
Tubuh yang masih belum begitu kuat akhirnya kupaksakan untuk menguping dengan membuka sedikit pintu kamar.
''Kamu dari man sih Vin''?.kulihat wanita pelakor itu langsung berlari menghampiri suamiku.
''Aku dari''.
Aku harap-harap cemas saat jelas kudengar pertanyaan pelakor itu.
Kuharap suamiku tidak mengatakan yang sebenarnya.mohonku masih tetap menguping dibalik pintu yang sengaja kubuka sedikit agar aku bisa mendengar percakapan mereka lebih jelas.
''Aku dari toilet.perutku sakit. bisakah kalian pulang dulu''?.aku menarik nafas lega saat ku dengar suamiku masih merahasiakan hubungan kami.paling tidak untuk saat ini diri ini dan janin yang ada dalam kandunganku masih aman.
Sungguh aku benar-benar takut akan kemarahan Mama tiriku silampir tidak punya rasa belas kasih itu.
''Oh astaga maafkan aku''?.meskipun begitu dia tetap ibuku dan sekarang dirinya juga mertuaku meskipun hanya aku yang mengakuinya.
Aku terus saja mengoceh lirih sambil terus mengintip namun saat kulihat ibu mertuaku dan pelakor itu pergi aku dengan cepat berlari kecil menuju tempat tidur sampai diri ini kesandung kaki meje.
''Sial sakit sekali''.aku memdesis sambil melangkah dengan kaki yang pincang.
Apes benar hidupku,lututku sampai biru,untung saja diri ini tidak sampai jatuh.
''Hufh''?.dasar melayu sudah jatuh masih saja ada untungnya rutukku pelan.
''Krek''.
Aku menoleh sekilas saat telinga ini mendengar suara derit pintu.membuat diriku langsung pura-pura berbaring meskipun kaki ini masih nyut-nyutan.
''Sayang maaf ya agak lama''?.
Huuuh''.lembutnya suara suamiku hingga membuat diri ini ingin meleleh seperti timah yang dibakar kemudian mencair.ah''. kenapa pikiranku malah ngelantur kemana-mana''?.
''Sayang lagi mikirin apa''?.hayo''?.
''Eh ngak Kak''.aku langsung menjawab dengan nada tergagap sambil menatap suami tampanku dengan cengiran khas yang aku punya.entah itu kelihatan manis atau mungkin sebaliknya.
''Panggil Abang Dek''?.
''Tapi Luna belum terbiasa Kak''?.
''Kalai tidak dibiasakan kapan biasanya''?.
''Iya juga ya''?.aku menjawab sambil mengaruk kepalaku yang tidak gatal.lagi-lagi dengan cengiran seperti orang bloon.
''Sayang mau makan apa''?.tanya suamiku sambil mengusap-usap perut rataku dengan lembut,seperti mengusap kapas yang sangat rawan disentuh.
''Ngak ada Kak''.jawabku lemes.jujur saja saat ini aku tidak berselera makan apa pun.entah mungkin nanti''?.
''Ngak bisa donk sayang,kan kasian anak kita''.lagi-lagi dirinya mengusap perut ini sambil menatap ku dengan penuh kelembutan.
Dimana kesangaran laki-laki ini''?.eh kenapa aku bertanya tentang hal itu''?.harusnya aku senang dirinya sudah tidak semenakutkan kemaren.
''Kak''?.
''Iya sayang''?.suamiku mendongak menatap wajah buruk diri ini,entah apa yang dinilai suamiku sehingga dirinya mau menikah dengan wanita tampa keluarga seperti ku''?.
''Kenapa Kakak menikahi Luna''?.kulihat Alvin hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya menatap bedcofer putih yang kini sedang kami duduki.
__ADS_1
''Ayo pindah kekamar Abang''?.
Lah lain yang ditanya kenapa dijawab lain''?.asem tenan''?.
Aku hanya mampu terdiam sambil menarik nafasku panjang,kemudian kenganguk lirih dan mendongak menatap mata tajam suamiku yang kini sudah bersiap mengangakat diri ini.
Hufh''.manisnya dia bahkan tidak membiarkan kaki ini melangkah sendiri,entah kenapa aku merasa ini hanya lah sebuah mimpi.jika ini semua benaran mimpi aku berharap tidak akan pernah bangun lagi dari mimpi indah ini.
Tubuh ini diletakkan dengan sangat lebut diatas spring bed king size miliknya.
Nyamannya tempat tidur anak orang kaya''.batinku sambil terus menatap suamiku yang kini sibuk menyelimuti tubuh ini dengan selimut tebal yang iya miliki.
''Tunggu disini sebentar Abang mau mandi dulu''.aku hanya menganguk patuh sambil tersenyum menampilkan deretan gigi putih ku.
