AKU BUKAN ANAK HARAM

AKU BUKAN ANAK HARAM
par 10 kemarahan Airy 2


__ADS_3

Mohon dukungannya🙏🙏🙏


❤️Selamat Membaca❤️


''Awas saja kalau kau pulang,akan ku buat kau menyesal karna sudah berani melanggar


peraturan yang pernah ku buat''.geram Airy dengan tagan terkepal menahan kesal.


Pukul lima sore Aluna belum juga menampakkan batang hidungnya.


Sementara disalon.


''Kakak''.panggilan Aluna membuat Alvin mendongakkan kepalanya.


''Deg''.


"Ternyata apa yang aku pikirkan benar kalau Aluna itu sebenarnya cantik,sangat cantik.tapi wajahnya yang tidak terawat membuatnya menjadi itik siburuk rupa".


"Kak ayo pulang udah sore Kak".


"Hah iya ayo".Alvin langsung gelagapan saat tagannya digoyang-goyang Aluna untuk mengajaknya pulang.


Sepanjang perjalanan tak ada yang bersuara' hanya deru mobil yang menemani perjalanan mereka.


Alvin POV


Entah apa yang merasuki hatiku saat ini,Aluna''. nama yang mampu membuat hatiku terusik.berkali-kali aku meyakinkan diri bahwa aku hanya menyayangi Aluna seperti Adikku sendiri.


Mungkin-kah jika aku menyayanginya sebagai Adikku''?.. lalu kenapa Aku selalu ingin mengecup dan ******* habis bibir tebal namun terkesan **** itu,saat aku melihatnya terus berceloteh.


Awalnya kupikir Aluna gadis yang pendiam. namun setelah kudekati lebih jauh, ternyata dia gadis yang sangat cerewet.


Aku tau Mama akan marah besar jika tau aku baik padanya, namun lagi-lagi aku hanya melakukan hal yang wajar dilakukan seorang Kakak pada adiknya.


Entahlah untuk saat ini akan kubiarkan perasaan ini mengalir sebagai mana mestinya, karna ku yakin' seorang Alvin tak akan mungkin menyukai wanita seperti Aluna.


Tarlalu lama melamun membuatku tidak menyadari bahwa mobil yang ku kendarai kini sudah sampai didepan rumah.bahkan kini kulihat wajahnya sudah pucat pasi.


Kenapa dia setakut itu ''?..aku yakin Mama tak akan sekejam itu padanya, meskipun ku tau Mama sama sekali tidak menyukainya.namun aku yakin Mama ku bukan lah orang yang kejam.


"Sayang kamu sudah pulang"?.Airy langsung memeluk tubuh tegap putranya saat melihat putranya beru saja keluar dari mobil


Namun detik berikutnya manik matanya menagkap Aluna yang juga keluar dari mobil yang sama.seketika itu juga rahang Airy langsung mengeras.


Bahkan Aluna sama sekali tidak berani menggankat kepalanya karna takut.


"Ayo Ma masuk".sengaja Alvin tidak memperdulikan Aluna, karna doi masih ingat tentang peringatan sang Mama untuk tidak dekat-dekat dengan Aluna.


"Kenapa Aluna bisa bersama mu Alvin"?. Airy bertanya saat mereka melangkah memasuki rumah.


"Oh itu''!!! tadi kebetulan Alvin lihat Aluna jalan Kaki. jadi Ya''... sekalian Alvin bawa pulang. kan serumah juga''.


''Ya sudah Ma Alvin keatas dulu".


''Iya sayang''.


Setelah Airy melihat Alvin masuk kedalam kamar.Airy langsung menatap tajam kearah Aluna


"Heh mau kemana kamu"?.tanya Airy saat melihat Aluna akan melangkah pergi.


"Aluna mau keatas Ma".


"Eeeiitt enak banget kamu ya''?.. ikut saya sekarang".Airy langsung menarik tagan Aluna dan membawa wanita muda itu menuju Paviliun yang ada dibelakang rumah.


