AKU BUKAN ANAK HARAM

AKU BUKAN ANAK HARAM
par 76


__ADS_3

Aiden mengusap wajahnya kasar,saat melihat Alvin membaya jasat putrinya berkeliling toko pakaian bayi,yang tak jauh dari rumah sakit.hatinya benar-benar terenyuh dan pilu. langkah kakinya melambat seiring dengan Lina yang kini meraung sambil memeluk pundaknya.


''Nak''?.pangilan Aiden membuat Alvin seketika menoleh.


''Eh sayang itu Kakek Nak''.


''Ya Allah''.berkali-kali Aiden mengusap wajahnya gusar.


''Vin ayo pulang Nak''?.


''Tapi Alvin mau nyari pakaian buat Putri Alvin Pa''.


''Iya Nak, nanti Papa bantu. sekarang pulang dulu,kasian anak kamu Vin''.


''Tapi Pa''?.


''Pulang Nak,ayo''?.akhirnya dengan langkah gontai Alvin mengikuti Aiden menuju mobil.Aiden menuntun putranya agar keluar dari toko dan membawanya masuk kedalam mobil.


Hati Aiden begitu hancur,saat melihat kondisi putranya.


Didalam mobil Alvin hanya diam.tatapannya kosong mengarah pada wajah sang putri.hampir satu jam diperjalanan kini mobil Aiden sudah terparkir didepan rumah Lina.


''Ayo turun''?.pinta Aiden saat setelah laki-laki itu keluar dari mobil.


Perlahan wanita peruh baya itu melangkah mendekati Alvin.


''Nak sini Putrimu Mama gendong''.


Alvin menoleh pada sang putri kemudian menoleh pada Lina.


''Tapi Tante''?.


''Sini Nak, biar putrinya Mama mandikan,sini''?.


''Iya Vin kasikan sama Mama,kamu lebih baik mandi dulu ngak baik membawa Bayimu kemena-mana dalam keadaan ngak mandi''.sambung Aiden lagi berharap putranya itu mau menyerahkan jasat cucunya.


''Iya Tante, Alvin mandi dulu''.Lina menarik nafasnya lega,kemudian meraih tubuh kaku yang sedari tadi terus digendong Alvin.


Hati Aiden dan Lina benar-benar kawatir melihat komdisi Alvin.laki-laki itu seperti orang yang linglung dan setres.Alvin bahkan tidak menyadari lagi jika putrinya sudah tiada.


'''Aaaarrgggg''.kenapa Mama tega membunuh putri Alvin Ma''?.


Aiden yang melangkah dibelakang Alvin langsung berlari saat mendengar putranya itu menjerit dan meraung-rauang didepan pintu masuk rumah Lina.


Alvin baru menyadari jika putrinya telah tiada, saat laki-laki itu melihat banyaknya pelayat didalam rumah.


Tubuhnya limbung dan berlimpuh dipintu rumah.isak tangisnya terdengar pilu bagi siapa pun yang mendengarnya.melihat kerapuhan Alvin semua pelayat yang ada disana bahkan ikut meneteskan air mata.

__ADS_1


''Pa''?.Papa''?. mana Anak Alvin Pa''?.Alvin kembali tersadar dan mencari-cari putrinya kesana kemari.


''Vin sabar Nak''.jangan seperti ini putri kamu akan tersiksa jika kamu seperti ini Nak,kamu harus kuat Vin,ingat Aluna sangat membutuhkanmu,membutuhkan suaminya,Aluna juga terpuruk, Papa juga Nak,Papa harap kamu bisa membantu Luna agar dia bisa tegar''.


''Tapi Pa''?.


''Tidak ada tapi-tapian Alvin,kamu itu laki-laki dan kamu juga seorang kepala keluarga. tidak sepantasnya kamu selemah ini,Papa harap kamu bisa kuat,ingat Vin Aluna butuh kamu,jangan sampai karna kamu seperti ini istrimu malah dekat dengan laki-laki lain yang mampu membuatnya bangkit dari kehancuran''.setelah memgatakan itu semua Aiden melangkah memasuki rumah dan menyusul sang istri.


Sementara Alvin laki-laki terlihat berpikir keras dengan apa yang baru saja Papanya ucapkan.


Berkali-kali laki-laki itu mengelengkan kepalanya,saat terlintas dan membayangkan jika nanti Sang istri akan jatuh kepelukan laki-laki lain.


Alvin mencoba menguatkan hatinya kemudian melangkah memasuki rumah dan pergi menyusul Aiden dan Lina untuk memandikan jenazah sang putri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pukul lima sore akhirnya putri Alvin yang iya beri nama Vina Addison.selesai dikebumikan.


