
Aluna semakin membercepat langkahnya, saat dua preman itu mulai mengejar dirinya.
''Bagai mana ini Mat''?.
''Banyak bacok lagi lu,buruan kejar''?.akhirnya kedua laki-laki itu mulai mengejar Aluna yang hanya mampu lari dengan sangat pelan,bahkan berkali-kali wanita itu meringis kesakitan.
Perutnya yang besar membuat Aluna tak mampu melangkah cepat.
''Ya Allah beri hanba kekuatan''.lagi-lagi wanita itu berdoa berharap ada yang bisa membantu dirinya.
Disini benar sunyi,tak ada yang bisa iya mintai tolong.
''Berhenti Woy''?.
Aluna terus melangkah tampa berani menoleh kebelakang.
Keringat dingin kini membanjiri wajah pucatnya,lelah yang mendera ditambah perutnya yang besar membuat pergerakan wanita itu benar-benar terbatas.
''Bagai mana ini Mat''?.tanya Udin dengan nafas yang ngos-ngosan.
''Mau bagai mana lagi,jika kita tidak melaksanakan perintah, maka keluarga kita sendiri yang dalam bahaya,wanita yang satu ini memang rada gila''.jelas Mamat masih terus mengejar Aluna yang sudah sangat dekat dengan mereka.
''Grep''.
Saat Aluna ingin menyeberangi jalan dengan cepat lengannya ditarik oleh kedua orang suruhan Elice.
''Mau kemana kamu''?.
''Pelan-pelan Mat kasian''.
''Terserah kau saja, toh nanti dia juga bakalan mati''?.Aluna langsung tersentak dan berusaha berontak namun usahanya sia-sia, karna tenaganya kalah kuat dari kedua laki-laki bertubuh tegap yang kini sedang memegangi kedua tangannya.
''Ayo ikut''.
''Pak Om, jangan''. tolong Izinkan Luna pergi Om''?.
''Maaf Neng, kami tak bisa membantu apa-apa, karna keselamatan keluarga kami taruhannya''.jelas Udin yang benar-benar merasa kasihan pada Aluna
''Ayo ikut''.
''Tolong...tolong...''.percuma karna disini sama sekali tidak ada orang.
Kini tubuh Luna langsung diseret memasuki hutan belukar yang sangat rindang.
''Lepaskan saya''.tolong hiks..hiks''.Kak Alvin tolong Luna Kak''.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
''Aaaarrrggg''.Alvin memegangi dadanya yang mendadak sakit.
''Ada apa tuan''?.tanya Toni menatap Bosnya kawatir.
''Tak ada''.jawab Alvin sambil tetap melajukan mobil.
Keringat dingin kini membasahi wajah laki-laki tampan itu.entah kenapa hatinya tiba-tiba semakin gundah dan dadanya mendadak perih.
Berkali-kali Alvin memukuli dadanya namun rasa itu tetap ada.
''Ya allah lindungi istri hamba''.gumam Alvin disertai air matanya yang sudah mulai merembes.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Dipingir jurang
''Jangan tolong jangan Om''?.pinta Aluna dengan wajah penuh harap.wanita itu kini benar-benar berharap belas kasih dari kedua laki-laki yang ada dikiri kanannya sekarang.
''Ayo sekarang Din''.Udin yang merasa iba pada Aluna hanya diam terpaku.
''Buk''.
Satu hantaman batang kayu membuat laki-laki yang dari tadi menarik Aluna terhuyung dan tersungkur ketanah.
''Sean''.Aluna langsung berlari mendekati Sean yang kini berdiri dengan kayu besar ditangannya.
''Luna''.
''Sen''.Aluna melangkah dengan lemah menuju Sean yang kini berdiri tak jauh darinya.
''Kau tunggu lah disini''.Aluna hanya menganguk, sementara Sean melangkah mendekati kedua orang suruha Elice.
''Ampun bang''?.pinta Udin yang kini siap mendapatkan pukulan dari kayu besar yang ada ditangan Alvin.
''Siapa yang meminta kalian melakukan ini''?.tanya Sean dengan mata memerah karna emosi.
Ternyata sejak Awal Aluna diculik dirinya sudah melihat semuanya,itu semuanya karna Sean selalu mengikuti wanita ini.
Namun sayangnya saat dirinya mengejar mobil yang membawa Aluna, dirinya kehilangan jejak,hinga Sean sempat putus asa.
Namun saat laki-laki itu ingin menyerah.
Binggo''.
Sean melihat mobil yang menculik Aluna terperkir dipingir jalan,namun Kosong.
''Pergilah Bang jangan bunuh kami,tapi tolong pukuli kami hingga babak belur''?.Sean hanya menatap heran laki-laki yang ada dibawahnya sekarang.
