AKU BUKAN ANAK HARAM

AKU BUKAN ANAK HARAM
par 73


__ADS_3

Alvin hanya mampu menangis dalam diam. hatinya saat ini benar-benar hancur tak berbentuk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam menjelang subuh.


Akhirnya mobil yang mereka kendarai sampai didepan rumah sakit, Alvin dengan cepat berlari menyusuri kolidor rumah sakit untuk menyusul sang istri.


''Pa bagai mana keadaan istri Alvin Pa''?.tanya Alvin beharap dirinya bisa mendengarkan berita baik dari bibir sang Papa.


''Ah''?. Alvin syukurlah kau sudah sampai''.Aiden menarik nafasnya lega saat melihat putranya itu baik-baik saja.


''Dimana Luna Pa''?.tanya Alvin lagi karna sedari tadi dirinya belum mendapatkan jawaban.


''Ada didalam Nak,sekarang duduklah kau pasti Lelah''.


''Ngak usah Pa,Alvin mau ngeliat Aluna dulu''?.Alvin langsung melangkah menuju ruangan IGD laki-laki itu langsung berdiri disana dengan tatapan pokus melihat kedalam.


Matanya bekaca-kaca saat melihat beberapa Dokter berlalu lalang didalam ruangan sana.namun sayang Alvin hanya bisa melihat kepalanya saja,sementara kaki mereka ditutupi kain berwarna putih.


''Bertahan lah Dek''.guman Alvin dengan tubuh yang sudah melorot dilantai.


Alvin memmndongakkan kepalanya saat laki-laki-laki itu mendengarkan detak sepatu yang sepertinya melangkah menuju tempat mereka berada.


''Bagai mana keadaan Luna''?.pertanyaan seseorang membuat semua yang ada disana menoleh.


''Deg''.


Lagi-lagi Aiden merasakan detak jantungnya tak beraturan.


Entah apa penyebabnya''?.


''Vin bagai mana kabar Luna''?.


Alvin tak mampu menjawab, laki-laki itu hanya mampu mengelengkan kepalanya lemah.


''Hufh''.Sean menarik nafasnya panjang. kemudian melangkah mendekati kursi tunggu.


''Yani''?.gumam Rosa menatap remaja laki-laki yang ada didekatnya duduk


''Namaku Sean Tante''.jawab Sean sambil menatap Lina heran,dirinya laki-laki kenapa dipangil Yani''?.


Heran.


''Siapa nama ibumu Nak''?.


''Mama saya Tante''?.


''Iya Nak, Mama kamu''.


''Yani Zulaiha Tente''.jawaban yang diberikan Sean membuat Lina menangis meraung sambil mendekap pemuda tampan itu erat.


Aiden dan juga Sean hanya diam dalam kebingungan.

__ADS_1


Sementara Alvin laki-laki itu benar-benar tak bisa berpikir dan mengurus keadaan sekitar, dihatinya hanya ada Aluna dan Aluna.


Rasa kawatir dan penyesalan didalam hatinya menjadi satu,andai dirinya tak membawa Aluna keluar rumah, ini semua tak akan terjadi,namun apa gunanya dirinya menyesal sekarang, karna semuanya sudah terjadi.


Alvin hanya bisa mengambil hal pisitifnya saja,karna berkat ini semua dirinya tau bahwa laki-laki yang awalnya diangung-agungkan sebagai pewaris tunggal itu ternyata hanya lah anak tiri.


Kenyataan yang sebenarnya benar-benar membuat hati seorang Alvin terluka dan runtuh.laki-laki itu kini benar-benar rapuh,hatinya remuk hancur tak berbentuk.


saat mengetahui semua kenyataan,ditambah lagi saat dirinya mengetahui bahwa sang Mamalah penyebab semua yang terjadi.


Dirumah sakit yang sama.


Seorang wanita kini sedang menangis menjerit-jerit saat merasakan sakit yang luar biasa.


''Dokter tolong''?. sakit''.


''Sabar ya Mbak''?.


''Harus sabar bagai mana lagi Dokter''?.ini tu sakit tau ngak''?.dasar bodoh''.umpat Elice dengan tubuh gelonjotan kesana kemari.


Wanita itu benar-benar merasakan kesakitan yang amat luar biasa,seluruh tulang-tulangnya bagaikan lepas semua dari tubuhnya.keringat dingin membanjiri wajah serta membasahi baju pasien yang kini sedang iya kenakan.


''Dokter''.?.


