan.
Aku akan membukanya.
jika ini milik Dhea, aku akan meminta ma'af karena membuka kotak ini tanpa izin" batin Aksa.
__ADS_1
Aksa yang sudah sangat penasaran akan isi kotak tersebut langsung membuka nya.
Sa'at kotak sudah hampir terbuka, hidung Aksa mencium bau yang sangat busuk.
Bau tersebut seperti bau amis darah.
Aksa semakin penasaran dengan isi kotak.
"Kenapa kotaknya berbau amis?" batin Aksa.
Ketika kotak sudah terbuka sempurna, Aksa sangat terkejut ketika melihat benda yang ada di dalam kotak.
Kotak tersebut berisi sebuah boneka yang berbentuk seperti manusia.
badan boneka seperti tersayat-sayat oleh pisau.
dan di seluruh badannya menempel sesuatu berwarna merah darah.
"Kenapa ada yang mengirimi Dhea sesuatu yang sangat menjijik kan" batin Aksa.
Aksa melihat ada sesuatu yang keluar dari badan boneka dan Aksa menariknya.
"Kertas" gumam Aksa.
Aksa membaca tulisan yang tertulis di kertas.
'SALAH SATU ORANG YANG KAU SAYANGI AKAN BERNASIB SEPERTI BONEKA ITU.
"Apakah Dhea di teror?, ini tidak salah lagi, dia pasti diteror oleh seseorang.
Waktu kejadian Reva di ancam pasti yang melakukan bukan Dhea, tapi peneror ini" batin Aksa.
"Lebih baik aku membawa pulang kotak ini" ucap Aksa.
Aksa tidak jadi menemui Dhea, dia pulang dengan perasa'an khawatir dan terkejut.
.
Sementara di mini market.
pada waktu yang bersama'an.
Riri sedang mengintrogasi Dhea.
dia terus saja melontarkan banyak pertanya'an kepada Dhea.
"Dhea, jujur sama aku.
__ADS_1
kamu Dhea yang kabur dari panti asuhan kan?" tanya Riri.
"Sudah ku katakan berkali-kali, aku bukan Dhea yang kau katakan" jawab Dhea berbohong.
"Dhea ku mohon kau mengaku, aku sangat yakin" ucap Riri.
Dhea tidak mengatakan apapun.
"Dhea, apa kau tidak kasihan kepada ibu.
dia selalu menangis ketika mengingat mu" ucap Riri.
Mendengar ucapan Riri, Dhea sontak menghentikan gerakan tangan nya.
"Aku pasti sudah membuat ibu sangat kecewa" batin Dhea.
Dhea melanjutkan gerakan tangan nya yang sedang mengerjakan pekerja'an nya.
"Lebih baik kau mengaku Dhea" ucap Riri.
"Aku baru pertama kali bertemu dengan ibu mu tadi malam" ucap Dhea berbohong.
"Ma'afkan aku Ri" batin Dhea.
"Sampai kapan kau akan berbohong?" tanya Riri.
"Sebelum Riri lebih banyak bertanya, lebih baik aku pergi dari hadapan nya" batin Dhea.
Dhea yang tidak ingin memanjangkan masalah dengan Riri, pergi meninggalkan Riri.
Dia pindah ke tempat lain untuk melanjutkan pekerja'an nya.
Riri hanya menatap Dhea yang pergi meninggalkan nya.
"Aku pasti akan membuktikan jika kau adalah Dhea yang kabur dari panti asuhan beberapa tahun yang lalu" gumam Riri.
.
Malam hari.
sekarang Aksa berada di dalam kamar apartemen nya.
Dia mengubah niatnya untuk pulang ke rumah menjadi pulang ke apartemen.
karena Aksa membawa sesuatu yang berbau busuk.
Dia mengirimkan pesan kepada mamah nya bahwa malam ini dia tidak pulang ke rumah.
__ADS_1
Aksa beralasan bahwa dia menginap di rumah teman nya.
Tetapi pada kenyata'an nya, dia sendirian di dalam apartemen milik nya.