''Apa maksud kalian''?.tanya Sean tak habis pikir
''Sebenarnya kami terpaksa melakukan ini semua Bang,itu semua karna kami butuh uang dan keluarga kami juga diancam''.
''Pukul saja kami Bang supaya wanita itu percaya jika kami sudah berusaha untuk mempertahankan sandra''.
Tampa pikir panjang Sean langsung menghajar kedua laki-laki itu sampai babak belur.
Setelah menghajar kedua laki-laki itu Sean melangkah mendekati Aluna.
''Ayo''.
''Apa kau masih kuat jalan''.
''Kuat''.jawab Aluna sambil melangkah dengan pelan.
''Aaarrggg''.sakit''.keluh Aluna merasakan perutnya semakin sakit.
''Grep''.
Tampa bertanya Sean langsung mengangkat tubuh Aluna dan membawanya keluar dari hutan.
Aluna yang kesakitan tak perduli lagi dengan rasa malu atau pun tak enak hati,sakit yang mendera membuatnya memeluk tubun tegap Sean tampa canggung.
Entah kenapa setiap berada dipelukan laki-laki ini rasanya begitu nyaman entah apa sebabnya.
''Lho masih kuat naik motor ngak''?.tanya Sean yang dijawab Aluna ragu-ragu.perutnya yang semakin sakit membuat tubuhnya kian melemah.
__ADS_1
''Grep''.
Tampa pikir panjang Sean langsung mendudukkan Aluna didepan motor miliknya dan dirinya duduk dibelakang mengapit tubuh lemah Aluna.
''Pegang yang kuat Lun''.pinta Sean yang sudah benar-benar kawatir dengan Aluna.
''Gue akan bawa lho kepukesmas terdekat''.Sean berbicara sambil melajukan motor miliknya dijalanan yang sudah mulai magrib.
''Lun sadar Lun, jangan pingsan''.Sean semakin kawatir saat merasakan pegangan Aluna dilengannya semakin melemah.
''Sus suster tolong Sus''?.Sean dengan cepat berlari memasuki pukesmas, saat motor yang iya kendarai sampai disebuah pukesmas kecil.
Laki-laki itu semakin panik saat melihat darah segar yang memgucur dari selengkangan Aluna.
''Baik mas.silahkan tunggu diluar''.Sean hanya menurut saja, laki-laki itu langsung melangkah keluar dari ruangan setelah meletakkan Aluna dibrangker.
Jemarinya meraih smartpthone dan mengirimkan pesan pada seseorang.
Sementara Alvin.
''Kemana mereka membawa istriku''?.geramnya penuh emosi karana saat sampai dialamat yang Mamanya berikan sama sekali tak ada apa pun disana.
Jemari Alvin mengapai Smartpthone yang ada disaku celana bahan yang iya kenakan.
''Siapa ini''?.gumamnya saat melihat Sms masuk dari nomor tak dikenal.
''Datanglah kepukesmas citra indah jalan B''.Aluna sekarang ada disini''.
Alvin langsung melangkah dengan cepat memasuki mobil kembali,sementara Tono dan Toni yang awalnya sudah bisa menarik nafas sedikit lega kini kembali gemetaran.
''Kemana lagi Vin''?.tanya Aiden yang baru saja sampai.
''Kepukesmas Citra indah Jalan B Pa''.setelah menjawab pertanyaan sang Papa Alvin langsung melangkah dengan cepat memasuki mobil.
Berkali-kali laki-laki itu bergumam sendiri, dirinya berharap bahwa Aluna benar-benar ada disana.dirinya berharap yang mengirim pesan barusan itu benar-benar orang baik,bukanlah jebakan.
Alvin kembali melajukan mobil dengan kecepatan tinggi,hatinya benar-benar kawatir sekarang.
''Pak tolong parkirkan mobilnya dengan benar''.pinta tukang parkir sambil berlari.setelah laki-laki itu sampai didepan pukesmas yang iya cari melalui smarphone pintar miliknya.
''Ck''.apa gunanya aku membayar kedua laki-laki bodoh ini''.kesal Alvin sambil melangkah mendekati mobil.
''Woy bodoh,apa yang kalian lakukan didalam mobil''?.
''He..he''.maaf tuan''?.
''Aku tak butuh maaf kalian,sekarang perkirkan mobil ini,bodoh''.serkas Alvin membuat kedua laki-laki itu keluar dari kobil dengan pakaian yang kacau.rambut acak-acakan celana tinggi sebelah panjang sebelah,bahkan kemeja yang mereka kenakan kancingnya semuanya sudah terlepas.
''Dimana Alvin''?.
🌹🌹🌹🌹🌹
Mohon dukungannya like,hadiah, vote and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Yuk mampir dikarya outhor yang lain.👇👇👇
Tbc
__ADS_1