AKU BUKAN ANAK HARAM

AKU BUKAN ANAK HARAM
par 30


__ADS_3

Pukul empat sore. akhirnya Sean memutuskan untuk membawa Aluna pulang.


Sepanjang perjalanan tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka.


Entah kenapa Aluna mau terbuka dengan Sean, meski harus dipujuk dan dirayu.


Akhirnya dengan terpaksa Aluna mau menceritakan semuanya masalah hidupnya. namun tidak dengan penikahannya dengan Alvin.


Bahkan wanita itu sampai terisak dalam tangisnya saat menceritakan kepedihan dalam hidupnya.


Tak tahan dengan semua yang Aluna ceritakan, hingga akhirnya Sean membawa wanita rapuh itu kedalam dekapannya.


''Are you Ok''?.


''Ya". gue baik-baik aja lho tenang aja''.


''Yakin''?.


''Iya gue udah terbiasa hidup seperti ini, jadi ya"?. mau bagai mana lagi''?.mungkin ini lah hidup yang harus gue alami,lho ngak usah kawatir''.


''Lho harus janji sama gue, kalau ada apa-apa lho kasi tau gue Ok''?.


''Insya Allah''.


''Oh iya, tadi lho bilang lho bekerja sebagai seorang penulis''?.


''Hem''.


''Apa itu cukup untuk kebutuhan lho''?.


''Yah mau gimana lagi,untuk anak sekolah seperti kita memang tidak punya pilihan lain,mau kerja diluar ngak mungkin Mama izinkan''.


''Kenapa tidak bisa bekerja diluar"?. bukankah Mama lho ngak suka sama lho''?.


''Yah tapi lho kan tau sendiri Papa sayang sama gue''.


''Papa lho ya"?. hem''!!.dia baik sama lho''?.


''Ya baik banget''.


''Lho bersukur disayang lah gue''?.


''Lho ngomong apa barusan''?.


''Gak ada lupakan gue cuman kagen Mama''.


''Oh ".Ok''.


Akhirnya mobil yang Sean kendarai sampai didepan rumah keluarga Addison.


Rumah mewah dan serba wah membuat matanya sekatika itu juga mengembun.


''Lho kenapa''?.


''Tidak ada''.ya sudah gue balik''.lho hati-hati sampai ketemu disekolah besok Ok''?.


''Ok''.Aluna melambaikan tangan saat mobil Sean melaju meninggalkan pekarangan rumah.


''Waaw sudah pandai mencari mangsa yang wah".. sekarang ya''?.


''Apa maksud Mama''?.tanya Aluna saat melihat Airy berdiri didepan teras. kedua tangannya iya lipat kedada, dengan gaya sombongnya. sambil menatap Aluna dengan mata merendah.


''Alah ngak usah pura-pura. bilang aja terus terang,Mama juga ngak perduli. lagi pula biar Papa tau kalau kamu itu anak sial dan murahan''.


''Tapi Ma''?.Aluna hanya bisa menelan semua kata-katanya karna Airy sudah melangkah meninggalkan dirinya, sendirian mematung diteras rumah.


Dengan langkah berat Aluna menapaki lantai rumah yang mengkilap dan bersih.


Sunyi".kemana semua orang "?.apa mungkin belum ada yang pulang''?.


Hem". entah lah Aluna tidak perduli dan tak mau perduli.


Aluna melangkah kan kakinya dengan gontai menaiki tangga.matanya menoleh kekiri melihat kamar sang Kakak, sunyi". entah dimana sekarang laki-laki itu''? mungkinkah Alvin masih bersama kekasihnya''?.entah lah Aluna tidak tau dan tidak mau tau. dirinya takut sakit hati dan kecewa.


''Krek''.


Pintu kamar terbuka dengan perlahan dan''?.


''Deg''.

__ADS_1


Alvin". ada apa dia disini ''?.entah kenapa tatapan tajam yang Alvin perlihatkan membuatnya merinding dan berinsut takut.setelah berhasil menutup pintu kamar.


Kaki Alvin yang melangkah mendekatinya membuat Aluna semakin ketakutan.


