
Alvin Fov.
''Ma''?.suara lirih istriku membuatku mempercepat langkah kakiku untuk keluar kamar.
Kuintip istriku dari balik pintu kamar.
''Gimana tidurnya sayang''?.nyanyak''?.
''Iya Ma,nyanyak''.jawaban dari bibir mungilnya membuatku tersenyum senang.
Setelah memastikan istriku baik-baik saja kulangkahkan kaki ini menuruni tangga.
''Lho Vin,udah bangun''?.aku langsung menoleh saat kudengar suara Papa.
''Eh Pa''.sapaku sambil melangkah mendekati Papa.
''Ayo minum kopi dulu''.kuanggukan kepalaku sambil melangkah mengikuti Papa.
''Lebih baik kamu kerja lagi dikantor Papa Vin''?.kata yang pertama keluar dari bibir Papa membuatku menoleh.
''Maaf Pa,Alvin mau berusaha sendiri dulu''.jawabanku membuat Papa mendesah kecewa.
''Terserah kamu Vin,tapi suatu saat jika kamu membutuhkan Papa jangan sungkan-sungkan datang kePapa.ingat Nak''?. Papa selalu ada untukmu''.Aku mengangukkan kepalaku.
''Kamu tetap anak Papa Vin''.ucapan Papa membuat hatiku tersentuh.aku langsung berdiri dan memeluk laki-laki yang selama ini menyayangiku dengan tulus.
''Jangan pernah menyerah Nak''.Aluna membutuhkanmu''.ucap Papa sambil menepuk-nepuk pundakku.
''Iya Pa terima kasih''.jawabku lirih.
''Ya sudah Pa,Alvin pulang dulu''.
__ADS_1
''Lho kok pulang sih,kan masih subuh''?.
''Ngak apa-apa Pa'',Alvin takut Aluna bangun''.
''Ya sudah Pa Alvin pamit dulu''.
''Iya hati-hati''.kusalami tangan Papaku dan menciumnya dengan takzim.
Setelahnya aku langsung melangkah menuju mobil pemberian Papa.awalnya aku sudah mengembalikan mobil ini namun Papa menolak keras,laki-laki paruh baya itu mengancam jika aku kembalikan mobilnya ini maka Papa tidak akan mengangap ku sebagai keluarganya lagi.
Aku jelas takut,karna jauh dilubuk hatiku aku sangat menyayangi Papa.
Sepanjang perjalanan pikiranku menerawang jauh,hari ini aku akan mencari pekerjaan,aku harus semangat demi masa depanku,istri dan juga anak-anakku kelak.
Anak-anak''?.seketika ingatanku menerawang pada beberapa hari yang lalu,saat diriku mengendong tubuh mungil putriku yang sudah tidak bernyawa.
Sakit sekali rasanya,hingga saat ini rasa sakit itu masih sangat terasa.
Kugelengkan kepala ini agar air mata yang sudah mengenang dipelupuk mataku tidak menetes.
''Krek''.
''Lho kok pintunya ngak dikunci''?.ucapku lirih. saat mengetahui pintu rumah tidak dikunci,kemana Mama''?.kulangkahkan kaki ini memasuki rumah.
''Astaufirullah''.gumamku yang mengintip dikamar Mama dan melihat wanita yang telah melahirkanku itu sedang tertidur pulas
''Bisa-bisanya Mama tidak mengunci puntu''.kugelengkan kepala ini sambil menutupi tubuh Mama dengan selimut.setelahnya aku kembali melangkah keluar.
Aku menuju dapur dan merebus air dikompor kecil yang kubeli beberapa hari yang lalu.
Dirumah ini hanya ada peralatan sederhana karna hanya itu yang mampu aku beli, mengingat uangku yang tak seberapa.
__ADS_1
Hampir satu jam diriku berkutat didapur kini satu gelas teh manis,telor ceplok dan juga nasi putih sudah terhidang dimeja.
Setelah selesai membuatkan sarapan aku melangkah menuju kamar dan mandi,kukenakan kemeja putih dan juga celana hitam bahan.
Setelahnya aku langsung melangkah keluar kamar.
''Alvin''?.kulirik Mama yang kini melangkah mendekatiku.
''Ada apa Ma''?.tanyaku yang sedikit heran kemana bayinya Elice yang biasanya selalu ada digendongan Mamaku ini.
''Mama minta Uang Vin''.Mama berbicara sambil menegadahkan tangannya didepanku.
Aku menarik nafasku panjang,kemudian menjawab.
''Alvin ngak punya uang Ma''.
''Aduh Vin kamu itu gimana sih''?.Mama itu mau makan direstoran Vin,Mama ngak selera makan kayak gitu''.
Kutarik nafasku sambil meraih uang pecahan lima puluh ribu dan kusodorkan pada Mama.
''What''?.hanya segini''?.
''Alvin brangkat dulu Ma''.tak mau berdebat aku langsung meraih jemarinya dan melangkah keluar rumah tampa sarapan terlebih dahulu.
Sebenarnya perutku lumayan lapar, tapi diriku benar-benar malas harus berdebar sama Mama.
''Alvin''?.sialan nie anak''.
🌹🌹🌹🌹
Mohon dukungannya like vote hadiah and koemen.
__ADS_1
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Tbc.