
Di dalam ruangan, Nira masih saja melihat Ghibran yang sedang duduk di atas kursinya.
di depannya terdapat sebuah laptop dan juga banyak kertas.
"Kak"
"Iya" jawab Ghibran, tetapi pandangan nya masih melihat ke arah kertas yang sedang ia pegang.
"Nira mau tanya, tapi ngeganggu apa ngga?"
"Tanya ajah"
"Kakak yang di sana namanya siapa?" tanya Nira.
Ghibran mengangkat kepalanya menatap ke arah Nira.
"Kakak siapa?"
"Kakak yang karyawan nya kak Ghibran"
"Karyawan kak Ghibran yang mana?"
"Ntar deh, kalau kita mau pulang aku tunjukin" ucap Nira.
"Yaudah, kak Ghibran mau lanjut kerja.
Nira kalau udah pengen pulang kasih tau kak Ghibran"
"Iya kak..
Nira mau keluar lagi" Ucap Nira pergi dari ruangan Ghibran.
Dan Ghibran melanjutkan pekerja'annya.
.
Beberapa jam kemudian, di ruangan Ghibran.
"Kak, Nira udah bosen banget nungguin di sini" ucap Nira.
Ghibran menatap ke arah Nira.
"Iya, kakak beresin ini sebentar terus kakak anterin kamu pulang"jawab Ghibran.
Setelah selesai membereskan kertas-kertas dan menutup laptop nya yang berada di meja kerja, Ghibran berdiri dari duduknya dan menghampiri Nira yang sedang duduk di sofa memainkan handphone nya.
"Yuk pulang" ucap Ghibran tersenyum.
"Ayo".
Ghibran dan Nira keluar dari ruangan.
Nira yang masih penasaran dengan nama orang yang menolongnya langsung bertanya kepada Ghibran.
"Kak, karyawan kakak yang itu namanya siapa?" tanya Nira menunjuk Dhea.
Ghibran melihat arah yang di tunjuk oleh Nira, matanya melihat Dhea yang sedang memberikan buku menu kepada pelanggan di salah satu meja.
"Namanya Dhea"jawab Ghibran.
"Oohh namanya kak Dhea" batin Nira.
Mereka berdua berjalan keluar cafe.
__ADS_1
Di dalam mobil.
ketika Nira sedang memasang sabuk pengaman, Ghibran bertanya.
"Memangnya kenapa kamu ingin tau nama karyawan kak Ghibran yang tadi?" tanya Ghibran.
"Mau tau ajah apa mau tau banget?" tanya Nira.
"Gak jadi tanya deh" ucap Ghibran berpura-pura kesal.
Dia menjalankan mobilnya.
"Jangan ngambek dong kak..
yaudah aku kasih tau, Kakak yang tadi itu orang yang nolongin aku" ucap Nira.
"Memang kamu kenapa?" tanya Ghibran melihat ke arah Nira dan kembali menatap ke arah depan.
"Aku jatuh dari motor kak, nabrak pohon" jawab Nira.
"Kamu udah di bolehin naik motor?
setau kakak kamu belum belajar naik motor"
"Maka dari itu, aku lagi belajar naik motor kak.
tapi aku gak izin sama papah soalnya papah nggak ngizinin" ucap Nira.
"Jangan nekat begitu lagi Nira, kalau kamu kecelaka'an terus parah gimana?" ucap Ghibran.
"Iya kak, Nira juga udah minta ma'af sama papah"
.
Sesampainya di depan rumah keluarga Ghibran, Nira dan Ghibran turun dari mobil dan memasuki rumah.
"Wa'alaikum salam" jawab beberapa asisten rumah tangga.
"Bunda mana bi?" tanya Ghibran kepada salah satu asisten rumah tangganya.
"Tadi saya melihat nyonya masuk ke kamar den"
"Makasih bi"
"Iya den, kalau begitu bibi permisi"
"Iya bi"
Setelah asisten rumah tangga tersebut pergi, Ghibran berbicara kepada Nira.
"Nira, kak Ghibran mau balik ke cafe"
"Iya kak, Nira juga mau ke kamar tante Karina"
Nira mencium punggung tangan Ghibran.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam"
Ghibran pergi menaiki mobilnya kembali ke cafe dan Nira berjalan memasuki kamar tante Karina.
Di dalam kamar, Nira tidak melihat orang yang sedang ia cari.
__ADS_1
"tante mana ya?"
"Tante" panggil Nira.
"Iya" jawab Karina yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
Nira menghampiri tante Karina dan mencium punggung tangan kanan nya.
"Assalamu'alaikum tante" ucapnya dengan senyuman.
"Wa'alaikum salam.
Nira? kok udah pulang?"
"Iya tant..
tadi aku minta di anterin pulang sama kak Ghibran, soalnya nunggu di sana bosen banget" ucap Nira.
Tante Karina tersenyum.
"Terus kak Ghibran nya mana?" tanya Karina.
"Kak Ghibran balik lagi ke cafe"
Nira memperhatikan Karina dari atas sampai bawah, terlihat di wajah tantenya masih basah karena air.
"Tante mau ngapain?" tanya Nira.
"Tante mau sholat Ashar, Nira udah sholat?" tanya Karina.
"Belum tant he he" jawab Nira cekikikan.
"Yaudah, kamu wudhu dan kita sholat Ashar berjama'ah" ucap Karina.
"Siap tant" jawab Nira, dia membentuk sikap hormat.
Kemudian Nira berjalan memasuki kamar mandi yang ada di kamar tante Karina.
Selesai berwudhu, Nira keluar dari kamar mandi dan dia melihat tante nya yang sudah mengenakan mukenah lengkap.
"Tante, aku udah wudhu"
"Iya, ini mukenah buat kamu pakai" tante Karina menyerahkan mukenah berwarna putih kepada Nira.
"Makasih tant"
Nira mengenakan mukenahnya dan mereka berdua melaksanakan sholat Ashar berjama'ah yang di imami oleh tante Karina.
Setelah sholat, Nira menunggu sambil mengikuti tante nya yang sedang berdzikir dan berdo'a.
Selesai itu, tante Karina berdiri dari duduknya dan mengambil sesuatu di dalam lemari.
Nira melihat tantenya kembali berjalan ke arahnya dengan membawa sebuah Al-Qur'an.
"Nira, tante mau mengaji sebentar ya"
"Iya tant, Nira juga mau dengerin tante ngaji" jawab Nira tersenyum.
Tante Karina mulai mengaji dan Nira mendengarkan nya dengan seksama.
"Jika ibu ku masih hidup mungkin akan sangat menyenangkan, tetapi tante Karina juga sudah seperti ibu ku sendiri.
dia juga pernah bilang kalau aku boleh menganggap nya sebagai ibu..
__ADS_1
Aku merasa kak Ghibran sangat beruntung karena memiliki ibu seperti tante Karina" batin Nira.
Wajahnya tersenyum menatap orang yang berada depannya yang sedang mengaji dengan suara merdu.