AKU BUKAN ANAK HARAM

AKU BUKAN ANAK HARAM
par 74


__ADS_3

Terlihat Ayri melangkah menuju ruangan IGD dengan langkah gontai dan ragu-ragu.


Wajahnya terlihat bimbang dan takut-takut.


Saat sampai didepan rungan IGD Ayri diam terpaku dengan tangan terkepal penuh kekesalan.nafasnya naik turun menahan cemburu dan juga ambisi yang ingin menghabisi.


Mata wanita itu nyalang menatap jemari sang suami yang kini merangkul mesra istri pertama suaminya itu.


Entah kenapa Aiden begitu mencintai Lina, padahal dirinya juga cantik dan Seksi,sementara Lina dan Yara adalah wanita berhijap bahkan semua tubuhnya tertutupi sampai keujung kaki.namun entah kenapa Aiden begitu mencintai kedua istrinya terutama Lina.


Laki-laki itu akan selalu memuja Yara dan Lina jika Ayri tak menyingkirkan keduanya,itu lah penyebab Ayri menghabisi kedua istri Aiden,berikut anak-anak mereka, namun sayang Ayri telah ditipu Lina, dirinya pikir selama ini Lina sudah tiada berikut anaknya namun sayang dirinya benar-benar tertipu.


''Sial''.umpatnya kesal penuh emosi.


Kaki wanita itu kembali melangkah dengan wajah yang menunduk menuju dimana kini Alvin berada.


''Vin''?.Alvin menoleh pada sumber suara dengan mata sembab.matanya menatap nyalang pada wanita yang sudah melahirkan dan juga menghancurkan kehidupan rumah tangganya.


''Vin''?.lagi-lagi Ayri memangil sang putra dengan wajah yang sulit diartikan.


''Vin''?.


Alvin tetap diam,kepalanya kembali menunduk.hatinya benar-benar kalut dan dipenuhi emosi dan kekecewaan atas semua kelakuan sang Mama.


''Alvin''?.


''Apa lagi ma''??.akhirnya Alvin tak bisa lagi menahan gejolak didadanya,saat Ayri menepuk pundak laki-laki itu.


Mendengar bentakan Alvin Ayri langsung melangkah mundur.


Bahkan Aiden dan yang lain yang sedari tadi tak menyadari kehadiran Ayri ikit berdiri dan menatap Ayri juga dengan tatapan kesal dan bertanya-tanya, mau apa wanita itu kesini''?.


''Mau apa lagi Ma''?.apa Mama belum puas menghancurkan kehidupan Alvin''?.Alvin terus mencecar sang Mama dengan rentetan pertanyaan dan juga tatapan tajamnya.


''Jangan kurang ajar kamu Alvin''?.


''Kak ayo, jangan brisik disini.ayo keluar dari sini''?.Sean melangkah mendekati Alvin dan juga membawa laki-laki itu melangkah keluar dari rumah sakit menuju parkiran.


Diikuti Ayri dari belakang,wanita itu benar-benar terluka dan semakin membanci Aluna karna dirinya berpikir jika semua ini karna ulah Aluna,Alvin durhaka padanya karna ulah Aluna.


''Vin tolong temui Elice sebentar saja''.pinta Airy saat dirinya sudah behadapan dengan Alvin.


''Ck''.Alvin berdecak dan menatap Mamanya dengan wajah yang sulit diartikan.


''Vin Mama mohon Nak''.


Alvin tetap diam,wajahnya dingin menatap sang Mama.

__ADS_1


''Kenapa Mama bisa sejahat ini''?.pertanyaan yang pertama kali terlontar dari mulut Alvin dengan tatapan penuh kecewa menatap wanita paruh baya yang ada didepannya.


''Mama ngak ngelakuian apa-apa Vin''.jawaban lirih Ayri membuat Alvin berkali-kali berdecak dan mulai melangkah masuk kerumah sakit kembali.


''Alvin sebentar Nak''.


''Ingat Ma,jangan pernah berniat jahat lagi dan jangan sampai melukai istri Alvin lagi''.setelah mengatakan itu semua Alvin langsung meninggalkan sang Mama yang kini hanya berdiri dengan tatapan penuh dendam dan ambisi ingin menghancurkan.


''Hey kau''?.Ayri melambaikan tangan pada Sean yang sedari tadi hanya diam sambil menyaksikan Ayri dan Alvin yang berdebat.


''Ada apa''?.tanya Sean sambil melangkah mendekati Ayri.


Ayri berdiri tepat didepan Sean,wanita itu menatap Sean dari ujung kaki hingga ujung kepala.


