
Siba-tiba ada suara klakson mobil dari arah belakang mobil Aksa.
"Mas, cepetan jalan.
jangan berhenti di tengah jalan" ucap pria paruh baya pemilik mobil yang membunyikan klakson.
"Iya pak, ma'af" ucap Aksa melihat ke belakang.
"Dhea, cepetan masuk" ucap Aksa.
Dhea yang lama menunggu angkutan umum tetapi tidak ada yang lewat, akhirnya menerima ajakan dari Aksa.
Setelah Dhea masuk ke dalam mobil, Aksa menjalankan mobilnya.
Di perjalanan menuju kos an Dhea, tidak ada pembicara'an di antara keduanya.
Sesampai nya di kos an.
Dhea turun dari mobil Aksa tanpa mengatakan apapun.
Dia langsung masuk ke dalam kos an nya.
Aksa juga kembali melajukan mobil pulang ke rumahnya.
.
Sa'at sampai di rumah, Aksa langsung masuk ke dalam kamarnya.
Karena bi Sri memberitahunya bahwa mamah Anggita dan Reva pergi bersama ke pusat perbelanja'an.
Sementara papah Hermawan belum pulang dari kantor.
Di dalam kamar, Aksa langsung menelepon Eder.
"Hallo tuan" ucap Eder.
"Apa kau sudah melakukan apa yang ku suruh?" tanya Aksa.
"Sudah tuan"
"Sekarang aku meminta tolong kepada mu
tolong kau datang ke apartemen milik ku yang di tempati oleh Riri, kau tanyakan kepadanya apa yang dia butuhkan. jika dia butuh sesuatu, kau yang membelikannya.
Untuk sekarang tugas mu menjaga keselamatan Riri dan memenuhi kebutuhannya" ucap Aksa.
"Baik tuan, saya akan lakukan"
"Terima kasih Eder" ucap Aksa.
"Sudah menjadi tugas saya tuan" jawab Eder.
Sambungan telepon terputus.
"*A*ku akan bersiap, nanti sore aku akan mengunjungi panti asuhan untuk memberi tahu bu Rani mengenai Riri" batin Aksa.
Dia mengambil handuknya dan masuk ke dalam kamar mandi.
.
__ADS_1
Sementara itu, di kos an Dhea.
Dhea sedang membuat surat pengunduran diri.
Dia ingin mengundurkan diri dari pekerja'annya, karena dia tidak ingin Cika juga bernasib seperti Riri.
"*Ak*u akan datang ke mini market dan memberikan surat pengunduran diri ini kepada kak Cika" batin Dhea.
Dia bersiap-siap.
Dhea mengenakan celana panjang berwarna hitam, kaos lengan pendek berwarna navy dan juga di tambah dengan mengenakan jaket jeans untuk luaran kaosnya.
.
Sesampainya di mini market.
Dhea langsung masuk ke dalam mini market.
Kasir mini market yang melihat Dhea, terus menatapnya.
Mata Dhea berkaca-kaca ketika mengingat Riri yang bekerja bersamanya.
"*D*hea, kamu harus kuat" batin Dhea.
Dhea berjalan menuju ke arah ruangan pemilik mini market.
Dia tidak bertanya karena sudah sangat hafal di mana tempatnya.
Di depan pintu ruangan, Dhea mengetuk pintu.
Tok tok tok.
"Masuk" ucap Cika dari dalam ruangan.
Cika yang melihat Dhea sedikit bingung, karena tadi siang ada yang memberitahunya bahwa Dhea izin tidak masuk bekerja.
"Dhea?"
Dhea menatap Cika dengan menahan air matanya.
"Kenapa kamu datang?
tadi siang ada yang meminta izin bahwa kau tidak berangkat bekerja hari ini" ucap Cika.
"*M*eminta izin?" batin Dhea.
Dhea terus saja diam.
dia berjalan menghampiri meja di depan Cika duduk dan menaruh sebuah amplop berwarna putih.
"Apa ini?" tanya Cika.
Dhea tidak menjawab.
Cika yang sudah tidak sabar menunggu jawaban Dhea langsung membuka nya.
Cika sangat terkejut.
Ketika melihat di dalam amplop yang Dhea berikan berisi surat pengunduran diri.
__ADS_1
"Apa maksud dari surat ini Dhea?" tanya Cika berdiri dari duduknya.
"*M*a'af kak" batin Dhea.
"Maksudnya sudah jelas, saya mengundurkan diri" jawab Dhea.
"Kenapa?" tanya Cika.
Dhea diam, dia tidak memberikan alasan mengapa ia mengundurkan diri.
"Permisi" ucap Dhea.
Dia langsung keluar dari ruangan Cika dan meninggalkan mini market.
.
Di lain tempat, Aksa sedang mengobrol di ruang tamu rumah panti bersama bu Rani.
"Ada apa nak Aksa?"
"Saya mau memberitahukan pada ibu, bahwa tempat kerja Riri di pindahkan" ucap Aksa berbohong.
"Sebenarnya ibu sudah tau nak, tadi pagi Riri menelepon ibu dan meminta izin" ucap bu Rani.
"Iya bu"
"Tetapi mengapa tempat kerja Riri di pindahkan dengan sangat mendadak?"
"Mungkin karena tempat di sana kekurangan pekerja bu" ucap Aksa.
"Iya yah nak".
Aksa melihat ke kiri dan ke kanan seperti sedang mencari sesuatu.
Bu Rani yang melihatnya pun bertanya.
"Ada apa nak Aksa?" tanya bu Rani.
"Itu bu, Ria dan anak-anak panti kenapa tidak terlihat?"
Bu Rani tersenyum.
"Sa'at menjelang adzan maghrib seperti sa'at ini, anak-anak panti berada di musholla" ucap bu Rani.
"*M*asyaAllah" batin Aksa.
"Musholla nya di mana ya bu?" tanya Aksa.
"Di belakang panti asuhan nak Aksa, tetapi harus berjalan beberapa langkah dari sini.
Sekarang ibu juga mau ke sana, nak Aksa mau ikut?"
"Boleh bu".
"Sebentar ya nak".
Bu Rani mengambil mukenah nya dan kembali ke ruang tamu.
"Mari nak" ajak bu Rani.
__ADS_1
"Iya bu"
Aksa berdiri dari duduk nya dan mengikuti bu Rani keluar dari rumah panti.