Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
28


__ADS_3

Setelah memarkirkan motor miliknya, Aksa berlari menuju ke ruang kelas nya.


Sementara itu di waktu yang sama.


Di dalam ruang kelas Dhea, ada seorang murid laki-laki memakai kaca mata tebal memasuki kelas.


Murid tersebut mungkin adalah seorang adik kelas, dia berkata.


"Ma'af kak, tadi bu Ratna minta saya bicara sama kalian" ucap murid laki-laki tersebut.


Semua murid di kelas Dhea tidak ada yang menganggapnya.


"Gimana nih?" batin sang murid.


Dia hanya berdiri dengan menunduk.


dia tidak berani pergi karena belum menyampaikan amanah dari bu Ratna.


Dhea menghampiri murid laki-laki tersebut.


Walaupun dia seorang adik kelas, tinggi badan nya sama dengan tinggi badan Dhea.


"Ada apa?" tanya Dhea.


"Ini kakak kelas yang semua orang gosipin bersifat dingin kan?" batin sang murid.


"I-itu kak, tadi bu Ratna bilang sama aku.


salah satu perwakilan dari kalian harus mengambil buku di perpustaka'an sekolah. kalau bu Ratna datang ke kelas ini bukunya harus sudah ada"


"Hmm terima kasih" ucap Dhea meninggalkan kelas.


Murid tersebut juga keluar dari kelas Dhea.


"Memang kakak yang tadi dingin, tapi dia lebih baik dari teman-teman nya yang lain" batin sang murid.


Dhea berjalan ke arah perpustaka'an dan mengambil buku materi pelajaran yang akan di pelajari hari ini.


Dhea sedikit kesusahan sa'at membawa buku, karena buku yang ia bawa sangatlah banyak sampai bertumpuk sejajar dengan wajah nya.


Sa'at berjalan di lorong sekolah, tiba-tiba ada seseorang yang menabrak Dhea.


BRUKK.


Orang yang menabrak Dhea, Dhea dan semua buku-buku yang Dhea bawa terjatuh berserakan di lantai.


Dhea mengambil satu persatu buku-buku yang terjatuh.


Orang yang tadi menabrak nya juga membantu nya.


"Ma'af, saya tidak sengaja.

__ADS_1


saya sedang terburu-buru"


Dhea yang merasa familiar dengan suara orang tersebut langsung menoleh ke arah orang yang menabrak nya.


Orang yang menabrak Dhea juga melihat ke arah Dhea.


tatapan mereka bertemu.


"*D*hea" batin orang yang menabrak Dhea.


"*K*enapa dia terlambat lagi?" batin Dhea.


Dhea langsung menundukkan kepala, kembali membereskan beberapa buku yang masih berserakan.


"Ma'af Dhea, aku tidak sengaja.


aku sedang terburu-buru"


Orang tersebut ternyata adalah Aksa.


bukan nya menjawab apa yang Aksa katakan, Dhea malah memberikan sebagian buku yang berada di tangan nya kepada Aksa.


dhea langsung melanjutkan jalannya menuju kelas, meninggalkan Aksa di belakang.


Aksa mengejar Dhea.


dia berjalan di samping Dhea dan bertanya.


"Buku" jawab Dhea.


"Aku juga tahu" batin Aksa.


Aksa berjalan di belakang Dhea, dia mengikuti langkah Dhea karena mereka memang satu tujuan yaitu menuju ke kelas.


Aksa tidak bertanya lagi karena dia sedikit kesal dengan Dhea.


"Mungkin karena dia, hukuman ku akan semakin banyak" batin Aksa.


Sesampainya di kelas.


ternyata bu Ratna sudah berada di dalam ruang kelas.


Dia sedang duduk di kursi tempat duduk para guru.


Dhea dan Aksa memasuki kelas.


"Taruh di sini saja" ucap bu Ratna.


Dia menyuruh Dhea menaruh semua buku yang Dhea bawa di atas meja tempat nya duduk.


Dhea dan Aksa menaruh buku-buku nya.

__ADS_1


"Aksa, apa kau terlambat lagi?" tanya bu Ratna.


Seperti hal nya kemarin, Aksa tidak bisa menjawab pertanya'an bu Ratna.


"Dia membantu ku mengambil semua buku ini di perpustaka'an sekolah" ucap Dhea.


Aksa sedikit terkejut karena Dhea berbohong kepada bu Ratna.


Dia langsung menatap Dhea.


"Dia bisa berbohong?" batin Aksa.


Sementara Dhea, dia melanjutkan langkah nya dan duduk di kursi tempat duduknya.


"Aksa, cepat duduk" ucap bu Ratna.


"Baik bu"


Aksa duduk di tempatnya.


dari belakang, Aksa terus menatap Dhea. walaupun yang terlihat oleh matanya hanyalah punggung Dhea.


"Terima kasih" batin Aksa.


Bu Ratna membagikan buku-buku yang Dhea dan Aksa bawa kepada seluruh siswa-siswi yang ada di ruang kelas.


dan bu Ratna memulai materi pelajaran untuk hari ini.


.


Setelah pelajaran selesai, bu Ratna meninggalkan kelas dan di belakang nya di susul oleh para murid.


Sekarang di dalam kelas hanya tersisa Aksa dan juga Dhea.


Dhea baru saja selesai memasuk kan buku pelajaran nya ke dalam tas.


Aksa menghampiri meja Shea.


"Terima kasih untuk tadi pagi" ucap Aksa.


Dhea tidak menjawab Aksa, dia menggendong tas sekolah nya dan berjalan ke luar kelas.


Aksa mengikuti Dhea dan berjalan di samping Dhea.


"Masalah sepeda, nanti aku akan mengantar kan nya ke kos an mu" ucap Aksa.


"Nggak usah, lo cuman perlu ngasih tau gw di mana bengkelnya"


Setelah berucap demikian, Dhea mempercepat jalan nya dan meninggalkan Aksa.


"*M*ata mu terlihat seperti menyimpan banyak sekali masalah" batin Aksa, menatap punggung Dhea yang berjalan semakin menjauh dari nya.

__ADS_1


__ADS_2