AKU BUKAN ANAK HARAM

AKU BUKAN ANAK HARAM
par 47


__ADS_3

Aku langsung gelagapan saat Papa bertanya tentang sekolahku. bahkan beliau juga bertanya aku akan melanjutkan kuliah dimana''?.


''Kok diam''?.sudah ada rencana belum''?.Papa lagi-lagi bertanya padaku sambil menarikku agar lebih dekat padanya.


''Ada apa Pa''?.


Hufh''.untung saja Kakak cepat datang jika tidak habis lah aku,aku paling tidak bisa berbohong.jika diri ini berbohong maka Papa akan sangat mudah mengetahunya,karna sedari kecil dirinya lah yang selalu menemani diriku, jadi tidak heran jika dia tau segalanya mengenaiku.


''Ngak''. Papa mau nanya sebentar lagi kan Adik kamu lulus sekolah''.Papa bebicara sambil meraih kopi yang disodorkan suamiku.


''Trus''?.


''Trua ya''. Papa mau tau Adik kamu mau lanjut kuliah dimana''?.jawab Papaku lagi sambil menyeruput kopi buatan putranya.


''Enak Pa''?.


''Lumayan''.jawab Papa singkat sambil menatap susu yang disodorkan Alvin tepat didepan diri ini.


''Wah ngak nyangka Kakak kamu perhatian juga sama Adiknya''?.


''Iya dong Pa.Luna kan Adik Alvin satu-satunya''.


Soty memang laki-laki ini,dirinya bahkan dengan gampangnya berbohong.aku yang tidak bisasa bebohong bahkan sudah gemetaran.


''Hem''.bagus lah itu artinya Papa tidak perlu kawatir lagi sama adik kamu''.


''Maksud Papa''?.


''Ya''. biasanya kalau Papa keluar kota, hati Papa tidak pernah tenang, ninggalin Adik kamu dirumah.tapi sekarang Papa sudah merasa lega, karna ada kamu yang jagain anak perempuan Papa satu-satunya ini''.


Hati ini rasanya menclos mendengar semua ucapan Papa ,segitu sayangnya Papa dengan diriku,maafkan Luna yang mungkin nanti akan membuat Papa kecewa''?.batinku sambil memeluk Papa dari samping.yang dibalas Papa dengan usapan lebut dikepala ini.


''Luna sayang Papa''.


''Papa juga sayang kamu Nak''.


''Ah''..kenapa Alvin jadi terasingkan seperti ini''?.keluh suamiku sambil mengerucutkan bibirnya membuat aku dan Papa tergelak karna ulahnya.


''Peluk''.


Pintanya padaku saat melihatku sedari tadi ada dipelukan Papa.


''Eh''.mau dipeluk sama siapa''?.


''Sama Papa''.


''Oh''. kirain sama Adik kamu''.


''Kalau sama Luan memangnya kenapa''?.


"Ngak boleh kalian bukan mahrom".


"Hufh".aku menarik nafasku panjang. Papa tidak tau saja bahkan kami sudah pernah melakukan lebih dari sekedar pelukan.


"Ya sudah ayo sini peluk Papa".Alvin langsung melangkah mendekatiku dan Papa.dirinya langsung merangkuh diri ini dan juga Papa kedalam dekapannya.


Nyam sekali'saat berada dipelukan orang-orang yang kita kasihi.andai Mama bisa menerimaku pasti semuanya akan menjadi lebih baik.

__ADS_1


Hampir pukul delapan malam Papa baru pulang kerumah.bahkan kami memutuskan untuk makan bersama,bukan diriku yang menasak, tapi Alvin yang menawarkan diri untuk memasak dan memgajak Papanya untuk makan disini.aku sebenarnya ingin membantu namun tidak sedikitpun laki-laki itu mengizinkanku untuk membantu dirinya,alhasil aku hanya duduk menemaninya didapur. sementara Papa dirinya duduk diruang tamu sambil menonton pertandingan bole kesukaaannya.


"Kak".aku menjerit lirih saat diri ini langsung diangkat dan dibawa melangkah menuju kamar. setelah kami berdua mengantarkan Papa didepan pintu dan mengunci pintu utama setelah memastikan beliau sudah menjauh.


"Luna mau dibawa kemana Kak"?.


"Kekamar sayang istirahat".


"Tapi Luna bisa jalan Kak".


"Abang tau".


"Ya udah turunin Luna Kak".


Alvin sama sekali tidak mengindahkan permintaanku dirinya tetap membawa diriku kekamar, bahkan dirinya mambawaku kekamar mandi.


Membantuku mengosok gigi,cuci kaki,cuci muka setelah selesai lagi-lagi Alvin mengangakat tubuh ini.


"Tunggu disini sayang, Abang ambilkan pakaian kamu".


