
''Plak''.
Alvin terdiam saat merasakan pipinya yang panas akibat tamparan sang Mama.
''Kenapa Mama menampar Alvin''?.bukankah apa yang Alvin katakan benar''?.
''Sudah lah Vin''?.
''Kenapa Ma''?.kenapa Alvin harus diam''?.bukankah selama ini Mama selalu menghina Aluna sebagai anak haram''?.tapi ternyat Alvin sendiri yang anak haram''?.
''Diam Alvin''.
''Oek..oek..oek''.karna suara Alvin mau pun Ayri yang melengking mambuat bayi yang ada digendongan Airy menangis kencang.
''Iiisss diamlah, kenapa kau selalu menangis''?.
Alvin mendengus. kemudian melangkah meninggalkan Airy setelah laki-laki itu menyiapkan makan siang untuk sang Mama.
''Alvin bantuin Mama''.Alvin tak bergeming. kakinya terus melangkah memasuki mobil kemudian meleset pergi entah kemana''?.
''Ciiit''.
Mobil yang laki-laki itu kendarai kini berhenti didepan rumah Lina.entah kenapa hatinya selalu membawanya kemana pun Aluna berada.
''Sayang''?.lirih Alvin saat melihat istrinya itu melangkah menuju taman ditemani Lina.
''Abang kangen sayang''.gumam Alvin yang sama sekali tidak didengar Aluna.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara Aluna.
Wanita itu kini benar-benar kehilangan semagat hidupnya,sudah seharian ini Lina meminta putrinya untuk makan siang, namun wanita pucat itu tetap menolek dengan alasa belum lapar.
''Sayang ayo lah Nak,makan sedikit saja''.lagi-lagi Lina membujuk putrinya sambil mengusap rambut panjang wanita itu.
''Ma''?.sekarang anak Luna lagi apa ya Ma''?.
Lina menarik nafasnya panjang, sudah berkali-kali putrinya bertanya yang itu-itu saja.
''Nak kamu harus kuat,demi anak kamu dan juga demi suami kamu''.
''Luna ngak mau dekat sama Kak Alvin lagi Ma''.
''Kenapa''?. Apa alasannya''?.kasi tau sama Mama''?.Mama pikir Alvin itu baik dan juga sayang sama kamu,salah dia dimana coba kasi tau Mama''?.Lina bertanya sambil duduk disamping putri.
Aluna mengeleng kemudian bersuara.
''Kak Alvin ngak salah Ma''.
''Trus kenapa kamu memghindari dia''?.
''Luna takut Ma,Luna takut Mama membunuh Aluna dan juga anak Luna lagi Ma''.
__ADS_1
''Nak sayang,dengarkan Mama''?.putri kamu sudah tenang disana,Mama mohon kamu jangan seperti ini''.
''Ngak Ma''.anak Luna belum meninggal dia ada disini Ma''.wanita muda itu meraba-raba perutnya yang sudah benar-benar rata.
Alvin yang melihat istrinya menangis dan berteriak histris,dengan cepat membuka pintu mobil kemudian berleri mendekati Aluna.
''Dek sayang,jangan seperti ini''.
''Aaahhhh''.pergi kamu, pergi,kau jahat kembalikan putriku''.Aluna mencoba untuk lepas dari pelukan Alvin yang kini mendekap tubuhnya dengan erat.
''Dek tolong,sayang jangan seperti ini''.Alvin yang melihat kerapuhan istrinya juga ikut meneteskan air mata begitu juga dengan Lina.
''Lepas Luna benci Kakak''.pergi''.
''Jangan seperti ini sayang''.Alvin sama sekali tidak melepaskan lengannya ditubuh Aluna, air mata laki-laki itu menetes dipundak sang istri yang kini masih iya peluk erat.
''Pergi Kak,Luna benci Kaka, benci Mama benci semuanya, kembalikan putri Luna Kak''.lirih wanita itu lemah karna sudah kelelahan.
''Iya sayang,iya''. terserah Adek,mau benci sama Abang atau Mama,mau pun Elice. silahkan, tapi Abang mohon jangan seperti ini,Adek harus semagat jangan lemah.kasian anak kita Dek, biarkan dia tenang sayang''.
Sepertinya Alvin percuma berbicara panjang lebar karna Aluna kini sudah terlelap didalam dekapam suaminya.
''Vin Lunanya tidur Nak''.
''Hah''?.Alvin terkejut dan menoleh sekilas.benar saja istrinya sekarang sudah terlelap dengan kepala berada dipundak dirinya.
''Bawa kedalam Nak''.
''Iya Tante''.
''Iya Ma''.jawab Alvin sambil mengangkat tubuh sang istri.
