Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
23


__ADS_3

Di dalam kamar apartemen Aksa.


"Aku harus menyelidiki siapa yang akan menjadi korban dari peneror yang meneror Dhea" gumam Aksa.


Aksa sebenarnya sudah menyuruh seseorang untuk menyelidiki siapa orang yang sudah meneror Dhea.


tetapi tidak berhasil.


Karena tidak ada petunjuk apapun yang orang tersebut tinggalkan.


Aksa sangatlah ingin menolong Dhea.


jadi, dia akan berusaha untuk menyelamatkan orang yang akan menjadi korban. agar Dhea tidak merasa bersalah dan orang tersebut juga selamat.


.


Aksa menelepon orang suruhan nya.


"Hallo, selamat malam" ucap Aksa.


Aksa tidak mengucapkan salam, karena orang yang sedang ia telepon ber agama non muslim.


"Malam juga tuan" jawab seorang laki- laki dari seberang telepon.


Laki-laki tersebut bernama Eder, umur nya terpaut beberapa tahun lebih tua dari pada Aksa.


"Eder, aku ingin kau menyelidiki tentang seseorang. aku sudah mengirimkan foto orang yang harus kamu selidiki" ucap Aksa.


Aksa mengirimkan foto Dhea kepada Eder.


"Namanya adalah Dhea, tugas mu adalah mencari tahu siapa saja orang yang dekat dengan nya" ucap Aksa.


"Baik tuan" jawab Eder.


"Aku memberi mu waktu hanya malam ini, besok pagi aku akan menelepon mu kembali" ucap Aksa.


"Baik tuan" jawab Eder.


Aksa menekan tombol merah di layar hand phone nya.


dia menghentikan pembicara'an nya dengan Eder.


"Semoga saja Eder bisa menyelesaikan tugas dari ku dalam waktu semalam" ucap Aksa di dalam hati.


#


Ke esokan pagi nya.


Aksa bangun dari tidur nya sa'at mendengar suara adzan Subuh.

__ADS_1


Dia melaksanakan sholat Subuh.


Setelahnya, Aksa mandi dan memakai pakaian seadanya yang ada di lemari apartemen nya.


Dia berniat pulang ke rumah untuk


mengganti pakaian nya dengan seragam sekolah dan mengambil buku yang akan dia bawa ke sekolah.


Sa'at Aksa baru saja menjalankan mobil, hand phone nya berdering.


Aksa menghentikan mobilnya.


dia mengambil hand phone nya dan melihat nama sang penelepon.


Aksa langsung mengangkat telepon nya ketika mengetahui bahwa yang menelepon nya adalah Eder.


"Selamat pagi tuan" ucap Eder.


"Pagi.


apa kau sudah melakukan apa yang ku minta?" tanya Aksa.


"Sudah tuan" ucap Eder.


"Jelaskan kepada ku" ucap Aksa.


"Nona Dhea tidak mempunyai teman.


"Siapa saja?" tanya Aksa.


"Nona Cika, pemilik mini market tempat nona Dhea bekerja.


nona Riri, rekan kerja nona Dhea.


nona Reva, adik dari tuan Aksa.


dan juga sepertinya nona Dhea sedikit dekat dengan bu Rani, pemilik panti asuhan tempat nona Riri tinggal" ucap Eder menjelaskan.


"Apakah Dhea bekerja?" tanya Aksa.


"Iya tuan, nona Dhea bekerja sepulang dari sekolah dan pulang pada malam hari" ucap Eder.


"Jelas saja kemarin kos an Dhea terlihat sepi, ternyata memang tidak ada orang" batin Aksa.


"Baiklah Eder, terima kasih atas kerja keras mu" ucap Aksa.


"Iya tuan" jawab Eder.


Aksa mematikan telepon nya karena teringat akan sesuatu.

__ADS_1


dia teringat sudah berbicara dengan Eder cukup lama.


Aksa melupakan kalau hari ini dia berangkat ke sekolah.


Aksa langsung melajukan mobil nya dengan cepat.


Dia harus buru-buru pulang ke rumah dan mengganti pakaian nya.


Sesampainya di rumah, dia tidak menghiraukan sapa'an dari semua orang yang menyapa nya.


Dia terus saja berlari ke dalam kamar nya.


Aksa langsung mengambil seragam sekolah di dalam lemari dan mengenakannya.


pakaian yang tadi dia gunakan, dia lemparkan sembarangan.


Aksa juga memasukkan semua buku pelajaran nya tanpa tersisa.


Dia tidak punya waktu banyak untuk mengecek buku yang akan di pelajari pada hari ini.


Di lantai bawah dia di hentikan oleh mamah Anggita dan papah Hermawan yang akan berangkat ke kantor.


"Kenapa kamu baru mau berangkat?" tanya papah Hermawan.


"Iya pah, Aksa telat.


Aksa pamit ya mah, pah. Assalamu'alaikum" ucap Aksa.


Aksa mencium punggung tangan papah Hermawan dan mamah Anggita.


"Wa'alaikum salam" jawab mamah Anggita dan papah Hermawan.


Aksa menaiki mobil dan kembali melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke sekolah.


.


Di sekolah, Aksa melihat ternyata gerbang sekolah sudah terkunci.


Dia pun menghentikan mobil nya di pinggir jalan dan keluar dari mobil.


Dia berjalan ke arah gerbang.


"Pak" ucap Aksa memanggil pak satpam.


"Ya" jawab pak satpam menghampiri Aksa.


"Pak minta tolong bukain gerbang nya" ucap Aksa.


"Kamu sudah telat, jadi tidak di perbolehkan untuk masuk" jawab pak satpam.

__ADS_1


"Pak, saya baru pertama kali telat pak, saya tidak akan mengulangi nya lagi" ucap Aksa.


__ADS_2