Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
02


__ADS_3

Setelah menyelesaikan pekerja'an nya, sekarang sudah waktu nya Dhea untuk pulang.


Dhea keluar dari mini market berjalan menuju sepeda nya yang terparkir di parkiran mini market.


Sa'at Dhea menaiki sepeda dan mengayuh nya, Dhea merasa sepeda nya sangat berat.


Dhea turun dari sepeda dan arah pandangan nya langsung tertuju ke arah ban sepedanya, ternyata ban sepeda miliknya kempes.


"Perasa'an tadi siang aku berangkat ke sini baik-baik aja, kok medadak kempes" gumam Dhea.


Dhea mendengar ada suara orang yang menghampirinya dengan tertawa.


"Hahaha kasihan bangett.. kempes yah?" ucap orang tersebut yang ternyata adalah Riri.


Dhea menatap Riri dengan tajam.


"Lo yang ngelakuin ini?" tanya Dhea dengan suara yang sangat dingin dan tatapan menakutkan.


Riri merasa ketakutan, tetapi memberanikan diri menantang Dhea.


"I-iya, emang kenapa?" ucap Riri


Dhea hanya diam dan menatap Riri dengan tatapan tajam.


"Seremm bangett"ucap riri dalam hati


"A-apasih lo, gw mau pulang. Bye" ucap Riri.


Riri yang sudah sangat ketakutan berlari pergi dari hadapan Dhea.


"fufh, terpaksa jalan kaki" ucap Dhea dalam hati.


.


Dhea berjalan pulang menuju ke kos an nya dengan menuntun sepeda nya.


Sa'at di perjalanan pulang, Dhea melihat ada preman yang sedang menghadang sebuah mobil dan membentak seorang gadis.


"Lagi ngapain tu orang" ucap Dhea dalam hati.

__ADS_1


Dhea yang kasihan melihat gadis itu pun menghampiri mereka.


Preman yang melihat Dhea mendekat berkata.


"mau apa lo?" tanya sang preman.


Dhea hanya diam.


"Jangan ikut campur urusan gw" ucap sang preman.


"Kak, tolongin aku" ucap gadis tersebut dengan tangisan.


"DIEM LO!" bentak preman tersebut.


preman tersebut mengangkat tangan berniat menampar gadis itu tetapi di gagalkan oleh dhea karena tangan sang preman di pegang oleh Dhea.


"Udah gw bilang jangan ikut campur" bentak sang preman.


"Jangan marah-marah om" ucap Dhea dengan dingin, dia menghempaskan kasar tangan sang preman.


"Alahh banyak bicara lo" ucap preman tersebut langsung menyerang Dhea.


Mereka berdua terlibat perkelahian, setelah beberapa menit ternyata preman tersebut kalah.


Gadis yang menjadi korban menghapus air matanya dan menghampiri Dhea.


"kakak gak papa?" tanya gadis yang menjadi korban.


"Gak papa" jawab Dhea


"Kak makasih ya udah nolongin aku, kenalin nama aku Reva" ucap sang gadis yang ternyata bernama Reva.


"Ya" jawab Dhea.


Gadis tersebut mengamati Dhea dari atas sampai bawah.


"Kakak orang yang tadi pagi kan?" tanya Reva.


Dhea hanya diam tetapi wajah nya menunjukkan ekspresi bingung.

__ADS_1


"Orang yang tadi padi nabrak aku di sekolah" ucap Reva memperjelas.


Dhea yang sudah mengerti berkata.


"iya".


"KAKKK" ucap Reva dengan nada berteriak.


Dhea hanya mengangkat alisnya tanda bertanya.


"Pipi kakak memar, obatin dulu!" ucap Reva dengan memegang pipi Dhea.


Reva langsung menarik tangan Dhea memasuki mobilnya.


Di dalam mobil, Reva langsung mengeluarkan kotak P3K dan mengobati memar yang ada di pipi Dhea. Dhea hanya terdiam.


Sa'at sedang mengobati, Reva membuka pembicara'an dengan bertanya.


"Nama kakak siapa?"


"Dhea" jawab Dhea.


"Kalau ngomong singkat banget sih kak" ucap Reva.


dhea hanya diam.


"kok diem aja sih? jangan-jangan kak Dhea marah" batin Reva bertanya-tanya.


Setelah selesai mengobati Dhea, Reva yang merasa canggung langsung merubah pembicara'an


"Kak Dhea mau kemana?" tanya Reva.


"Pulang" jawab Dhea.


"Kenapa tadi sepedanya nggak di naikin kak?" tanya Reva.


"Kempes"jawab Dhea.


"Oh gitu, Reva anterin aja ya kak?" tanya Reva.

__ADS_1


"Gak usah"jawab Dhea.


"Ayolah kak, sebagai ucapan terima kasih karna udah nolongin reva" bujuk Reva.


__ADS_2