Alvin membaringkan tubuh istrinya lembut kemudian mengecup kening,pipi kiri dan kanan, terakhir dibibir.
''Maafkan Abang sayang''.lirih laki-laki itu yang masih merasa bersalah karna Alvin selalu berpikir semua itu atas kesalahan dirinya, andai saja waktu itu dirinya tidak membawa Aluna keluar rumah. otomatis semua ini tidak akan terjadi.
"Sabar Nak".ucap Lina sambil menepuk pundak Alvin yang berguncang karna laki-laki itu kini sudah menangis tertahan.
"Maafkan Alvin Ma"?.pinta laki-laki itu sambil menutup bibirnya, agar suara tangisnya tidak terdengar.
"Sudah lah Nak, ini sudah takdir. jangan saling menyalahkan".semua yang terjadi adalah yang terbaik"?.
"Tapi Ma".
"Sudah-sudah".ayo kita keluar itu kayaknya Papa sudah pulang".Lina menarik Alvin keluar kamar,saat dirinya mendengarkan suara deru mobil yang memasuki pekarangan rumah.
"Vin"?.sapa Aiden sambil memeluk tubuh tegap putra sekaligus menantunya itu.
"Lho kok nangis''?. ini kenapa"?.Aiden menuntun putranya itu agar duduk disofo.
"Ngak tau Pa,Alvin harus bagai mana lagi supaya Aluna bisa memaafkan Alvin"?.lirih laki-laki itu berbicara masih tetap sesegukan.
"Sabar Nak".Aiden menepuk pundak putranya untuk memberikan Alvin semangat.
__ADS_1
"Vin"?.
"Iya Pa".Alvin mendongak menatap wajah Papanya yang seperti ingin berbicara sesuatu.
"Papa harap kamu bisa menerima keputusan Papa Nak"?.
"Maksud Papa"?.tanya Alvin sudah mulai was-was.
"Entah''. Papa juga binggung mau ngomongnya".
"Begini Vin, maksud Papa kamu, dia ingin membawa Aluna kuliah diluar negri".sambung Lina mencoba menjelaskan rencana mereka pada Alvin.
"Luar negri".ngak Pa ngak".
"Tenang dulu Nak,dengarkan penjelasan Papa".Aiden mencoba untuk menenangkan putranya yang sudah mulai kelap.
"Bagai mana Alvin bisa tenang Pa''?.sekarang saja Aluna begitu membenci Alvin, jika Aluna Papa bawa jauh-jauh bagai mana caranya Alvin mau mengambil hati Aluna lagi Pa"?.
"Bagai mana Pa"?.lirih laki-laki itu putus asa.
"Dengarkan Papa Nak".kemaren kamu juga ngotot seperti ini, hingga akhirnya berakhir seperti apa"?.coba kamu ingat pada saat Papa meminta Aluna bersembunyi disini kamu justru ngotot untuk membawa Aluna pulang kerumah. hungga akhirnya terjadi kejadian naas itu,apa kamu masih ingat"?.
Alvin diam. ingatanya seperti kaset yang berputar, mengingat semua perdebatan mereka beberapa bulan yang lalu,dirinya juga mengingat bagi mana dia memaksa Aluna untuk ikut dengannya keluar rumah hingga berakhir kepergian putrinya untuk selama-lamanya.bahkan dirinya juga kehilangan kelembutan dan kasih sayang dari istri tercintanya itu.
"Tolong Nak, untuk kali ini saja jangan egois,Luna butuh ketenangan Nak".mohon Aiden dan berharap kali ini Alvin mau mendengarkan kata-katanya.
"Tapi Pa"?.
"Kau masih bisa mengunjungi istrimu Vin".
"Tapi Aluna benci dengan Alvin Pa".
"Papa tau,tapi Papa yakin cinta kalian akan mengalahkan segalanya".
"Kapan Aluna akan berangkat".
"Hari senin".
"Hah"?.kok mendadak sih Pa"?.
"Maaf Nak''?. Papa tidak mungkin membiarkan anak Papa dalam keadaan seperti ini,Papa takut jika dibiarkan Aluna akan semakin parah"?.
"Tapi Pa"?.Alvin masih mencoba untuk protes.
"Maaf Vin, kali ini izinkan Papa untuk menentukan jalan hidup putri Papa".
Alvin terdiam hatinya tersentil saat mendengarkan kata putri Papa,ada sesuatu yang iya lupa,ya''?. iya lupa jika dirinya bukan anak kandung dari laki-laki ini.
"Bagai mana Vin"?.
🌹🌹🌹🌹🌹
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
__ADS_1
Maaf masih banyak typo.🙏🙏
Tbc.