''Kau anak siapa''?.


''Apa urusan anda''?.


''Kau jawab saja''.


''Ck''.anda memang manusia yang patut dibenci dan dihindari''.setelah mengatakan itu semua Sean langsung melangkah menjauhi Ayri.


Ayri yang ditinggalkan hanya menatap kepergian Sean dan Alvin dengan kesal.


''Pa bagai mana keadaan Luna Pa''?.tanya Alvin saat melihat Aiden melangkah ingin menyusul dirinya.


Aiden mengusap wajahnya dengan gusar. kemudian menatap Alvin dengan tatapan sandu.


''Dokter meminta kamu untuk menanda tangani ini Vin''.Aiden menyodorkan surat yang baru saja Dokter berikan.


''Surat apa ini Pa''?.Alvin meraih kertas yang disodorkan Aiden dengan tangan bergetar.


''Aluna harus segera dioprasi jika tidak nyawanya akan sulit tertolong''.


''Ya Allah''. tubuh Alvin langsung lemah, seketika itu juga laki-laki itu terduduk dilantai rumah sakit.


Bahunya berguncang.


''Aaarrrgggg''.hiks..hiks''.tak akan ada laki-laki tangguh jika sudah dihadapkan dengan situasi ini.Alvin laki-laki itu kini menangis tampa rasa malu.


Berkali-kali laki-laki itu menepuk dadanya yang sesak bak dihimpit bongkahan batu besar.


''Nak sabar lah,Luna membutuhkan mu sekarang''.Aiden menepuk pundak sang putra yang kini sedang duduk berlimpuh dilantai.


''Sakit Pa sakit sekali''.desisnya sambil memukul-mukul dadanya.


''Tolong kuat Nak,keselamatan Luna lebih penting sekarang''.

__ADS_1


Alvin meraih pulpen yang disodorkan Aiden kemudian menanda tangani surat persetujuan pengangkatan janin yang ada didalam kandungan sang istri.


''Kamu harus kuat''.ucap Alvin sambil meraih kertas yang sudah Alvin tanda tangani.


Sementara Lina kini berada dirungan perawatan,wanita itu kini belum sadarkan diri,Lina pingsan saat mendapatkan kabar dari dokter, bahwa putrinya sekarang antara hidup dan mati.


Kandungan Aluna yang sejak awal sudah lemah,ditembah lagi tekanan saat dirinya akan dilempar kejurang. membuat wanita hamil itu pendarahan hebat. hingga janinya harus diangkat.


Sudah hampir dua jam Aiden dan Alvin menunggu didepan rungan IGD.diikuti Sean yang hanya berdiam diri tampa tau apa yang terjadi.


Untuk bertanya laki-laki itu benar-benar tak enak hati,saat melihat Aiden hanya diam. sementara Alvin masih tetap sesegukan dalam diam.


''Krek''.


Suara pintu oprasi yang perlahan terbuka membuat semua yang ada disana menoleh.


''Bagai mana keadaan putri saya Dokter''?.Aiden dengan cepat berlari mendekati sang Dokter.


''Dokter pasien yang tadi pingsan''.seorang perawat berlari mendekati Dokter yang kini berdiri didepan Aiden.


''Maaf Tuan saya harus kesana dulu''.tampa sempat menjawab pertanyaan Aiden Dokter itu langsung berlari menyusul perawat yang baru saja menjemput dirinya.


Sementara Aiden mengusap wajahnya binggung dan gusar.


''Krek''.


Terlihat beberapa perawat keluar dari rungan IGD sambil mendorong brangker yang kini membawa seorang pasien.


''Luna''?.


Sementara dirungan lain.


Seorang wanita kini merintih lemah dan mulai kehilangan kesadaran.


Terlihat beberapa dokter memasuki rungan tersebut dengan wajah tegang.


Lalu lalang Dokter membuat suasana menjadi kisruh dan diliputi kekawatiran.bahkan Ayri yang duduk dikursi tunggu terlihat gusar dengan wajah tegang.


Jemarinya bertaut dan meremas satu dengan yang lainnya.


Meskipun Elice bukanlah keluarganya namun Elice adalah anak dari teman baiknya.wanita itu sudah berjanji akan menjaga Elice selama berada dijakarta,namun jika nanti seandainya terjadi sesuatu maka dirinya harus menjawab apa pada kedua orang tua Elice.


''Ada apa ini Dokter''?.


🌹🌹🌹


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen makasih.

__ADS_1


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏


Tbc.


__ADS_2