''Ayo pulang Vin''.pinta Aiden pada sang putra.


''Duluan saja Pa,Alvin masih mau disini''.jawab Alvin masih duduk berlimpuh didepan pusara sang putri.


Air mata laki-laki itu sudah tak lagi menetes,tapi siapa yang tau kini hati Avin hancur hingga tak berbentuk.


''Papa pulang duluan,sebaiknya cepat pulang kerumah istirahat, trus kerumah sakit. kasian Luna ditinggal sendiri''.Setelah mengatakan itu semua Aiden melangkah meninggalkan Alvin yang masih engan untuk beranjak.


''Hah''?.Alvin terkejut saat menyadari jika dirinya sekarang berada ditempat yang sangat gelap dan sunyu.suara hewan melata menambah kesan seram disana.


Alvin menoleh kekiri dan kekanan, namun dirinya sama sekali tidak bisa melihat apa pun,akibat suasana yang gelap, ditambah mendung.membuat langit sama sekali tidak ada bintang apa lagi bulan.


Alvin dengan cepat meraih smartphone yang ada disaku celananya dan menghidupkan senter.


Mata laki-laki itu terbelalak saat menyadari dimana dirinya sekarang.


''Makan, ya Allah''?.gumam Alvin saat dirinya menyadari dimana dirinya sekarang.


Lelah yang mendera membuat dirinya ketiduran dipusara sang putri.


''Papa pulang Nak''?.pamit Alvin sambil melangkah meninggalkan makan putri kesayangannya itu.


Mobil yang dikendarai Alvin meleset membelah jalanan jakarta yang padat,tepat pukul delapan malam mobil yang Alvin kendarai sampai diparkiran rumah sakit.


Ya Alvin sekarang langsung menuju rumah sakit,dirinya benar-benar kawatir dengan sang istri.


''Vin Alvin''.Alvin menoleh pada sumber suara.


Matanya menatap tajam dan nyalang kepada wanita yang kini melangkah mendekati dirinya dengan tergopoh-gopoh.

__ADS_1


''Vin bantu Mama Vin''.Alvin tetap diam. wajahnya dingin tampa expresi.


''Elice meninggal Vin,Mama mohon tolong lunasi biaya rumah sakit''.


Alvin tersentak kemudian kembali diam dan bungkam.kakinya melangkah menuju ruangan sang istri tampa memperdulikan Airy yang menjerit-jerit memanggil dirinya.


Bisa-bisanya Mamanya itu malah mengurus orang lain, sementara cucunya sendiri juga meninggal.Alvin benar-benar kecewa dengan wanita itu,bahkan Airy sama sekali tidak menanyakan tentang cucunya.malah sibuk mengurusi orang lain.


Benar-benar kejam.


''Alvin''?.Alvin tak bergeming laki-laki itu tetap melangkah menuju rungan sang istri.


Mata laki-laki tampan itu menoleh pada seseorang yang kini duduk disamping sang istri.


Cemburu pasti''.Alvin hanya manusia biasa yang punya rasa cemburu dan juga takut,namun ini bukan saatnya dirinya marah ataupun cemburu,untuk saat ini Alvin harus mengetepikan rasa egonya dulu demi sang istri dan juga demi masa depan keluarganya.


''Eh Kak''?.Sean langsung berdiri saat melihat Alvin berdiri disamping brangker Aluna.


''Apa kau sudah makan''?.tanya Alvin sambil mengusap kening istrinya lembut.


''Belum Kak''.jawab Sean sambil menatap Alvin yang sama sekali tidak menatap dirinya.


''Makanlah dan pulanglah, ini sudah malam,aku yang akan menjaga istriku''.


''Iya baiklah,jangan ketus begitu''.Sean berbicara sambil bangkit berdiri dan melangkah keluar dari ruangan.


''Makasih''.lirih Alvin sambil menatap Sean sekilas.


''Baiklah''.jawab Sean diiringi terkekeh.kemudian berlalu pergi.


Alvin yang kini hanya tinggal berdua dengan Aluna,kini menatap wajah pucat istrinya dalam-dalam.


Entah kenapa Alvin bergitu kawatir dengan keutuhan rumah tangganya, mengingat saat Aluna masih sadar. wanita itu benar-benar membenci dirinya.


Bagai mana jika Aluna benar-benar membenci dirinya''?.


Sudah bisa dipastikan hidup Alvin akan hancur dan brantakan.


''Sayang''?.


🌹🌹🌹🌹


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2