Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
40


__ADS_3

setelah siska dan lina keluar dari cafe, ghibran meminta ma'af kepada semua pelanggan karena telah terjadi keributan yang mungkin sangat mengganggu mereka.


"semuanya, saya selaku pemilik cafe meminta ma'af untuk kejadian yang baru saja terjadi" ucapnya ramah dan tidak lupa senyuman manis yang keluar dari bibirnya.


"dhea, gantilah pakaian mu.


setelahnya datang ke ruangan ku dan kalian semua kembalilah bekerja" ucap ghibran.


dia kembali masuk ke dalam ruangan pemilik cafe.


salah satu karyawan perempuan menyerahkan pakaian yang akan dhea kenakan.


dhea mengganti pakaiannya di dalam toilet.


setelah dhea mengganti pakaian, dia memasuki ruangan ghibran.


sebelumnya, dhea sudah mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk.


ghibran mengizinkan nya dan langsung menyuruh dhea masuk ke dalam ruangan nya.


"apa kau mengenal orang yang tadi membuat keributan?" tanya ghibran.


"ya"


"apakah kau mempunyai masalah dengan nya?"


"saya tidak punya masalah, tetapi sepertinya dia yang punya masalah dengan saya" jawab dhea.


"maksud dhea mungkin orang yang tadi selalu mencari masalah dengan dhea" batin ghibran.


"baiklah, kau kembali lah bekerja" ucap ghibran dengan senyuman.


dhea keluar dari ruangan ghibran dan melanjutkan pekerja'an nya.


.


sementara itu, di waktu yang sama.


di rumah keluarga aksa.


aksa dan keluarga nya baru saja selesai makan siang, sekarang mereka semua sedang duduk di ruang keluarga.


papah hermawan membuka pembicara'an.

__ADS_1


"aksa, besok kau ikut papah menemui klien di perusaha'an. papah ingin kamu belajar"


"tetapi besok aksa berangkat sekolah pah" ucap aksa beralasan.


"papah sudah meminta izin kepada kepala sekolah"


aksa diam.


mamah anggita dan reva yang sedari tadi memperhatikan ikut berbicara membujuk aksa.


"kak, papahkan sudah meminta izin kepada kepala sekolah. jadi kamu ikut papah ke perusaha'an saja.


ini juga demi kebaikan kamu.


jika kamu terus menolak untuk belajar mengenai perusaha'an, nanti siapa yang melanjutkan bisnis keluarga?" ucap mamah anggita dengan lembut.


"iya kak, lebih baik kak aksa belajar dulu. nanti kalau reva butuh bantuan tinggal tanya sama kak aksa" ucap reva.


aksa yang mendengar perminta'an dari semua anggota keluarganya tidak bisa menolak lagi.


"aku selalu mengecewakan papah dan mamah karena menolak nya.


kali ini aku akan menyetujui nya dan aku akan berusaha belajar dengan baik" batin aksa.


papah hermawan, mamah anggita dan reva tersenyum bahagia mendengar jawaban aksa.


.


malam hari.


waktu jam kerja sudah usai, sekarang dhea sedang menaiki sepedanya pulang menuju ke arah kos an.


"kenapa aku merasa ketika menaiki sepeda ini terasa berbeda dengan sepeda ku yang lama?, apa karena habis di perbaiki?" batin dhea heran.


ketika dhea melewati jalanan yang sunyi, dia mendengar suara perempuan yang sedang menangis.


"suara apa itu? kenapa di jalanan sepi seperti ini ada suara orang menangis" batin dhea.


dhea terus mengayuh sepedanya dan suara tersebut juga semakin jelas terdengar di telinganya.


dhea sebenarnya ingin langsung pulang karena hari yang sudah malam, tetapi dia sangat penasaran dengan suara tersebut.


penglihatan dhea melihat ada sesuatu di bawah pohon yang cukup besar, sepertinya itulah yang sedari tadi mengeluarkan suara tangisan.

__ADS_1


"itu orang kan?" batin dhea.


ada seseorang yang duduk di aspal menggunakan pakaian berwarna putih dan di sampingnya terdapat sebuah motor matic yang tergeletak di aspal.


dhea menghampiri orang tersebut.


ketika sudah berada di samping orang tersebut, terlihat seorang gadis yang sepertinya berumur 14 tahun.


tiba-tiba perasa'an dhea merasa simpati.


"kamu kenapa?" tanya dhea.


gadis tersebut mengangkat kepalanya menghadap ke arah dhea.


"a-aku tadi nabrak pohon itu kak, terus jatuh" jawab sang gadis menunjuk pohon yang berada di depan motornya.


gadis tersebut menghapus air matanya, dia terlihat lega karena ada seseorang yang menghampirinya.


"aku sudah menangis di sini cukup lama tetapi tidak ada yang menolong ku, untungnya kakak ini datang ke sini" batin gadis tersebut.


dhea mengamati penampilan gadis yang berada di depannya.


dhea mengunci tatapannya pada kaki gadis tersebut.


"kakinya terluka"


sang gadis yang menyadari tatapan dhea ke arah kakinya menjelaskan.


"kaki aku tertindih motor terus kena aspal kak, makanya aku kesusahan berdiri dan cuma duduk di sini" ucap nya.


dhea tidak menjawab, dia membenarkan posisi motor milik gadis tersebut.


setelahnya, dhea mengulurkan tangannya ke arah gadis tersebut.


sang gadis menerima bantuan dari dhea dan berdiri dari duduknya, dia terlihat sedang menahan sakit.


"aku akan mengantarkan mu ke rumah sakit" ucap dhea.


"kakak bisa naik motor?".


dhea menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"tidak" jawab dhea.

__ADS_1


baru pertama kali nya dia terlihat bertingkah konyol di depan orang lain.


__ADS_2