AKU BUKAN ANAK HARAM

AKU BUKAN ANAK HARAM
par 92


__ADS_3

Alvin Fov


Kulangkahkan kaki ini menuju pemekaman umun tempat peristirahatan terakhir putriku.


''Mbak bunganya satu ya''?.


''Eh Mas tumben telat''?.


''Eh iya Mbak ada kerjaan sedikit tadi''jawabku pada penjual bunga langananku yang ada disekitaran TPU.


''Oh gono To,ini Mas bunganya''.


''Iya Mbak makasih''.kuraih satu kranjang bunga segar dan kusodorkan uang seperti? biasa saatku membayar.


''Permisi Mbak''.


''Iya Mas''.


Kulangkahkan kaki ini menuju pemakaman umum tempat peristirahatan putriku.


Mataku menyipit saat kulihat ada bunga segar diatas makamnya.


''Siapa yang datang kesini''?.gumamku heran karna biasanya memang tidak ada yang pernah menaburkan bunga dusini keculai aku.


Papa dan Mama Lina jika datang kesini tak pernah membawa bunga,lalu siapa sekarang yang datang kesini''?.


''Papa datang sayang''.sapaku sambil duduk dan membacakan doa untuk putriku setelahnya kuputuskan untuk pergi menuju tempat wanita penjual bunga.


''Mbak''?.sapaku dengan nafas ngos-ngosan karna tadi diriku berlari saat menuju kesini.


''Eh iya ada apa Mas''?.


''Saya mau nanyak''.


''Iya silahkan Mas''.


''Tadi sebelaum saya kesini ada yang membeli bunga ngak disini''?.tanyaku yang benar-benar butuh jawaban.


''Em''.wanita itu bergumam sambil memikirkan sesutu.


''Oh ada Mas,tadi sekitar pukul setengah lima gutu''.


''Laki-laki apa perempuan Mbak''?.


''Laki-laki Mas''.


''Laki-laki''?.


''Iya Mas laki-laki orangnya masih muda Cakep tenan Mas''.


''Masih muda''?.tanyaku lagi seperti orang Boloon.


''Iya Mas,masih muda''.


''Sendirian Mbak''?.

__ADS_1


''Lah iya kayaknya,tapi ngak tau dah kalau dia bawa teman atau ngak''?.soalnya pas kesini tadi dia sendirian Mas''.


''Oh makasih kalau gitu Mbak''.


''Iya Mas,emangnya ono opo to Mas''?.tanya wanita itu lagi dengan logat jawanya yang kental.awalnya aku benar-benar binggung dengan apa yang dia katakan''!.namun sekarang diriku sudah mengerti sedikit-sedikit mengingat seringnya diriku berkomunikasi saat aku membeli bunga dengannya


''Ngak ada Mbak saya permisi dulu''.


''Lah''?.piye To''?.


Aku sudah tak mengubris apa yang dia ucapkan lagi,kini tujuanku hanya rumah Mama Lina entah kenapa hati kecilku mengatakan jika istriku sekarang ada dikota ini.


Mobil kulajukan dengan kecepatan tinggi, diriku sudah benar-benar tak sabar ingin bertemu dengan Aluna istriku.


''Ah kurasa aku hanya berhalusi nasi aku tak ingin berharap lebih.kutakut kecewa dan sakit hati.


''Lho kok gelap''?.kakiku melangkah mendekati rumah Mama Lina yang malam ini benar-benar gelap.hanya lampu teras depan saja yang menyala didalamnya kurasa hanya ada lampu kecil ruang tengah saja yang masih hidup.


''Kemana Mama''?.apa mereka pergi menemui Luna''?.


''Ah lebih baik kutanya sama tetanga sebelah''.kakiku melangkah menuju rumah yang ada disebelah rumah Mama Lina.


''Tok...tok''.


''Permisi''?.kuketuk pintu rumah yang sudah tertutup rapat.


''Krek''.


Pintu rumah terbuka,terlihat seorang laki-laki paruh baya yang mengunakan sarung melongokkan kepalanya keluar pintu.


''Eh anaknya Aiden To''.


''Bukan Pak saya mantunya''.jawabku jujur karna itu kenyataannya.


''Oh mantunya,tak pikir selama ini kamu itu putranya''.


''Bukan Pak,saya mantunya suami anak perempunnya''.


''Owalah tak pikir selama ini anak perempuannya masih gadis ternyata sudah menikah''?.