"Ampun Ma sakit".Aluna langsung meringis menahan sakit, saat tagannya ditarik dengan kuat oleh Sang Mama.

__ADS_1


"Hiks..hiks..sakit".


"Diam kamu ya"?.Airy berbicara sambil berbisik.dirinya takut jika Aluna terus bersuara maka Alvin atau bahkan suaminya akan mendengarnya.


"Bruk"


"Aaaawwww sakit Ma".Aluna langsung meringis dan mengusap punggungnya yang sakit akibat didorong Airy dengan kasar untuk masuk kedalam paviliun.setelah pintu berhasil iya buka kemudian dengan cepat wanita itu menutupnya kembali.


"Aaarrrggg sakit Ma".jeritan pilu seorang Aluna bagaikan hiburan untuk seorang Airy.


"Kau sudah kuingatkan anak haram,kenapa kau tak mau mendengarkan ku"?.


"Ampun Ma"?.


"Ampun kau bilang cih''. aku sangat membencimu Aluna, aku membencimu".sudah berapa kali ku katakan aku memebncimu' anak haram".


Kini air mata Aluna sudah tidak tertahan lagi perlahan buliran bening itu mulai membasahi wajahnya.


"Sekali lagi kuingatkan kau anak haram,jagan pernah kau dekati putraku. jika kau berani mendekatinya makan kau akan merasakan yang lebih parah lagi.


"Plak...plak...plak".


"Aaarrrggg".sakit Ma".Aluna langsung meringkuk menahan sakitnya meteran panjang yang kini menghingapi tubuh ringkihnya.


"Kau dengarkan ''?..aku sangat membencimu' benci''. kenapa kau tak mati saja Aluna"?..


"Plak..plak..plak".


"Ya Allah sakit Ma".jeritan pilu seorang gadis malang ,sama sekali tidak Airy hiraukan. wanita itu bagai kesetanan memukuli tubuh ringkih Aluna tampa bekas kasih sedikit-pun.


"Aluna''. Hey...hey...".Airy menepuk-nepuk pipi Aluna saat melihat remaja yang sangat iya benci itu sudah mulai kehirangan kesadaran.


"Hey".haduh lu jagan mati disini".lirihnya panik . bahkan wajahnya sudah pucat.kemarahan yang tadinya mengebu-gebu kini sudah berganti dengan wajah pucat karna takut.


"Ma maafkan Aluna Ma".rintihan kecil yang keluar dari mulit Aluna membuat Airy bisa bernafas lega.


"Sukurlah".lirihnya kemudian bangkit berdiri dan melangkah pergi.tak lupa wanita itu mengunci kembali pintu Paviliun.


''Papa''.rintihan kecil yang keluar dari mulut seorang gadis yang kini setengah sadar, merasakan punggungnya yang teramat sakit.


******


Saat makan malam tiba.


Semua keluarga sudah berkumpul,hanya Aluna yang belum menampakkan batang hidungnya disana,membuat Alvin mau pun Aiden bertanya-tanya.


''Aluna mana Ma''?.tanya Aiden sambil menatap Istrinya yang hanya duduk dengan santai seperti tidak ada kejadian.


''Mana kutahu''.ketusnya sambil mengambilkan nasi untuk suaminya dan juga putranya.


''Mau kemana Pa''?.tanya Airy saat melihat suaminya malah berdiri dan melangkah menuju kamar atas.


Aiden tak menjawab iya terus melangkah menaiki tangga.


''Aluna''.panggil Aiden sambil mengetuk pintu kamar.


Namun tak ada jawaban.


''Aluna sayang,buka pintunya Nak''?.masih tak ada jawaban.


******


''Kemana lagi sih Pa''?.kesal Airy karna Aiden bolak-balik dari atas kebawah tampa makan malam terlebih dahulu.


Aiden tak menjawab. raut wajahnya jelas terlihat kekawatiran.