''Tok..tok..tok''.
Suara pintu diketuk membuat diri ini menjauhkan selimut yang sedari tadi membungkus diriku.
Kakiku melangkah dengan pelan menuju pintu,aku tidak berani lagi melangkah dengan cepat.masih jelas diigatanku disaat perutku melilit bagaikan diremas-remas.sakit sekali,aku kapok.
''Tok..tok..tok''.
''Kenapa tidak menekan bel''?.lirihku bertanya pada diri sendiri dengan hati yang heran. padahal dipintu terdapat bel.tapi kenapa lebih memilik mengetuk pintu''?.
Tidak ingin berpikir panjang aku langsung membuka pintu.
''Papa''.mata ini lansgung berkaca-kaca saat melihat laki-laki yang sangat baik padaku selama ini,jujur aku sangat merindukan dirinya.
''Luna kangen Pa''.
''Gimana kabaranya''?.
''Luna baik Pa,Papa gimana sehat''?.aku mendongak sambil menatap wajah tampan Papaku.
Hufh''.rindunya,senang sekali rasanya bisa bertemu kembali dengan Papa angkatku ini.
''Papa sehat sayang''.
''Kok kurusan sekarang''?.apa Kakak tidak merawatmu dengan baik''?.
''Ngak kok Pa, Luna baik-baik aja''.ayo Pa masuk''.aku mencoba mengalihkan pertanyaan Papa agar beliau tidak bertanya panjang lebar lagi tentang diri ini.
''Alvin mana''?.
''Oh Ka''.
''Sayang''.
''Aduh''.belum sempat diri ini selesai berbicara Alvin sudah muncul dari kamar dengan celana bola putih dan juga kaos polo warna putih.bahkan rambutnya terlihat masih basah.
Sepertinya bukan aku saja yang terkejut melainkan dirinya juga ikut terkejut saat melihat kehadiran Papa.namun sejurus kemudian iya dengan cepat mengubah expresi terkejutnya menjadi biasa-biasa saja.
Namum berbeda dengan diri ini yang sudah gemetaran menahan takut.
''Apa maksud kamu Vin''?.
Aduh''. tu kan Papa marah.matilah aku''.batinku terus ketakutan bahkan aku terus saja berdiri dengan tubuh yang bergetar takut.
__ADS_1
''Oh ada Papa''.
''Mana Mama sama Elice''?.
''Apa maksudnya''?.
''Tadi ada Mama sama Elice disini,sekarang kemana mereka Dek''?.
Hufh''.aku menarik nafas lega,ternyata suamiku pintar berbohong,apa kah semua yang dia lakukan padaku juga kebohongan''?.
''Mama baru saja pulang Kak''.aku juga dengan terpaksa harus berbohong demi memuluskan rencana suamiku.
''Ngapaim Mama kamu kesini''?.akhirnya Papa lebih terlihat tenang dari sebelumnya.
''Biasa Pa''.cuman mau ketumu Alvin kangen katanya''.jawab suamiku sambil mendaratkan bokongnya disamping Papa.
''Oh''.jawab Papa pendek sambil menoleh pada diriku yang masih setia berdiri seperti patung.
''Sayang''. buatkan Papa kopi, Papa kegen dengan kopi buatanmu Nak''.
''Biar Alvin saja Pa''.jawab suamiku cepat. bahkan sebelum diri ini sempat menjawab.
''Kenapa''?.
Nah mau jawab apa cobak''?.
''Ah''.Alvin hanya ingin membuatkan kopi pertama Alvin untuk Papa tercinta''.
Entah benar entah tidak apa yang dikatakan suamiku yang jelas Papa terlihat percaya dengan semua yang iya ucapkan.
''Dek''. duduk kenapa berdiri disitu biar Kakak yang buatkan''.
''Oh iya sini sayang biar Kakak saja yang buatkan kopinya,kamu duduk sama Papa''.akhirnya aku hanya menurut saja. apa lagi saat melihat wajah suamiku.lagi-lagi dirinya memberikan kode pada diri ini melalui bibir.
''Duduk lah. Abang ngak mau Adek sakit lagi''.itu yang kutangkap dari gerakan bibirnya.
Jika memang iya''.ah''?.manisnya suamiku.
''Sayang gimana sekolah kamu''?.
''Eh''.
Aduh mau jawab apa''? bahkan diriku sudah hampir satu minggu tidak masuk sekolah.
''Belajar yang rajin nak, satu bulan lagi kamu ujian akhir kan''?.
''Iya Pa''.aku hanya menjawab semampu yang ku bisa.jujur aku paling tidak ahli dalam berbohong.
''Sudah dipikirkan nanti akan kuliah dimana''?.
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like vote hadiah and komen.
Makasih.
Tbc.
__ADS_1