Mata tajam yang menatap Aluna dengan kesal membuat tubuhnya bergetar.


''Kak''?.lirih suaranya terdengar dengan nafas yang tercekat.


''Apa kau senang hari ini''?.hem''?.bisik Alvin tepat ditelinga Aluna, setelah laki-laki itu berhasil mengunci tubuhnya ditembok.


''Aaapa maksud Kakak''?.jawab Aluna gugup.


''Bagian mana saja yang disentuh laki-laki pecundang itu''?.hem''?.


''Maksud Kakak apa''?.


''Tidak usah berpura-pura''.Alvin berbicara dengan nada yang mengeram kesal.bahkan telapak tangannya berkali-kali menampar tembok dengan wajah yang memerah.


''Kak nanti Mama denger''.


''Oh". takut Mama denger ya''?.Alvin melangkah mendekati pintu dan menguncinya.setelahnya iya kembali melangkah mendekati Aluna yang baru saja beberapa detik menarik nafasnya lega,dan sekarang kembali sesak.karna Alvin kembali mengunci dirinya didinding kamar.


''Apa mau Kakak''?jangan seperti ini Kak Aluna takut''.lirihnya dengan nada bergetar, bahkan kini matanya sudah berkaca-kaca.


''Apa kau takut dengan suamimu sendiri sekarang''?.hem''?.jemari laki-laki itu kini menari-nari diwajah berjerawat Aluna, membuat wanita itu semakin bergetar takut.


''Kak lepas". Aluna takut''.


''Oh kau takut dengan suamimu sendiri sekarang''?.


''Lalu dengan laki-laki lain kenapa kau tak takut hah''?.


''Apa maksud Kakak "?.bukannya Kakak yang memberikan izin Aluna untuk pergi''?.


''Kau kan bisa cari alasan untuk tidak ikut,tapi ini tidak"!!.. belum juga aku bilang iya, kau sudah mau pergi''.


''Why''?.apa kau selingkuh dengannya''?.


''Engak Kak. Sean hanya teman Aluna disekolah''.


''Ssuutt jangan sebut nama laki-laki itu disini.boleh ngak''?.


''Iya Kak''.


Entah kenapa sekarang Alvin menjadi laki-laki yang menakutkan seperti ini,karna tak pernah sekali pun dirinya melihat Alvin semarah ini.bahkan mata laki-laki itu sampai memerah menahan kesal.


''Ingat kau istri Kakak, tidak ada yang bisa mengubah itu sampai kapan pun kau mengerti''?.


''Ngerti Kak''.


''Ya sudah sana mandi. nanti malam jangan kunci jendela balkon, Kakak mau masuk''.


''Denger ngak''?.


''Denger Kak''.


Aluna langsung luruh kelantai setelah Alvin pergi dari kamarnya. tubuhnya terasa lemah bagai tak bertulang. entah kenapa laki-laki itu sampai berani menjerit seperti ini ''?.bagai mana jika yang lain dengar mereka bisa mati.tepatnya dirinya akan mati.


''Hiks..hiks..hiks''.sampai kapan semua ini terjadi ya allah''?.lirihnya menangis tersedu-sedu dan melangkah menuju kamar mandi.


Selesai mandi Aluna kembali melangkahkan kakinya menuju lemari,matanya menyipit melihat banyaknya paper bag didalam lemarinya.


Perlahan tangannya terulur untuk meraih satu buah Paper bag dan melihat isi didalamnya.


''What''?.terkejut sudah pasti.melihat apa yang ada didepan matanya.


''Siapa yang menyimpan pakaian ini dilemari ''?.


''Dret..dret...dret''.


''Siapa lagi yang nelfon ngak tau apa aku tu lagi pusing mikirin saringan santan ini''.dumelnya pelan sambil meraih hendphone.


''Assalamualaikum''.siapa ya''?.


''Berani ya lupa sama suami sendiri''.


''Kakak''.??jawab Aluna terkejut.bisa-bisanya iya mengangkat telfon tampa melihat siapa penelfonnya.


