AKU BUKAN ANAK HARAM

AKU BUKAN ANAK HARAM
par 81


__ADS_3

''Lho Vin kenapa pakak baju itu lagi''?.tanya Aiden saat melihat putranya masih mengenakan pakaian yang sama.


''Eh ini Alvin tadi ngak bawa baju Pa''.


''Ya sudah makan dulu nanti Papa ambilkan baju Papa''.


''Engak usah Pa,Alvin ngak apa-apa Kok''.


''Jangan membantah Vin''.Alvin diam kemudian meraih piring dan mulai makan malam.


Masakan yang lezat membuat laki-laki itu makan dengan lahap.


Lina yang melihat menantunya itu menikmati makanan yang iya masak sendiri, ikut tersenyum senang.meskipun Alvin adalah putra dari wanita yang pernah melukai dan hampir membunuh dirinya namun Lina bisa melihat bahwa Alvin sangat berbeda dengan sang Mama, laki-laki ini baik dan bertangung jawab.


Sementara Aiden,laki-laki paruh baya itu merasa hidupnya kini lebih bahagian dan berwarna.ini lah cinta pertamanya, ini lah kebahagiaan yang iya dambakan.


Entah kenapa laki-laki itu masih berharap jika putra dari istri keduanya masih hidup dan baik-baik saja.


Andai putranya itu masih hidup maka kebahagiaan dirinya akan semakin sempurna.


''Mas kenapa''?.tanya Lina saat melihat wajah Aiden tiba-tiba muram.


''Ngak ada''.jawab Aiden pendek, sambil menyantap makanan yang ada dipiringnya.

__ADS_1


Selesai makan malam Aiden dan Lina memilih untuk duduk dirungan TV,sementara Alvin laki-laki itu memilih untuk masuk kedalam kamar terlebih dahulu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ditempat lain.


''Kemana sih Alvin''?. dari tadi ditungguin ngak pulang-pulang juga''?.kesal Airy sambil sesekali mengitip dicela horden.


Sedari tadi wanita itu terus saja mondar-mandir seperti setrikaan.bahkan bayi yang sedari tadi iya gendong kini menangis kejar membuat wanita itu semakin kesal.


''Aduh ini bayi kenapa sih dari tadi nangis mulu''?.kesalnya yang sudah mulai kewalahan.


Airy memang tidak pernah merawat bayi, karna waktu Alvin masih kecil Art lah yang merawat putranya itu.itu lah penyebabnya Airy benar-benar buta akan cara merawat bayi.


''Oek..oek..oek''.


''Aku harus bagai mana ini''?. kenapa bayi ini menangia terus''?.


''Aaaarrrggg''. menyebalkan. aku harus bagai mana sekarang''?.gumam wanita paruh baya itu yang sudah benar-benar naik pitam.


''Ah bodo amat, mendingan nie bayi aku titipkan kepanti asuhan''.gumam Ayri sambil melangkah menyiapkan pakaian bayi dan beberapa keperluan bayi yang memang hanya sedikit.


Kepala wanita paruh baya itu menoleh kekiri dan kekanan untuk melihat situasi sekitar.

__ADS_1


''Aman''.gumam wanita paruh baya itu saat melihat situasi tempatnya tinggal sudah sunyi.


Kakinya melangkah menyusuri jalanan yang sempit dan lumayan becek.


''Iyuuu''.berkali-kali wanita itu bergidik jijik dan mengumpat kesal.entah kenapa putra yang iya harapkan bisa merebut semua harta Aiden justru malah berbalik menyerang dirinya.


Menyebalkan.


''Waduh mana sih Panti Asuhannya''?.gumam wanita itu yang sudah berjalanan sangat jauh, namun tak satu pun Panti Asuhan yang iya temui.


Lelah yang mendera membuat Ayri nekat meletakkan bayi malang itu didepan pagar rumah sederhana yang tidak terlalu besar.


''Oek..oek..oek''.


''Oh sial''. kenapa sih menangis lagi''?.mati lah aku kalau sampai ada yang lihat''.gumam wanita itu dan langsung meletakkan bayi malang itu diatas aspal,dengan beralaskan kain gendongan.


''Hey ini bayi siapa''?.


🌹🌹🌹


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2