
''Aku tidak tau ada masalah apa dengan laki-laki yang satu ini ''?.kenapa iya selalu marah disaat aku hanya dekat dan berteman dengan teman sekolahku''?.bukankah dirinya melalaukan hal yang lebih parah lagi''?.lalu kenapa dia harus seegois.ini''?.
Bahkan sedari tadi dirinya selalu menghina, mencaci,bahkan segala makian telah iya lontarkan padaku.aku hanya bisa diam menahan sakit hati atas semua kata-kata yang iya ucapkan.
''Keluar''.suara yang melengking keluar dari mulut suamiku, membuat diri ini mematung merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja iya ucapkan.
''Keluar katanya''?.bagai mana mungkin iya menyuruhku keluar''?.sementara aku tidak punya uang sepeser pun lagi''.bukankah selama aku menikah dengan dirinya aku sudah jarang menulis lagi''?.lalu dari mana aku mendapatka uang''?.bahkan sekarang iya memintaku keluar''?.
''Apa kau tuli''?.ternyata selain dari tukang selingkuh''?. kau juga tuli ya''?.lagi-lagi suara bentakan itu terdengar.hingga membuatku lagi dan lagi terkejut hingga tubuhku tersentak.
''Keluar''.
Ya Allah kenapa dengan dia ini''?.bahkan sedari tadi dia mengumpat dan menghinaku aku tetap diam.tapi kenapa dia mesih tetap marah''?.
''Keluar''.Aku hanya mempu melangkah dengan terseret-seret karna dirinya kini sudah menyeret tanganku dengan kasal dan mendorongku kepinggir jalan.
''Kak ''.!!.kenapa Aluna disuruh keluar''?.Aluna harus pulang pakai apa Kak''..Iya tak memjawab,bahkan sama sekali tidak menoleh.
Aku hanya mampu diam ditempat dirinya mendorong diri ini, tampa bisa melakukan apa-apa.bahkan air mata ini sudah menetes tampa seizinku membashi pipi burukku ini.
''Ya allah kenapa nasipku sepahit ini''?lirihku bertanya pada Allah.berharap Allah mau memberikanku sedikit saja keindahan dalam hidup.
Sesak dada ini saat membayangkan dan mengingat bagai mana sulitnya aku menjalani hidup sebatang kara didunia ini.dimana keluargaku''?.kenapa mereka tega membuangku didunia yang kejam ini''?.aku terus melangkah dan berpikir takdir hidup yang aku jalani.
Panas yang terik membuat langkah kakiku melambat,dengan keringat yang bercucuran didahiku, bahkan seragam yang aku kenakan sudah basah kuyup karna keringat.
Air mata kepedihan tak juga berhenti menetes ,berkali-kali aku memghapusnya namun air mata bodoh ini tetap juga mengalir.
''Sial memang ''.dasar aku lemah. begini saja aku sudah menangis''.aku berkali-kali mengumpat kebodohan dan kerapuhanku sendiri.
''Ya Allah lapar''.perutku terasa perih dan lapar. mengingat sekarang sudah hampir sore.aku bahkan belum makan siang.berkali-kali aku meneguk liurku yang sudah terasa tercekat. dan kering.karna kehausan dan kelaparan.
Bahkan kini pandanganku terasa buram dan kepalaku terasa berat.berkali-kali aku mengelengkan kepala agar aku tetap tersadar, tidak sampai pingsan.jika aku pinsan siapa yang akan membantuku''?aku takut diculik''.
Astaga siapa yang mau menculik remaja yang tidak berguna sepertiku.
''Hanya menyusahkan saja''.
''Bruk''.aku terjatuh tubuhku rasanya limbung ditrotoar jalan, pandanganku berkunang-kunang.sayup aku mendengar sebuah motor berhenti didekatku.namun sejurus kemudian pandanganku galap dan hilang.
****
Outhor Fov
''Astaga luna''.ya allah lho kenapa''?.Sean yang sedari tadi berusaha mengikuti Aluna langsung berhenti dan segera berlari, saat melihat wanita itu jatuh dan pingsan dijalanan.
''Apa yang sebenarnya kamu alami Luna''?.kenapa setiap aku bertanya tentang hubungan mu dengan laki-laki itu kamu selalu bungkam''?lirih Sean sambil membopong tubuh lemah Aluna dan melambaikan tangan kepada taksi yang sedang melintasi jalan.
''Kerumah sakit Pak''?.pinta Sean sambil memasuki Taksi, setelah dirinya berhasil memasukkan Aluna kedalam mobil.
__ADS_1
''Temannya kenapa Nak''?.
''Saya kurang tau Pak''.ayo jalan Pak''?.pintanya dengan wajah panik.
''Oh iya''. baik Nak''.dengan cepat supir Taksi itu menekan pedal gas dan meleset menuju rumah sakit terdekat.
''Lun bangun Lun''.tidak ada ?.pergerakan sama sekali dari Aluna membuat Sean semakin panik.
''Pak buruan Pak''.pintanya dengan nada tidak sabaran dan sedikit membentak.
