
''Arrrggg''.darah''?.Alvin yang baru saja sadar langsung terlonjak.untuk saja ditubuhnya dipasangi sabung pengaman.jika tidak sudah bisa dipastikan dirinya akan kepontok sunroof mobil.
''Kak kenapa''?.aku jelas panik melihat kondisinya yang kacau,dengan wajah panik.
''Adek darah''?.lagi-lagi dirinya menyebutkan darah.
Apa mungkin suamiku fobia darah.
''Luna bantu Mama''.aku langsung menoleh menatap Mama yang kini sedang memarkirkan mobil disembarang arah.
Mama benar-benar sayang dengan wanita itu.sampai dirinya sama sekali tidak memperdulikan kondisi putranya sekarang.
''Luna kamu dengar tidak''?.aku langsung tersentak kaget karna suara pangilan Mama yang melengking tinggi.bahkan Alvin yang kini sedang memelukku dengan tubuh bergetar pun' kurasakan dirinya juga ikut tersentak.
''Kak lepaskan Luna Kak''.Luna mau bantuin Mama''.kasian juga melihatnya dengan kondisi seperti ini,baru kali ini aku melihat sisi lain dari seorang Alvin.laki-laki bengis itu kini berubah menjadi kucing anggora yang manis dan manja.
''Luna buruan''.
''Tapi Ma''?. Kak Alvin angak mau lepas''.aku bicara jujur sekaligus ketakutan.bukan tampa alasan diriku sudah pernah diancam Mama agar tidak dekat-dekat dengan putranya.tapi sekarang''?. diriku dan putranya malah menempel seperti prangko.tampa jarak.
''Ya ampun Alvin. kamu ini kenapa''?.Mama menguusap wajahnya kasar.kemudian dengan cepat masuk kedalam rumah sakit entah apa yang iya lakukan.
''Kak bagun''.pintaku diiringi tepukan lembut dipipinya yang pucat.
''Dek''.
''Iya Kak, buka matanya''.matanya perlahan terbuka dan mendongak. sambil menatap diri ini dengan mata berkaca-kaca.
''Kenapa dia ini''?.batinku dengan tatapan heran padanya.
''Sakit''. hiks..hiks..tolong sakit''.aku serba salah sekarang, disisi lain aku kasihan dengan Elice yang kini sedang kesakitan.
Namun dilain sisi aku juga tidak ingin meningalkan suamiku dalam keadaan seperti ini.aku harus bagai mana sekarang''?.
''Ayo Sus''. bantu bawa menantu saya''.saat pikiranku kalut. tiba-tiba Mama datang dengan membawa Suster beserta brangker.
Sayang sekali Mama dengan calon cucunya,mungkinkah Mama juga akan sayang seperti ini, jika tau diriku mengandung cucunya''?.
Aku mengeleng perih.itu semua pasti tidak akan pernah terjadi.sadar lah Luna''?.
Setelah wanita pelakor itu berhasil dibawah masuk kedalam rumah sakit, Aluna dengan cepat menarik suaminya kedalam dekapan.tujuan dirinya melakukan ini semua hanya untuk menenagkan Alvin, yang kini masih sedikit lingling.
"Kakak sudah mendingan ayo kita turun"?.pintaku setelah memastikan nafasnya kini sudah mulai teratur.
"Kemana"?.
"Masuk kedalam Kak".ayo"?.
__ADS_1
"Kita pulang Dek".
"Ngak Kak".
"Ayo masuk,kalau Kakak ngak mau masuk biar Luna sendiri yang masuk".
"Ya sudah ayo".Luna menarik nafasnya lega. karna kini kondisi Alvin sudah membaik.
****
"Apa dok"?.
"Iya nyonya''. menantu anda hamil tiga bulan".
Aku yang kini sedang berdiri didepan ruangan, yang ternyata ruangan dokter yang merawat Elice. begitu terkejut mendengar penjelasan dari dokter.
''Ternyata Elice benaran hamil"?.tubuhku limbung bahkan kaki ini sangat sulit untuk menopang tubuhku yang rapuh.
"Adek dengar kan"?.dia bukan anak Abang sayang".Adek ingatkan semenjak kita menikah Abang udah ngak pernah lagi bertemu berdua saja dengannya''. apa lagi tidur dengannya".
Tanganku langsung ditarik Alvin dan membawaku dilorong rumah sakit.
"Abang berani jamin, yang dikandung wanita itu bukan anak Abang".
Aku sama sekali tidak bisa menjawab,tangan ini kukepalkan,kupukul dada bidangnya dengan isak tangis yang menyesakkan dada.
