
''Pak kelas 3A sudah pulang belum''?.aku langsung bertanya saat diriku sudah berdiri didepan Pak satpam.
''Kelas 3 IPA atau IPS Mas''?.
''IPA Pak''.untung saja diri ini sempat melihat buku Aluna tadi subuh, jika tidak aku pasti akan kebingungan sekarang.
''Oh''. kelas 3 Ipa masih dikelas Mas ada pelajaran tambahan kayaknya''.
''Oh gitu ya Pak''?.aku menarik nafasku lega.untung saja tadi subuh diriku sempat memberikan Aluna uang jajan. jika tidak kasian sekali istriku pasti sekarang dirinya sedang kelaparan.
''Mas duduk dulu disini kayaknya sebentar lagi bakalan pulang kok''.
''Eh iya Pak makasih''.
''Oh iya Pak''!!. jam segini kantin sekolah masih buka ngak ya''?.pertuku sekarang benar-benar lapar.aku baru sadar jika diri ini belum makan siang bahkan makanan yang kumakan tadi pagi sudah habis kumuntahkan.
''Kalau ngak salah masih Mas''.
''Ya sudah kalau gitu saya permisi kekantin dulu Pak''?.
''Iya Mas silahkan''.aku langsung melangkah kan kaki ini menuju kantin yang entah dimana tempatnya.
''Ah itu dia''.setelah diriku puas berputar-putar akhirnya kantin sekolah ini ketemukan.
Kantin yang tidak terlalu besar namun menurutku cukup bersih.
''Buk ada menu apa aja Buk''?.tanyaku sambil melongok didepan pintu kecil yang menjadi pembatas antara kursi untuk siswa duduk dan tempat pemilik kantin memasak dan membuatkan pesanan.
''Cuman tinggal mie rebus Mas''.jawab wanita paruh baya' kupikir dirinya adalah pemilik kantin ini.
Bahkan kini dirinya menatap diriku dengan tatapan hera.apa lagi saat melihatku yang mengunakan kemeja putih tanpa dasi bahkan sedikit brantakan karna tadi kugunakan untuk tidur.
''Bikinkan saja Bu''.dari pada aku tidak makan sama sekali, mie rebus kupikir lumayan untuk menganjal perutku yang sudah sangat melilit sejak tadi.
''Baik Mas,tunggu sebentar''.
Aku langsung menganguk sambil melangkah duduk dimeja paling depan.
Hampir sepuluh menit aku menunggu kini semagkuk mie sederhana sudah terhidang didepan mata ini.
Tampa menunggu lama lagi aku langsung menyantap mie rebus yang baru kali ini kutau bentuk dan rasanya.jujur seumur hidupku baru kali ini aku mengkonsumsi makan yang namanya mie rebus.
Lumayan enak,tidak terlalu buruk.
''Ini Bu''.aku meletakkan uang lembaran seratus ribu setelah semangkuk mie rebus habis kusantap.segaraku beranjak dan melangkah pergi.
''Mas ini sisanya''?.
''Ambil aja Bu''.aku menjawab tampa menoleh sedikit pun.
Aku takut kini istriku sudah pulang dan sedang menungguku.aku tidak ingin dirinya kelelahan yang akan membuatnya merasakan sakit seperti kemaren lagi.
__ADS_1
Benar saja dugaanku,Aluna sudah pulang bahkan sekarang dirinya sedang berdiri didepan pagar.
Mataku menyipit saat kulihat dirinya tidak sendirian disana melainkan bertiga siapa mereka''?.
Kulangkah kan kaki ini agar diriku bisa melihat dengan jelas siapa yang kini sedang bersama dirinya.
''Kak''.
''Ah sial''?.ternyata wanita ini''?.aku membatin sambil menatapnya jengah.
''Huek''?.
Aiyh''?.perutku yang baru saja kuisi seperti akan keluar kembali.
''Kakak kenapa''?.
''Huek''.
''Kakak kenapa''?.
''Dek toilet mana Dek''.haduh''?.aku hanya mampu menutup mulutku sambil bertanya pada wanitaku untuk memberitahu diri ini dimana toilet''?.
''Disana, ayo Kak''.aku tidak mampu untuk menjawab lagi, kulangkah kan kaki ini dengan setengah berlari.hingga membuat sebagian siswa yang masih ada disana menatapku dengan tatapan aneh.
Aku tidak perduli,yang penting aku tidak mau sampai muntah disini.
''Brak''.
''Huek..huek..huek''.