Entahlah''?. melihat Aluna yang seperti ini membuatnya lepas kendali dan merasakan ketakutan yang berlebihan.ditambah lagi saat dirinya melihat Wajah Aluna yang pucat dengan bibir yang kering.
Sungguh memperihatikan''.
****
Belum sempat mobil berhenti dengan sempurna Sean sudah keluar dari mobil,dengan setengah berlari mengitari mobil dan meraih tubuh Aluna.hampir saja iya lupa membayar onkos taksi hinga membuat laki-laki itu kembali berbalik dan meraih uang yang ada dikantong depan seragam yang iya kenakan. entah berapa uang yang ada didalamnya yang jelas terdengan supir taksi itu memanggil dirinya dengan megatakan uangnya lebih.namun Sean hanya mampu mengucapkan.
''Sisanya buat Bapak saja''.setelahnya laki-laki itu langsung melangkah masuk kedalam rumah sakit.hinga membuat keributan didalamnya.
''Dokter''. tolong teman saya Dokter''.pintanya dengan nada tak sabar dan terkesan membentak.
''Baik Nak''. sekarang boleh tunggu diluar biar temannya kami tangani''.jawab seorang Dokter sambil meminta pera perawat untuk membawa Aluna mengunakan brangker.
Setelah Aluna masuk kedalam ruangan IGD
Sean sedari tadi hanya mampu mondar-mandi didepan ruagan itu. sudah hampir setengah jam laki-laki itu menunggu Dokter keluar dari ruangan,namun sampai detik ini mereka belum juga menampakkan batang hidungnya, membuat Sean berkali-kali memgusap wajahnya dengan kasar karna frustasi.
''Bruk''.
''Maaf Om saya ngak sengaja''.pintanya saat dirinya menoleh pada laki-laki paruh baya yang didepannya.
''Deg''.
Entah kenapa tatapan keduanya jadi terpaku seakan keduanya memiliki hubungan yang dekat.padahal sama sekali belum pernah bertemu.
''Om maaf Om''?.lagi-lagi Sean mengucapkan kata maaf setelah doi sadar dari lamunannya.
''Eh iya tidak apa-apa''.jawab laki-laki paruh baya itu sambil berlalu pergi.
Sean terus menatap kepergian laki-laki itu sampai benar-benar hilang dari jangkauan matanya.
''Krek''.
Pintu ruangan IGD terbuka sehinga akhirnya Sean mengalihkan tatapannya pada Dokter yang baru saja keluar.
''Dok bagai mana dengan teman saya''?.tanya Sean dengan cepat.labih tepatnya doi mendekati Dokter dengan setengah berlari.
Terlihat wajah sang Dokter gusar entah karna apa''?.
__ADS_1
''Dok''.lagi-lagi Sean bertanya karna belum mendapatkan jawaban.
''Eh iya''.lirih sang Dokter dengan tergagap.
''Dok teman saya bagai mana''?.lagi-lagi Sean bertanya dengan wajah kawatir dan penuh harap.
"Apa kau kekasihnya"?.pertanyaan sang Dokter membuat Sean binggung dan bertambah heran.bahkan kini laki-laki itu menatap Dokter yang ada didepannya dengan tatapan heran dan terkesan bloon.
"Apa kau kekasihnya"?.lagi dan lagi Dokter itu bertanya sambil menatap wajah Sean dingin.
Membuat remaja yang ada didepannya semakin binggung.
"Maksud Dokter apa"?.akhirnya setelah sekian detik terdiam iya mampu bersuara.
"Ayo ikut saya".pinta Sang Dokter sambil melangkah entah menuju kemana.
Sean hanya mampu mengikutinya dari belakang dengan ribuan pertanyaan dalam benaknya.
''Silahkan duduk''.pinta sang Dokter setelah melihat Sean masuk kedalam ruangannya.
Jelas terlihat bahwa kini sang Dokter menelisik penampilan Sean.saat ini laki-laki itu memgunakan seragan abu-abu putih dengan jaket kulit hitam melekat ditubuhnya.
''Apa hubunganmu dengannya''?.tanya sang Dokter setelah Sean berhasil mendaratkan bokongnya dikursi tepat didepan sang Dokter.
''Saya temannya Dok''.jawab Sean masih dengan wajah bingung karna heran.
Kenapa Dokter yang ada didepannya ini sangat suka berbelit-belit''?.
''Hem''.terlihat Fokter itu berpikir sambil mengetuk dagunya dan menatap Sean dengan tatapan mengintimidasi.membuat Sean semakin binggung.
''Dok ada apa sebenarnya tolong katakan''?.
''Dia hamil''.
''Deg''.
''Hamil''?.ulang Sean merasa tidak yakin dengan apa yang baru saja didengarnya.
''Iya,kandungannya sudah masuk enam minggu''.
''Ini ngak mungkin Dok''.teman saya masih sekolah''.bantah Sean merasa semua yang diucapkan Dokter hanya omong kosong belaka.
''Tapi itu kenyataannya''.
''Ngak mungkin''.
💥💥💥💥💥
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.makasih.
__ADS_1
Tbc.