Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
26


__ADS_3

Aksa yang tidak mengerti hanya memberikan tangan nya kepada Ria.


Ria menggenggam tangan Aksa dan mencium punggung tangan nya.


"Kata ibu, kita harus menghormati orang yang lebih tua dari pada kita.


salah satunya mencium punggung tangan" ucap Ria.


Aksa mengelus kepala Ria.


"Kau sangat pintar" ucap Aksa tersenyum.


"Terima kasih kak" jawab Ria.


Bu Rani yang melihatnya juga merasa bangga kepada Ria.


"Kak Aksa pergi dulu ya" ucap Aksa.


"Hati-hati kak, dan jangan lupa ajak kak Dhea sama kak Cika main ke sini" ucap Ria.


"Iya" jawab Aksa.


Aksa mengenakan helm dan menaiki motornya kembali.


"Pamit ya bu, Ria.


Assalamu'alaikum" ucap Aksa tersenyum di balik helm yang ia pakai.


"Wa'alaikum salam" jawab bu Rani dan Ria.


Dari kaca spion motor yang sedang ia kendarai, Aksa melihat Ria yang melambaikan tangan kepadanya dengan sangat bersemangat.


"Dadah kakak ganteng" ucap Ria dengan suara keras.


Aksa meninggalkan panti asuhan.


dan sekarang dia sedang menyusuri jalanan dengan tujuan menuju ke mini market tempat Dhea bekerja.


Di perjalanan.


"Bu Rani pernah mempunyai seorang anak, sangat mirip dengan Dhea?.


tadi sewaktu ku tanyakan mengenali Dhea atau tidak dia langsung bertanya 'menemukan', apakah ini masalah yang berkaitan?" batin Aksa.


Selama di perjalanan, Aksa terus saja memikirkan masalah yang bu Rani katakan.


Sampai dia tidak menyadari kalau mini market yang mau ia datangi sudah berada di depan mata nya.


Aksa menghentikan motornya di tempat parkiran.


dia membuka helm yang ia pakai dan berjalan memasuki mini market.

__ADS_1


Di dalam.


Aksa melihat Dhea.


Dhea terlihat sedang bekerja dan mengenakan seragam yang sama dengan pegawai lainnya.


"Dhea, apakah selama ini orang tersebut selalu meneror mu?" batin Aksa.


Dia menatap Dhea dengan tatapan sedih.


Aksa berjalan ingin menghampiri Dhea.


"Ridak Aksa, tujuan mu bertemu dengan orang yang bernama Cika dan Riri" batin Aksa.


Aksa menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah meja kasir.


Dia bertanya kepada kasir mini market yang sedang melayani pembeli.


"Ma'af mba, saya mau bertanya" ucap Aksa.


"Silahkan mas" jawab seorang kasir.


"Saya ingin bertemu dengan pemilik mini market ini, apakah bisa?" tanya Aksa.


"Bisa mas, mas tunggu sebentar"


Kasir tersebut pergi dari kasir dan memanggil teman kerjanya untuk membantu Aksa, karena dia harus melayani banyak pembeli.


"Ri, tolong beritahu kak Cika ada yang ingin bertemu dengan nya, dan juga antarkan mas ini ke ruangan kak Cika"


"Iya mba" jawab Riri.


"Mari mas"


Riri berjalan di depan dan Aksa mengikutinya dari belakang.


Sa'at Aksa dan Riri sedang berjalan ke arah ruangan Cika, mereka berpapasan dengan Dhea.


"Hai Dhea" ucap Riri menyapa Dhea.


Dhea tidak menjawab apapun.


Riri juga tidak mempermasalahkan nya, karena dia sudah terbiasa dengan sifat dingin yang di miliki oleh Dhea.


"Apakah Eder salah melapor? Dhea terlihat tidak peduli dengan sapa'an Riri.


dan juga dia tidak terlihat peduli ketika melihat ku" batin Aksa.


Ketika melihat Aksa, ekspresi Dhea terlihat seperti mereka berdua adalah orang asing.


"Kenapa anak baru ada di sini? mungkin mau beli sesuatu" batin Dhea bertanya dan juga menjawab pertanya'an nya sendiri.

__ADS_1


Riri dan Aksa berjalan sampai ke ruangan pemilik mini market.


"Mas tunggu di sini sebentar, saya akan memberitahu kak Cika" ucap Riri.


Riri membuka pintu ruangan dan memasukinya.


Sementara Aksa berdiri menunggu di luar ruangan.


Tidak lama kemudian, Riri keluar dari ruangan pemilik mini market.


"Silahkan masuk mas"


Bukannya masuk, Aksa malah bertanya kepada Riri.


"Apa kamu orang yang bernama Riri?" tanya Aksa.


"Iya, ada yang bisa saya bantu mas?"


"Saya ingin berbicara dengan mu dan juga pemilik mini market ini"


"Saya mas?" Riri menunjuk dirinya sendiri.


"Iya"


"Baiklah mas, silahkan masuk"


Aksa memasuki ruangan dengan Riri yang berada di belakang nya.


"Ada yang bisa saya bantu mas?" tanya Cika.


"Ma'af mba, saya ingin berbicara dengan mba Cika dan juga mba Riri"


Cika dan Riri saling pandang dan kembali menatap wajah Aksa.


"Silahkan duduk" ucap Cika.


Aksa duduk di kursi di depan meja Cika, dan Riri duduk di kursi di samping Aksa.


"Perkenalkan, nama saya Aksa Adhitama"


"Nama saya Cika, dan ini Riri" ucap Cika.


"Saya mau bertanya, apakah kalian berdua mengenal orang yang bernama Dhea?"


"Kami kenal" jawab Riri dan Cika bersama'an.


"Apa kalian kenal dekat dengan nya?"


"Memangnya ada apa ya mas?" tanya Cika.


"Saya sedang ada urusan dengan orang yang bernama Dhea" jawab Aksa berbohong.

__ADS_1


"Kami tidak terlalu dekat" ucap Cika mewakili.


__ADS_2