Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
12


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Aksa membuka suaranya.


"Dhea, kenapa tiga minggu yang lalu kamu mengancam Reva? tetapi kemarin kamu malah menolong Reva" tanya Aksa.


"Bukan urusan mu" jawab Dhea.


"Tentu saja itu urusan ku, Reva adalah adik ku" jawab Aksa.


"Kemarin gw cuman kebetulan lewat" ucap Dhea.


"Tetapi kenapa kau menyempatkan diri untuk menolong Reva?"


"Karena Reva sedang dalam kesulitan, mengapa aku tidak menolong nya" batin Dhea.


Aksa yang tidak bisa mendengar batin Dhea, dia merasa Dhea hanya diam. karena Dhea tidak mengucapkan ucapan nya dari mulut, dia hanya berucap di hati nya.


"Jadi es lagi" batin Aksa.


Selama perjalanan menuju kos an Dhea, mereka berdua hanya terdiam.


Aksa juga tidak bertanya di mana alamat tempat tinggal Dhea, karena dia sudah pernah ke kos an Dhea sa'at menjemput Dhea untuk datang ke rumah nya.


#


Sesampainya di depan kos an Dhea, Aksa menghentikan mobilnya.


"Terima kasih" ucap Dhea.


"Ya" jawab Aksa.


Dhea membuka pintu mobil dan keluar dari mobil Aksa.


"Sepeda gw gimana?" tanya Dhea.


"Orang bengkel akan memperbaiki nya, jika itu bisa di perbaiki.


Aku akan memberitahu mu jika sudah selesai di perbaiki" ucap Aksa.

__ADS_1


"Ya" jawab Dhea.


"Aku pergi dulu, Assalamu'alaikum" ucap Aksa, menjalankan mobil nya meninggalkan Dhea.


"Wa'alaikum salam" ucap Dhea pelan, berjalan memasuki kos an.


.


Aksa mengemudikan mobil milik nya menuju ke rumahnya.


Sesampainya di rumah ia di sambut oleh bi Sri.


"Selamat sore den Aksa" ucap bi Sri.


"Selamat sore bi" jawab Aksa.


Aksa memasuki rumah nya dan menaiki tangga berjalan dengan tujuan ke kamarnya.


Ketika Aksa melewati kamar Reva, dia berpapasan dengan Reva yang sedang berjalan keluar dari kamar.


"Kak Aksa kok baru pulang?" tanya Reva.


Reva yang mendengar nama Dhea menjadi sangat antusias.


Dia langsung melontarkan banyak pertanya'an kepada Aksa.


"Kak Dhea? beneran kak? kok bisa? gimana ceritanya?" tanya Reva.


"Nanya nya satu-satu dong dek" ucap Aksa, tersenyum.


"Reva sepertinya sangat antusias ketika mendengar nama Dhea" batin Aksa.


"Yaudah lah kak, cepetan jawab" ucap Reva.


"Ceritanya tuh..


tadi pulang sekolah di parkiran, kakak liat kak Dhea berdiri di depan sepeda, tapi sepedanya rusak. trus kakak samperin" ucap Aksa.

__ADS_1


"Sepeda kak Dhea rusak? kok bisa sih kak?" tanya Reva.


"Kakak juga tanya sama kak Dhea, tapi katanya dia nggak tau kenapa sepeda nya tiba-tiba rusak" ucap Aksa.


"Jangan-jangan yang ngerusakin sepeda kak Dhea itu kak Siska kak, yang kemarin ngebully Reva" ucap Reva.


"Hmm bisa jadi" ucap Aksa.


"Nanti aku akan cari tau masalah ini" batin Aksa.


"Terus kok bisa kak Dhea mau di anterin kak Aksa?" tanya Reva.


"Makak bilang ke kak Dhea kalau kakak mau bicara" jawab Aksa.


"Terus kakak bicara apa?" tanya Reva.


"Makak mau coba tanya-tanya ke dia, kenapa kemarin dia nolongin kamu padahal tiga minggu yang lalu dia ngancem kamu" jawab Aksa.


"Kak, Reva yakin kak Dhea nggak mungkin ngelakuin itu" ucap Reva.


"Tapi belum ada bukti yang membuktikan kalau ucapan kamu benar dek" ucap Aksa.


"Baiklah, lalu bagimana dengan sepeda kak Dhea?" tanya Reva.


"Kakak menyuruh orang untuk mengambilnya di sekolah dan memperbaikinya" jawab Aksa.


"Emang masih bisa di perbaiki kak?" tanya Reva.


"Kakak juga tidak tau, sepertinya sepeda itu sudah rusak parah" jawab Aksa.


"Kak, kita belikan saja sepeda baru untuk kak Dhea" ucap Reva bersemangat.


"Kenapa kamu sangat memperdulikan Dhea?" tanya Aksa.


"Aku hanya merasa yakin kalau kak Fhea orang baik" jawab Reva.


"Jika keyakinan kamu salah?" tanya Aksa.

__ADS_1


"Entahlah kak, aku sangat yakin kalau kak Dhea orang baik" jawab Reva.


"Entah kenapa kakak juga merasa yakin dek kalau Dhea bukan orang jahat, hanya saja seperti nya ada banyak hal yang tidak kita ketahui dari kehidupan nya" batin Aksa.


__ADS_2