Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
20


__ADS_3

Aksa membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah buku dan juga pulpen.


Dia menuliskan sesuatu, dan menyobek bagian kertas yang terdapat tulisan yang ia tulis.


"Ini nomor telepon ku. jika kau menemukan fotonya, kirim ke nomor ini" ucap Aksa.


Aksa menyodorkan kertas yang ia pegang kepada Dhea.


Dhea menerima kertas yang di berikan oleh Aksa.


"Makasih.


gw pergi, Assalamu'alaikum" Dhea pergi meninggalkan Aksa.


"Wa'alaikum salam" jawab Aksa.


"Kenapa aku nolongin dia ya?, mungkin karena dia salah satu murid di sekolah milik keluarga ku" batin Aksa.


.


Aksa tidak pulang ke rumah nya, dia pulang ke apartemen.


Jika dia pulang ke rumah, pasti dia akan di marahi oleh mamah nya karena bolos sekolah.


Tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya, Aksa membeli sebuah apartemen yang berada di dekat sekolah.


Sementara Dhea, Dhea pulang ke kos an nya menaiki ojek.


Di dalam kos an, Dhea bingung mau melakukan apa.


karena baru pertama kalinya dia membolos dari sekolah.


Dhea membersihkan seluruh kos an.


Selesai membersihkan, Dhea berbaring di atas kasur dan memainkan hand phone nya.


"Oh iya.. gw harus cari foto yang di katakan oleh murid baru, semoga aja gw punya" gumam Dhea.


Dhea mencari foto tersebut di aplikasi tempat penyimpanan foto yang ada di hand phone nya.


"Ini dia" ucap Dhea.


Dhea menemukan sebuah foto yang mungkin tidak sengaja dia foto.


Gambarnya terlihat sedikit kabur, tetapi foto Dhea dan juga kalung yang ia kenakan masih terlihat.


Dhea mengambil tas sekolahnya dan mencari kertas yang di berikan oleh Aksa.

__ADS_1


"Mana tadi nomor kakaknya Reva" gumam dhea.


Dhea sebenarnya lupa siapa nama kakak nya Reva.


jadi, dia selalu memanggil aksa dengan sebutan kakaknya reva dan juga murid baru.


Setelah menemukan nomor telepon Aksa, Dhea mengirimkan foto nya ke nomor tersebut.


Setelahnya, Dhea mengisi waktu kosongnya dengan membaca buku-buku pelajarannya.


.


Di apartemen Aksa, Aksa sedang menonton televisi dan juga memakan camilan.


Dia belum mengganti pakaian seragam sekolahnya.


Aksa mendengar hand phone nya berbunyi, tanda bahwa ada pesan masuk.


Aksa mengambil hand phone yang ada di samping tempatnya duduk.


Dia membuka pesan yang masuk ke hand phone nya.


"Nomor tidak di kenal?" batin Aksa.


Aksa membuka pesan tersebut.


"Ini ternyata nomor Dhea"batin Aksa.


"Bahkan di dalam foto dia tidak tersenyum sama sekali.


mungkin foto ini di ambil tanpa di sengaja, fotonya sedikit buram" gumam Aksa.


.


Pada siang hari, jam pulang sekolah.


Aksa mengendarai mobil nya menuju ke sekolah, dia menghentikan mobilnya di parkiran sekolah.


Sebelum Aksa keluar dari dalam mobil, dia menunggu semua murid keluar dari sekolah.


Setelah beberapa lama menunggu, Aksa merasa sekolah sudah sepi.


tidak ada siapapun selain para guru, petugas, dan satpam.


Aksa keluar dari dalam mobil nya, dia berjalan menuju ke ruangan bu Ratna.


Di depan pintu ruangan bu Ratna, Aksa mengetuk pintu.

__ADS_1


Tok tok tok.


"Assalamu'alaikum" ucap Aksa.


"Wa'alaikum salam, masuk" ucap bu Ratna dari dalam ruangan.


"Kenapa kamu tadi pagi bolos?" tanya bu Ratna.


"Ma'af bu, tadi pagi saya ada kepentingan mendadak" ucap Aksa.


Tanpa Aksa sadari, dia mengatakan jika urusan nya mencari Dhea lebih penting dari pada sekolahnya.


"Baiklah, sekarang ada masalah apa kamu menemui ibu?" tanya bu Ratna.


"Saya ingin menunjuk kan bukti kalau kalung yang ibu sita tadi pagi adalah milik Dhea" ucap Aksa.


"coba tunjuk kan bukti milik mu" ucap bu


Ratna.


Aksa merogoh saku celana seragam dan mengeluarkan hand phone milik nya.


Aksa menunjuk kan hand phone nya yang terdapat foto yang di kirim kan oleh Dhea.


"Di foto ini terlihat bahwa Dhea sedang mengenakan kalung tersebut" ucap Aksa.


"Baiklah, terima kasih atas bukti yang kamu tunjuk kan" ucap bu Ratna.


Bu Ratna membuka tas nya dan mengambil sebuah kalung liontin.


"Ibu serahkan ini kepada mu, tolong berikan kepada Dhea. kalau bisa hari ini juga berikan kepada nya" ucap bu Ratna.


Aksa menerima kalung yang di berikan kepada nya.


"Terima kasih bu, saya pasti akan memberikan nya kepada Dhea" ucap Aksa.


"Ibu percaya sama kamu.


ooh iya, kenapa kamu tau kalau ibu menyita kalung?.


ketika kejadian, ibu tidak melihat kamu" tanya bu Ratna.


"Ada yang menceritakan kejadian ini kepada saya.


kalau begitu saya pamit ya bu, Assalamu'alaikum" ucap Aksa.


"Wa'alaikum salam" jawab bu Ratna.

__ADS_1


"Alhamdulillah..


aku bisa dapetin kalung Dhea dari bu Ratna, aku akan mengembalikan nya nanti sore" batin Aksa, wajahnya tersenyum bahagia.


__ADS_2