Aku hanya menganguk pasrah.karna percuma juga aku perotes toh sama sekali tidak akan didengarnya.


Selesai berganti pakaian aku dan dirinya berbaring sambil berpelukan.malam yang dingin menjadi hangat,karna dirinya sama sekali tidak melepaskan ku dari dekapan hangatnya.


Pukul empat subuh aku sudah terbangun,kutatap wajah teduh sumiku yang masih terlelap.dengkuran halus menemani damai tidurnya.


Aku tersenyum sendiri sambil meneliti wajah putih bersih suamiku.


Tampan sekali".


Sangupkah aku untuk kehilangan dirinya"?.


Aku mengelengkan kepalaku saat semua pikiran buruk terlintas dikepala ini.


"Cup".


Mataku langsung terbelalak saat satu kecupan mendarat indah dibibir ini.


"Lagi mikirin apa sayang"?.Tanya Alvin dengan suara serak khas bangun tidur.sambil menatap diri ini lembut.


"Eh Kakak sejak Kapan bangun"?.


"Sejak ada yang mengangu tidur Kakak".


"Eh"?.maaf"?.lirihki merasa bersalah.


"Tidak apa-apa".ayo tidur lagi ini masih pukul empat".


"Luna mau kesekolah Kak".


"Tapi kan belum sembuh".


"Luna sudah sehat kok Kak,tu lihat".aku langsung berdiri sambil mengangkat tangan ini sebagai bukti bahwa diriku sudah sehat.


"Benarkah"?.


"Benar donk Kak".jawabku penuh semagat.

__ADS_1


"Kalau memang benar sudah sembuh sini duduk".


Aku langsung menurut duduk didepannya sambil bersila.kutatap wajah siamiku yang kini semakin mendekatkan wajahnya didepan wajah ini.


"Pegang ini".


"Hah"?.jelas aku kaget karna kini Alvin melah memasukkan tangan ini kedalam celana bola yang iya pakai.


"Plis"?.pintanya dengan nada memelas.aku yang kini kebinggungan malah semakin binggung.


"Ini gimana Kak"?.tanya ku dengan wajah polos terkesan Oon.


"Berhubung Adek lagi hamil muda, jadi dokter melarang Adek Kakak ini untuk berhubungan intim dulu,jadi plis tolong puaskan Kakak".


"Kok bisa dokter mengatakan itu semua"?.


"Ya bisa lah orang Kakak desak".


"Emang mereka ngal curiga"?.


"Mana Kakak tahu,biarkan saja.itu urusan mereka,uran Kakak cuman Adek dan anak kita".trus Adik kecil ini".


Lagi-lagi dirinya mengengam jemari ini sambil iya gesek-gesekkan pada miliknya.


"Ayo Dek lakukan".ah".kasian juga melihatnya seperti ini.


Aku yang baru pertama kali melakukannya. tapi jangan salah aku adalah seorang penulis onlen,sedikit banyaknya aku tau cara memuaskan suami tampa harus melakukannya.


Aku langsung menarik celana bola yang dirinya pakai, membuatnya langsung terbelalak kaget dengan tindakan spontanku.mungkin dirinya terjejut melihatku yang seberani ini.


Aku langsung berjongkok dan melakukan apa yang seharusnya kulakukan.


"Aahh''..sayang kau ternyata nakal".rancau suamiku saat diri ini terus bermain-main dibawah sana. namun kali ini aku melakukannnya bukan dengan jemariku melainkan dengan mulut ini.


"Sayang oh".kau sangat pintar rupanya".lagi-lagi dirinya merancau dengan mata yang terus terpejam. menikmati sensasi nikmat yang kuberikan.


Ternyata ada untungnya juga selama ini aku sering membuka aplikasi tentang ***,itu semua kulakukan agar aku bisa gampang menulis novel onlenku.


"Sayang Aaah..!!. Abang mau keluar".lama juga dirinya mendapatkan pelepasan hampir empat puluh menit aku melakukannya bahkan saat aku lelah mengunakan mulut aku gunakan tangan.


"Aaahh...ah..ah". sayang".akhirnya setelah diriku bersusah payah melakukannya dirinya mendapatkan pelepasan juga.


"Maaf".lirihnya saat melihat wajah ini penuh dengan bekas pelepasan miliknya.


Dengan cepat dirinya bangkit dan meraih tisu yang terletak diatas nakas.bahkan dirinya hanya mengunakan kaos polo yang iya pakai tadi malam tampa mengunakan celana.


"Maaf ya sayang"?.aku hanya menaggapi ucapannya dengan tersenyum.sambil membersihkan bibir ini dibantu dirinya juga.


''Adek bilang ngak pernah pacaran.lalu dari mana Adek tau cara memuaskan laki-laki''?.


🌹🌹🌹🌹


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Makasih.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2