''Hem''.sayang jangan lupa pakai baju yang sudah Kakak siapkan dilemari,ingat harus dipakai''.

__ADS_1


''Tap''??.mati.telfon langsung dimatikan secara sepihak sebelum dirinya sempat protes.


''Iiiieeyyhh''.geram sekali rasanya mendengar perintah yang Alvin tujukan padanya.bagai mana bisa Alvin meminta dirinya memakai pakaian seperti ini.


''Aku bisa gila kalau seperti ini terus''.dumelnya pelan sambil meneliti pakaian yang Alvin minta untuk iya pakai.


Lelah berpikir akhirnya Aluna memutus kan untuk mengenakan pakaian tidur biasa dan melangkah menuju meja makan.karna semua keluarga sudah menunggu dirinya disana atas perintah sang Papa.


Ekor mata Alvin menoleh kearah Aluna,menatap wanita itu dalam. kemudian memalingkan wajahnya kembali.


''Pa''?.


''Iya sayang ada apa''?.


''Alvin boleh ngak Pa pindah keapartemen"?.tanya Alvin sambil menatap Papa dan Mamanya sekilas.kemudian kembali pokus pada makananya.


"Lho kok pindah"?. kan masih baru duduk dekat Mama sama Papa kenapa harus pindah"?.tanya Airy merasa tidak suka.


"Alvin capek Ma, kalau harus bolak-balik dari rumah kekantor,kalau Alvin tinggal diaparteman kan deket. So Alvin tidak akan terlalu cepek".


"Benar juga ya"?.


"Papa sih terserah kamu sayang"?.


"Boleh ya Ma plis"?.meminta dengan nada memelas.


"Kalau disana siapa yang ngurusin kamu"?.


"Hem itu dia Pa, Ma rencananya Alvin mau bawa Aluna pindah biar ada yang nemanin Alvin gitu iya ngak Dek"?.


"Dek".Alvin langsung menoel bahu Aluna saat melihat wanita itu hanya terpaku tampa menjawab.


"Iya".jawab Aluna spontan.


"No". Mama ngak setuju".


"Kenapa Ma"?.


"Bagai Mana kalau kalian nikah aja"?.Airy menunjuk Alvin dan Elice satu persatu.


"Uhuk..uhuk".


Aluna langsung tersedak mendengar itu semua, membuat semua orang yang ada disana beralih menatap dirinya.


"Lho kenapa sayang ayo minum".


"Iya Pa".jawab Aluna sambil meraih gelas yang ada didepannya dan menengaknya hingga setengah.


"Bagai mana sayang "!!.mau kan kawin sama Alvin"?.Airy kembali mengulangi pertanyaannya yang tadi sempat terputus.


"No". Tente Elice masih pengen bebas".


"Lho bukannya setelah menikah masih bisa bebas"?.


"Bukan itu maksud Elice Tante,Elice masih mau mengejar karir Elice sekarang,Tente Kan tau sekarang Karir Elice lagi naik".


"Kan masih bisa kerja sayang, Tante yakin Alvin kasi izin,kan sayang"?.


"Orangnya ngak mau jangan dipaksa Ma".jawab Alvin malas.sambil meraih tisu. kemudian iya gunakan untuk membersihkan bibirnya.sejurus kemudian iya melangkah meninggalkan meja makan, karna dirinya sudah selesai makan malam.


"Sayang Mama belum selesai".


"Alvin sudah Ma".jawabnya santai sambil melangkah menaiki tangga,entah kenapa semenjak kenal dengan Aluna dirinya malas untuk dekat dengan wanita lain termasuk Elice.


"Tu Pa anak kamu susah sekali kalau dikasi tau".kesalnya sambil menunjuk Alvin yang kini sudah masuk kedalam kamar.


"Biarkan Alvin menentukan jalan hidupnya Ma jangan ikut campur".


"Why"?.bukankah Mama ini Mama kandung Alvin"?.


🔥🔥🔥🔥


Mohon kritik dan saran yang mendukung.🙏🙏🙏


Bantu Like vote hadiah and komen makasih🥰🥰


Masih banyak typo maaf.🙏🙏


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2