__ADS_1


''Bik..bibik''...


''Iya tuan''.jawab bik Atun sambil berlari dengan tergopoh-gopoh.


''Kunci cadang kamar Aluna mana Bik''?.


Mendengar pertanyaan sang suami membuat wajah Airy langsung pucat,bahkan tagannya kini sudah berkeringat dingin.


''Mama kenapa Ma''?.tanya Alvin sambil menatap Mamanya heran.


''Mama ngak apa -apa kok sayang, ayo makan''.jawabnya sambil berusaha setenang mungkin. agar putranya tidak menaruh curiga pada dirinya.


''Iya Ma''.Alvin makan dalam diam.namun dirinya juga heran, kenapa adiknya itu sedari mereka pulang sampain sekarang belum kelihatan''?.


Mungkinkah Aluna ketiduran karna kelelahan''?


''Pa udah dong Pa''. Aluna itu lagi tidur Pa, mungkin dia kelelahan karna baru saja pulang tadi sore bersama Alvin. iya kan sayang''?.Airy langsung berlari mendekati Aiden saat melihat suaminya akan naik kembali sambil membawa kunci cadangan.


''Benaran Vin''?.tanya Aiden sambil menatap Alvin sekilas.


''Benaran Pa''.jawab Alvin singkat karna memang itu kenyataannya.


''Tu kan sayang, apa yang Mama bilang itu benar,mungkin Aluna masih tidur''.


''Ayo sayang makan malam dulu,nanti kalau Alunanya lapar dia juga akan turun buat makan''.akhirnya Aiden hanya menurut saja dan duduk dikursi makan.


Makan malam pun dimulai.


Tepat pukul sepuluh malam saat Alvin sudah naik kekamar atas begitu juga dengan Aiden.


''Aman''. gumam Airy saat mengetahui suaminya sudah terlelap dalam tidurnya tepat pukul sebelas malam itu.


Perlahan kakinya melangkah keluar kamar.kepalanya melihat kekiri dan kekanan. untuk memastikan bahwa situasi aman. kemudian dengan pelan Airy membuka pintu utama dan melangkah dengan pelan menuju Paviliun.


''Krek''.


Saat sampai didepan pintu paviliun Airy langsung membuka pintunya.


Manik matanya langsung menagkap tubuh Aluna yang kini masih tergeletak ditempat yang sama.


''Aluna bangun hey''.Airy mengoyang-goyangkan tubuh Aluna mengunakan ujung kakinya membuat tubuh lemah itu perlahan bergerak.


Mata Aluna perlahan terbuka, sejurus kemudian manik matanya menagkap Mamanya yang kini berdiri dengan angkuh sambil menatapnya penuh kebencian.lampu paviliun yang selalu hidup membuat Aluna bisa melihat dengan jelas.


''Mama maafkan Aluna Ma''.lirih Aluna sambil merangkak dan bersujut dibawah kaki seorang nyonya Airy.


''Sudah lah, ayo masuk. ingat ya anak haram''!!! jagan pernah kau katakan tentang semua ini pada siapa pun, kau dengar itu''?.


''Dengar Ma''.lirih Aluna saat merasakan cengkraman kuat pada pipinya.


''Dan ingat baik-baik perkataanku, jagan pernah kau dekati putraku atau pun suamiku, karna kau tak pantas untuk mereka. kau manusia hina, tidak akan pantas bila hanya berdiri disamping keliarga Addison''.


Ucapan pedas penuh hinaan sudah biasa untuk Aluna, itu lah penyebab dirinya selalu takut untuk bersentuhan dengan keluarga ini, namun hati kecil seorang Aluna tetap membutuhkan kasih sayang, yang terkadang membuatnya lupa akan rasa sakit yang bisa saja iya dapatkan.


"Kau dengar Aluna"?.


🌹🌹🌹🌹


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen


Makasih.


Bay..bay...😘😘😘😘


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2