''Iya ada apa''?.tanya sang dokter sambil melangkah mendekati Elice yang kini hanya seorang diri dirumah sakit ini.


karna kebetulan memang keluarga wanita itu ada diluar negri.


''Tolong hubungi nomor ini Dokter''.Elice menjukurkan semartphone miliknya tepat didepan sang dokter.


''Baik''.jawab sang Dokter sambil menghubungi seseorang.


Setelah selesai menelfon dan memastikan wanita yang ditelfon akan datang kerumah sakit dengan cepat Dokter muda itu mematikan sambungan telfon.


''Aarrggg''.sakit Dokter''.jerit Elice lagi disertai isak tangis yang mengema.


''Tolong''?. sakit Dokter''.wanita yang akan melahirkan itu lagi-lagi menjerit kesakitan.


''Aaargg''.sakit''.


''Mbak sabar Ya''?.


Ditempat lain.


Dara yang baru saja mendapatkan kabar dari Sean, bahwa Aluna sahabatnya masuk rumah sakit dengan cepat melangkah menuju teras dan melajukan motor miliknya menuju rumah sakit.


Masih pukul empat subuh membuat wanita itu sedikit ngeri saat melewati jalanan yang sunyi.


Sesekali wanita itu menoleh kekiri,kanan berharap semuanya aman.


"Ha..ha..".


Dara langsung terkejut saat melihat beberapa pereman yang baru saja keluar dari sebuah gang, yang remaja itu yakini itu adalah sebuah warung minuman beralkohol.

__ADS_1


"Ya allah selamatkan hamba"?.guman Dara dengan tubuh yang sudah merinding takut.namun wanita muda itu tak mau


kehilangan konsentrasi.Rara mencoba untuk tetap pokus mengemudikan motor.


Hingga pukul Lima subuh Dara sudah sampai diparkiran rumah sakit.


"Hah..hah"?.nafas wanita itu terlihat ngos-ngosan.berkali-kali dirinya mengusap dada dengan jantung yang berdegup kencang.


"Untung mereka ngak ngeliat gue".gumam Dara sambil melangkah memasuki rumah sakit.


"Mau ngapain Mamanya Aluna ada disini"?.tak mungkin untuk menjenguk Luna".gumam Dara yang melihat Ayri melangkah memasuki rumah sakit.


Dara terus mengikuti langkah Ayri sampai didepan rungan bersalin.


"Siapa yang mau lahiran"?.tak mungkin Aluna kan"?.gumam Dara sambil bersembunyi dibalik pembatas ruangan.


Terlihat dari luar Ayri mengunjungi seseorang yang sedang berbaring lemah diranjang pasien.sambil menjerit-jerit kesakitan.


"Tante"?.pangil Elice dengan tubuh lemah.keringat dingin kini membasahi tubuh wanita itu.


Wajahnya yang pucat dan perutnya yang membuncit menambah kesan betapa menyedihkannya seorang Elice saat ini.


Disaat dirinya kesakitan bertaruh hidup dan mati,tak ada satu pun keluarga yang mendampingi.


Dirinya hanya sendiri sekarang.


"Iya Ada apa"?.tanya Ayri yang mulai melangkah mendekati Elice.


"Tolong pangilkan Alvin kesini sebentar saja Tente".pinta Elice dengan wajah memelas.


"Maaf Elice Tante ngak brani".


"Plis Tante"?.lagi-lagi Elice meminta dengan wajah penuh harap dan permohonan.


Entah kenapa hatinya mengatakan jika iya ingin sekali menemui Alvin sekarang juga,rasa cintanya pada laki-laki itu begitu besar, hingga iya mampu melakukan segala hal agar laki-laki itu iya dapatkan.


Namun setelah Alvin menikah dengan Aluna laki-laki itu benar-benar menjauh darinya,Elice bukanlah wanita bodoh, dirinya sudah tau tentang pernikahan Aluna dan Alvin sejak pertama kali dirinya mendatangi Aparteman laki-laki itu.begitu juga dengan Ayri.


Namun keduanya hanya pura-pura tidak tau sambil menyusun rencana untuk menyingkirkan Aluna.


Namun karna ketatnya Alvin menjaga Luna hingga Ayri dan Elice kesulitan untuk menyingkirkan wanita itu.


Hingga akhirnya kesempatan itu tiba, saat Alvin membawa Aluna keluar rumah.dan disaat itu jugalah Elice dan Ayri menjalankan rencana mereka.


"Aarrrggg".sakit"?.


🌹🌹🌹🌹🌹


Mohon dukungannya like vote and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2