Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
30


__ADS_3

Dan truk yang tadi menabrak Riri langsung melaju meninggalkan tempat tersebut.


Dhea tidak bisa lagi menyeimbangkan tubuh nya.


dia terduduk di tanah dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti.


"I-ini, ini bukan mimpi" batin Dhea.


"Hiks.. hiks.. Riri..


Ma-ma'afkan a-ku


semua ini sa-lah ku" ucap Dhea dengan sangat pelan.


Setalah merasa sudah puas menangis, Dhea bangun dari duduknya dan kembali menatap ke arah depan.


"*Ri*ri" batin Dhea.


Dhea menatap jalanan yang terdapat banyak sekali darah, tetapi kedua matanya tidak bisa melihat keberada'an Riri.


Dhea terus mencari keberada'an jazad Riri.


.


Sementara di tempat sang peneror, ada orang suruhan nya yang melapor.


"Tuan, bawahan saya sudah melaksanakan perintah dari tuan.


orang yang bernama Riri sudah tiada.


Tetapi setelah supir truk yang saya suruh telah menabrak perempuan tersebut, dia langsung melarikan diri".


"Hahaha, biarkan dia menikmati uang yang ku berikan kepadanya.


Setelah kejadian ini, anak dari musuh ku pasti akan merasa bersalah dan dia akan merasa hidupnya tidak berguna.


Aku akan terus menerornya sampai dia mengakhiri hidupnya sendiri.


Dia tidak akan bisa bertemu dengan orang tua kandungnya" ucap sang peneror.


.


Sekarang Aksa sedang berbicara dengan seseorang.


orang tersebut ternyata adalah sang supir truk.


"Bagaimana pekerja'an ku tuan?" ucap sang supir truk.

__ADS_1


"Bagus, ini bayaran untuk mu" ucap Aksa.


Aksa menyerahkan amplop berwarna coklat yang berisi uang.


Orang tersebut melihat uangnya dan berkata.


"Makasih tuan, saya permisi"


"Tunggu, apa kau tau siapa orang yang telah menyuruh mu?" tanya Aksa.


"Yang menyuruh ku sepertinya bukan bosnya, tetapi orang suruhan.


dia menutupi wajahnya, jadi aku tidak mengetahuinya" ucap sang supir truk.


"Ingat, kau harus merahasiakan semua ini. jika kau ingin selamat sebaiknya kau pergi dari tempat ini" ucap Aksa.


"Tuan tidak perlu khawatir. selama ada uang, mulut ku akan tertutup"


Sang supir pergi dari hadapan Aksa dengan menaiki truk miliknya.


"Lalu, bagaimana dengan Dhea?" tanya seorang perempuan.


"Dia akan baik-baik saja, aku akan selalu mengawasinya" ucap Aksa.


"Aku akan mengatakan kepada mba Cika kalau kau izin cuti bekerja selama waktu yang tidak pasti.


Dan aku akan mengatakan kepada bu Rani kalau kau tidak akan pulang karena tempat kerja mu di pindahkan secara mendadak.


"Ya, jika itu yang terbaik" ucap perempuan tersebut menunduk.


Flash back.


Setelah membuka dan mengetahui isi dari kotak yang di kirimkan sang peneror, Aksa berfikir.


"*Jalan raya di samping taman, itu bukannya arah menuju ke panti asuhan.


dan surat di kotak ini bertuliskan 'orang yang kau sayang menunggu untuk di selamatkan'. berarti peneror tersebut akan mengatur rencana supaya Dhea melihat kejadian yang akan dia perbuat" batin Aksa*.


"Eder, aku akan pergi.


tolong kau cari tahu di mana tempat tinggal pemilik mini market yang bernama Cika" ucap Aksa.


"Ya tuan"


"Dan kau awasi daerah jalan raya di samping taman, kembali laporkan pada ku jika ada yang mencurigakan"


"Baik tuan"

__ADS_1


Aksa dan Eder menaiki kendara'an masing-masing dan pergi dari kos an Dhea.


Eder menuju ke arah taman dan Aksa kembali ke mini market.


Aksa terus menunggu di dalam mobil nya.


ketika mendengar suara adzan, Aksa melaksanakan sholat nya di masjid terdekat dan kembali lagi ke mini market.


Aksa merasakan handphone nya bergetar.


Aksa membukanya dan melihat Eder meng share loc sebuah lokasi yang kemungkinan adalah tempat tinggal Cika.


"*Te*mpat tinggal orang yang bernama Cika tidak melewati taman, kemungkinan besar yang akan menjadi korban adalah Riri" batin Aksa.


"*A*ku harus mengatur rencara untuk menyelamatkan Riri, tetapi aku harus terus waspada agar peneror tersebut tidak curiga.


untuk sekarang aku harus berbicara dengan Riri terlebih dahulu" batin Aksa.


Sa'at jam pulang bekerja, Aksa melihat Riri yang keluar dari mini market.


Riri pulang lebih cepat dari pada Dhea, karena Riri berangkat bekerja dari pagi.


Sementara Dhea, dia bekerja part time. jadi dia pulang lebih lama dari pada Riri.


Aksa langsung keluar dari mobil dan menghampiri Riri.


"Mba Riri"


"Mas yang kemarin?" tanya Riri.


"Iya, bisa ikut saya mba?.


ada sesuatu yang sangat penting yang ingin saya katakan"


"Baiklah".


Aksa mengajak Riri masuk ke dalam mobilnya.


Di dalam mobil, dia menceritakan semua yang ia tau mengenai masalah Dhea.


Riri menunduk dan meneteskan air mata.


"Hidup Dhea sudah sangat menderita, tetapi aku selalu menambah penderita'annya.


aku orang yang sangat jahat" ucap Riri.


"Mba, setiap orang pasti berbuat kesalahan.

__ADS_1


dari pada menyesalinya, lebih baik mba memperbaiki kesalahan yang mba perbuat" ucap Aksa.


"Ya, kau benar" ucap Riri, dia menghapus air matanya.


__ADS_2