Habis sudah semua makanan yang baru saja beberapa detik berada diperutku, kini diriku kembali lemah dengan keringat dingin membasahi dahi dan wajah ini.
''Kakak baik-baik saja''?.
''Iya Dek Kakak baik-baik saja''.jawabku pada istriku yang kini sedang menunggu diri ini didepan pintu toilet.
Setelah merasa lumayan membaik diriku melangkah untuk keluar.
''Kak ini minum''.
Dengan cepat aku meraih minuman yang disodorkan wanita yang kini menatapku dengan mata berkaca-kaca.
''Jangan menangis.ayo kita pulang''.pintaku sambil membawanya melangkah keluar dari toilet.
Sengaja diriku tidak mengandeng tangannya agar tidak ada yang curiga dengan hubungan kami.
''Kakak ini minum''.
''Sial..sial...sial''.aku mengumpat dalam hati saat lagi-lagi kulihat wanita gatal itu masih berusaha mendaktiku.jika aku bisa ingin diriku menendang dirinya agar wanita calon plakor ini enyah dari hadapanku.
''Maaf Lun gue sudah melarangnya, tapi lho kan tau dia orangnya seperti apa''?.kulirik wanita yang satunya lagi,kupikir wanita ini sahabat Aluna,karna kulihat dari wajahnya yang kini menatap Aluna dengan tulus dan penuh penyesalan.
__ADS_1
''Ngak apa-apa Ra''.
''Ayo Dek pulang''?.aku dengan cepat menarik tangan wanitaku agar menjauh dari wanita ganjen ini,aku bahkan tidak mau menatapnya sedikitpun.
Kenapa''?.karna aku tidak mau muntah lagi disini.
''Gue pulang dulu ya Ra''?.
''Iya hati-hati''.
Aku sama sekali tidak berniat menoleh pada wanita ganjen tadi,bahkan sama sekali tidak kujawab semua celotehan dirinya yang memintaku menerima minaman yang iya belikan untukku.
Pertama diriku tidak ingin mual lagi.
Kedua aku tak ingin istriku sedih.karna itu akan berpengaruh pada pertumbuhan janinku.
Yang ketiga aku tidak berselera dengan wanita sepertinya dirinya.
''Kakak kenapa''?.eh ternyata sedari tadi aku hanya melamun sambil melangkah menuju mobil.
''Kakak ngak apa-apa Dek, ayo masuk''.dengan cepat aku membawa istriku pergi sebelum wanita gatal itu mendekatiku lagi,aku yakin jika sampai dirinya menyusul diri ini,sudah bisa kupastikan aku akan muntah lagi.
Ini yang kusuka dari istriku dirinya selalu menurut apa yang kiminta,tampa mau membantah.ternyata menikahi bocil bukanlah hal yang buruk.
''Abang rindu sayang''.ah''. kecoplosan diri ini. hinga membuat Aluna menatapku heran, kemudian tergelak hingga bahunya berguncang.
''Kok ketawa''?.tanyaku sambil menghidupkan mobil dan mulai menjalankan kendaraan roda empat itu dengan pelan.
''Ngak ada lucu aja''.
''Apanya yang lucu''?.memang ngak boleh kalau suami rindu sama istrinya sendiri''?.
''Hem''?.benaran Kakak rindu Luna''?.
''Benaran lah''.jawab ku enteng kepalang basah lebih baik kukatakan.
''Luna juga rindu Kakak''.
''Benarkah''?.dirinya hanya mengangukan kepalanya membuat diriku mengusap kepalanya lembut.
Tenyata ini sifat asli istriku,wanita yang pertama kali kutemui pendiam itu ternyata adalah wanita yang cerewet dan pering.kasian sekali dirinya karna tekanan hidupnya selama ini dirinya menjadi ketakutan untuk menjadi diri sendiri diumurnya yang masih remaja.
Entah kenapa niat hatiku untuk membahagiakan dan melindunginya semakim besar.sungguh aku tidak bisa lagi jauh dari dirinya, hati ini bagaikan diikat dan dikunci hanya untuk dirinya.bahkan tubuh dan alam pun mendukung,saat diriku berdekatan dengan wanita lain diriku selalu mual dan memuntahkan seluruh isi perut ini.namun berbeda jika diriku berdekatan dengan Aluna aku selalu nyaman dan selalu suka dengan wangi tubunnya,yang hanya mengunakan body lotion.
''Kita mau kemana Kak''?.
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo 🙏🙏🙏
Tbc.
__ADS_1