''Sudah Pak,oh iya Pak kalau saya boleh tau Papa sama Mama kemana ya''?.tanyaku yang memotong ucapan laki-laki cungkring yang lumayan kepo ini.


Aku malas mengobrol tak penting sekarang.


''Oh mereka tadi sudah pindah rumah''.


''Pindah rumah''?.aku bertanya dengan dahi yang bertaut binggu,pindah rumah bagai mana bisa''?.lalu sekarang Mama sama Papa pindah kemana''?.


''Mereka pindah kemana ya Pak''?.


''Wah kalau itu saya kurang tau''.


''Ya sudah Pak kalau begitu,saya permisi dulu''.


''Lah ngak duduk dulu''?.

__ADS_1


''Ngak usah Pak terimakasih''.


''Permisi Pak''.setelah mengucapkan kata permisi aku langsung melangkahkan kaki ini menuju dimana mobilku terparkir.


''Kemana Mama''?.gumamku sambil membuka pintu mobil dan meleset pergi.disepanjang pernalanan aku mengingat ingat dimana tempat yang mungkin Mama dan Papa pindahi.


''Rumah utama''?.tidak mungkin mengingat rumah itu bekas Mama dan Papa''.lalu kemana mereka pindah''?. kenapa semuanya jadi menghilang begini''?.kemeren Aluna dan sekarang semuanya hilang.


Kuusap wajahku kasar, saat ini aku benar-benar binggung dan frustasi, kemana keluarga istriku sekarang''?.akhirnya karna malam sudah semakin larut kuputuskan untuk pulang kerumah.


''Pak tolong parkirkan mobil saya''.


''Baik Tuan''.aku melangkahkan kakiku menuju pintu masuk setelah kuberikan kunci mobil pada satpam yang berjaga didepan.


Perut yang keroncongan membuatku mandi dengan tergesa-gesa,nasipku tak seindah kenyataannya,aku bagaikan seorang bujangan tampa status.padahal sudah jelas jika sekarang gelarku adalah suami namun kenyataannya''!.dari Nafsu,kebutuhanku semuanya terbengkalai.nasip tak ada yang tau.


Menyedihkan sekali hidupku ini.


Aku melangkah menuju dapur tanganku terulur membuka kulkas.


Ada banyak bahan makanan didalam,namun mengingat perutku yang sudah sangat lapar akhirnya aku putuskan untuk memasak indomie rasa ayam bawang dan satu butir telur mata sapi.


Lima belas menit kemudian satu mangkuk mie rebus sudah terhidang diatas meja,asap yang mengepul mengudara membuat hidungku mencium aroma yang sangat mengiurkan.


Kusantap Mie yang sangat lesat menurutku, dari dulu aku memang sangat menyukai makanan cepat saji,tapi jika Mama tau maka diriku akan diomeli habis habisan.


Namun kini diriku hidup sendirian,tak akan ada lagi yang melarang apa yang ingin aku lakukan termasuk memakan mie rebus kesukaanku.


Hanya butuh waktu lima menit semangkuk mie hangat itu sudah berpindah kedalam perut rataku.


''Hufh kenyang''.gumamku sambil membawa mangkuk mie menuju Westafel,kemudian kembali melangkah memasuki kamar.


Dirumah ini sebanarnya ada pembantu,tapi hanya datang dipagi hari dan akan pulang disore hari.tapi aku tak mengizinkan mereka memasak untukku,karna kadang-kadang aku jarang makan dirumah atau bahkan kadang diriku tak pulang karna akan kenginap dirumah Mama Airy atau Mama Lina.


Banyak sekali pekerjaanku hari ini dikantor hinga membuat kepalaku pusing ingin pecah.


Kusadarkan pungung ini disandaran tempat tidur.


Mataku terpejam mengingat istriku yang kini entah dimana''?. kamar utamaku sampai sekarang sama sekali tak pernah kupakai,itu semua karna aku hanya ingin mengunakan kamar itu disaat istriku sudah kembali bersamaku.


Ah aku sudah seperti Abg yang baru saja mengenal cinta.


''Luna''?.andai aku bertemu dirimu aku berjanji tak akan pernah kau kulepaskan lagi ingat itu''.gumamku sambil membayangkan betapa manisnya istriku saat tersenyum.


Entah seperti apa Alunaku yang sekarang''?.


''Ah sial''.rindu ini membuatku gila''.lagi-lagi aku hanya berbicara sendiri dengan mata yang terpejam.


''Luna''???.


🌹🌹🌹🌹


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2