
''Dimana''?.
''Dihotel Intan Pak''.
''Kenapa harus dihotel''?.heran Alvin.
Kenapa mengadakan rapat pemegang saham harus diadakan dihotel"?.bukankah seharusnya bisa dilakukan dikantor"?.
''Untuk itu saya kurang tau Pak,menurut informasi yang saya dengar, pertemuan ini sekalian perkenalan pewaris prusahaan terbesar atau pemegang saham terbesar dikota jakarta dan juga daratan Eropa Pak''.
''Oh". baik lah,memangnya pukul berapa acaranya diadakan''.
''Pukul delapan malam Pak''.
''Hem". Ok''.
''Kau boleh keluar''.setelah mengatakan itu semua Alvin kembali pokus pada berkas yang masih menumpuk diatas meja.
Pekerjaan yang membosankan sebenarnya tapi mau bagai mana lagi dirinya harus melakukan ini semua demi masa depannya dan juga keluarganya kelak.
''Kapan Papa akan membawa Aluna pulang''?.pertanyaan yang setiap hari Alvin tanyakan dalam hati dan juga disetiap hari-harinya
Entah seperti apa sekarang istrinya''?.dirinya yakin Aluna semakin dewasa akan semakin cantik,ya allah memikirkan dirinya mampu membuat waktu seorang Alvin seolah berhenti berputar,sudah empat tahun dirinya hidup dalam penantian, hidup dalam kesendirian.setiap hari bahkan dirinya selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi makan putrinya,hanya dia tempat seorang Alvin berkeluh kesah. tempat dimana seorang Alvin mengatakan jika dirinya benar-benar merindukan Mamanya,entah sampai kapan rindu ini akan bertahan.
Sore hari setiap pulang dari kantor selalu dihabiskan didalam TPU, duduk didepan gundukan batu nisan tanah pemakaman putri kecilnya,disitulah dirinya mampu menangis sepuas yang iya mau,tampa rasa malu tampa rasa sungkan.
Ditenpat lain.
''Kak bawakan kopor luna''.seorang wanita dengan gamis yang hampir menyentuh lantai kramik bandara kini sedang diapit seorang laki-laki paruh baya itu sedang merengek pada sang Kakak.
''Ck''.kau ini selalu saja merepotkan''.kesal sang Kakak karna Adiknya itu selalu manja pada dirinya.
__ADS_1
''Sekali-kali''.
''Pa Luna mau makan pecel lele yang ada dipingir jalan boleh ya Pa''?.
''Iya sayang ayo''.
''Ngak mau Pa, Sean mau makan onde-onde yang ada didekat sekolah''.
''Elah Kakak,onde-onde mana ada sore hari ngawur''.
''Biarin, emang lu dong yang punya makanan kesukaan''.
''Iya lah tu Pangeran Onde-onde''.
''Udah jangan bertengkar ngak enak dilihat orang,sekarng kalian Papa ajak direstoran serba ada ayo''.
''Ayo siapa takut''.akhirnya ketiga manusia itu melangkah menuju mobil.
''Baik Tuan''.mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang padat mengingat sekarang masih jam kantor.
''Lagi mikirin apa''?.tanya Sean saat melihat adiknya itu hanya melamun saja.
''Ngak ada Kak''.Kak nanti temani Luna kemakam anak Luna ya''?.
''Iya tenang aja''.jawab Sean sambil memainkan smartphone miliknya.
Tatapan kosong. namun hati masih memikirkan masa lalunya,masa lalu dimana dirinya masih bersama sang suami.
Jika ditanya rindukah dirinya dengan laki-laki itu''?.jawabannya pasti rindu.sudah empat tahun dirinya berjauhan dengan Alvin namun tak sekali pun dirinya pernah dekat dengan laki-laki lain.bukan tak ada laki-laki yang mendekatinya.
Jika dikatakan banyak mungkin mustahil.tapi selama dirinya disana tak kurang dari sepuluh orang yang berusaha untuk mendekati dirinya,mengingat tak ada yang tau jika dirinya sudah pernah menikah apalagi usianya masih sangat muda dan masih bisa disebut remaja dalam tahap pertumbuhan.
__ADS_1
"Ayo turun katanya tadi mau makan pecel lele"?.
"Eh iya Pa".lamunan Aluna buyar saat Aiden sudah berdiri disamping mobil.
"Ayo Lun buruan panas ini".keluh Sean karna adiknya begitu lama didalam mobil.
"Iya Kak, bawel banget sih".
"Akhirnya gue bisa menginjakkan kaki gue lagi dikota ini".gumam Sean sambil merentangkan kedua tangannya.
Akhirnya ketiga manusia itu makan dengan lahap direstoran yang menyediakan makanan khas kampung.
"Pa selesai Makan Aluna mau langsung kemakan anak Luna ya Pa"?.
"Iya sayang, Papa juga mau kesana sudah lama sekali Papa tidak kesana".
"Ya sudah bareng kalau gitu".akhirnya mobil yang mereka kendarai meleset menuju TPU disore itu.
"Ayo turun mau disitu aja"?.bentar lagi sore Nak".tanya Aiden saat melihat putrinya itu hanya melamun saja didalam mobil.
"Eh iya Pa".akhirnya dengan langkah yang berat Aluna membawa kakinya menuju tempat peristirahatan terakhir putrinya.
Sementara Sean laki-laki itu meminta izin untuk membelikan bunga yang akan mereka bawa kesana.
"Mama datang Nak"?.kenapa rasa sakit ini masih saja begitu menyakitkan ya allah"?.
🌹🌹🌹🌹
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo🙏🙏🙏
__ADS_1
Tbc.