Sakit sekali rasanya"!..
"Bagai mana cara Luna mau percaya Kak"?.lirihku yang langsung luruh kelantai kramik rumah sakit.
"Aaarrggg"?.kuceng kram perutku yang terasa bagai diremas-remas.
"Sakit".liriku dengan air mata yang mengalir semakim deras.
"Sayang".tubuh ini langsung dibopong laki-laki yang sudah berani menodai pernikahan kami,meskipun ini pernikahan entah pernikahan seperti apa"?.tapi yang namanya pernikahan tetaplah suci.
".Dokter tolong dokter".kutatap wajah yang akhir-akhir ini selalu menemaniku,yang mampu membuat hati ini berbunga-bunga.namun hanya dalam sekejap semuanya hancur tampa sisa.hatiku benar-benar kecewa dengan semua ini.
"Ada apa ini Alvin".Mama langsung berdiri dari duduknya dirungan tunggu saat melihat kini malah diriku yang dibopong pitra kesayangannya.
"Alvin apa-apa-an kamu"?.tadi saat Elice pingsan kamu sama sekali tidak perduli".
Perutku yang tadinya sudah sedikit membaik kini kembali melilit.
"Aaarrgg".sakit Kak".keringat dingin mulai membanjiri sekujur tubuh ini,bahkan mata yang tadi terbuka dengan sempurna kini mulai tertutup. namun masih bisa kudengar Mama yang selalu menodong putranya dengan berbagai pertanyaan, dan hinaan pada diriku.namun lamat-lamat suara itu sama sekali tidak bisa kudengar lagi,aku kehilangan kesadaran.
Outhor Fov.
__ADS_1
"Tolong dokter".Alvin yang panik sama sekali tidak kengindahkan semua kata-kata yang keluar dari bibir Mamanya.
Satu orang Dokter yang merawat Aluna kemaren dengan cepat mendatangi mereka diikuti beberapa perawat yang lainnya.
"Mas silahkan keluar".
"Tapi Dok"?.
"Ayo keluar ngapain kamu masih disitu"?.lagian ngapain sih kamu bela-belain buat membawa dia kerungan perawatan.dikasi obat warung ntar dia juga bakalan sembuh".ucap Ayri berbicara penuh kebencian. sambil mendaratkan bokongnya dikursi tungguy yang ada didepan rungan IGD
Entah kenapa wanita paruh baya itu merasa aneh dengan hubungan Aluna dan Alvin.Ayri bukanlah wanita yang bodoh, dirinya tau mana hubungan spesial l,mana yang menbenci".Alvin selalu meyakinkan dirinya bahwa dirinya akan menyiksa Aluna,tapi sepertinya dirinya salah. karna sudah mempercayai putranya itu.
Karna semenjak hidup dengan Alvin Aluna terlihat lebih bahagia, meskipun tidak banyak Ayri temui kejanggalan disana.karna wanita itu masih memakai pakaian yang sama dan pasilitas yang masih sama.
Namun melihat semua perhatian dan wajah cemas Alvin, saat melihat wanita itu kesakitan.jelas rasa curiganya semakin besar.
"Aku harus cari tau".batin Ayri sambil bangkit berdiri dan pergi menuju kamar perawatan Elice.
****
Sementara Alvin.laki-laki itu masih berdiri diri didepan pintu kaca rungan IGD dengan wajah cemas.berkali-kali dirinya mengusap wajahnya kasar.
Bahkan air matanya tak henti-hentinya menetes.
"Bertahaan lah sayang".gumam Alvin sambil menyandarkan kepalanya dipintu rungan IGD.
Sementara Ayri kinj melangkah memasuki rungan Elice.terlihat wanita itu masih tertidur pulas.karna pengaruh obat.
"Sayang ''. Tante pulang sebentar ya''?. nanti balik lagi buat nemanin kamu disini".
"Tante"?.saat Ayri ingin melangkah pergi lengannya dengan cepat ditarik Elice.
"Eh Tante membangunkan kamu ya"?.Elice mengeleng lemah.
"Tante"?.
"Iya sayang ada apa"?.Ayri yang tadinya ingin pergi akhirnya iya urungkan.
"Tante bisa tolong Elice"?.
"Tolong apa sayang kasi tau sama Tente".Ayri berbicara sambil mengusap pungung tangan Elice dengan lembut.
"Bantu Elice supaya Alvin mau mengakui bayi ini Tante"?.pinta Elice disertai tangis nya yang pecah.
🌹🌹🌹🌹
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
__ADS_1
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Tbc.