AKU BUKAN ANAK HARAM

AKU BUKAN ANAK HARAM
par 38


__ADS_3

''Jangan pergi Lun''?.jangan tinggalkan Kakak''.Alvin terus merancau dalam tidurnya membuat Aluna yang awalnya tidur jadi terbagun.


Mata gadis remaja itu menyipit,saat melihat wajah Sang Kakak sangat dekat dengan dirinya.bukankah tadi malam Alvin masih marah padanya"?.lalu kenapa tiba-tiba laki-laki itu memeluknya erat,hinga membuatnya tidak bisa bergerak.


''Sayang jangan tinggalkan Abang plis"?.lagi-lagi laki-laki itu merancau tak jelas. dengan mata yang masih enggan untuk terbuka.


''Kak bagun''.Aluna menepuk-nepuk pipi Alvin lembut,berharap laki-laki itu tersadar dari tidurnya.


''Kak''.


''Luna''.Alvin langsung terduduk dari berbaringnya ,dengan keringat dingin membasahi dahi putih miliknya.


''Luna sayang''.


Aluna langsung terpaku saat tubuhnya ditarik Alvin kedalam dekapan.


"Jangan tinggalkan Abang Sayang".gumamnya dengan nada terisak.


Lagi-lagi Aluna binggung dengan apa yang terjadi.apa sebenarnya yang dimimpikan Alvin"?.


"Kakak kenapa"?.tanya Aluna setelah Alvin merenggangkan dekapan ditubuhnya.


"Abang mimpi buruk".jawab Alvin sambil menatap Aluna sendu.


"Mimpi buruk"?.


Alvin mengangukkan kepalanya tanda mengiyakan apa yang istrinya tanyakan.


"Abang mimpi Adek pergi dari Abang,Adek pergi dengan laki-laki lain meninggalkan Abang sendirian".


"Apa Adek punya niat untuk pergi"?.tanya Alvin sambil menatap Aluna dengan wajah sendu.


''Hufh''.Mendengar pertanyaan Alvin Aluna menarik nafasnya panjang.niat ingin meninggalkan Alvin "!.entah lah dirinya belum punya jawaban untuk itu semua.iya belum mencintai Alvin.mungkin"?.namun satu yang tidak bisa iya pungkiri,jika kini dirinya adalah seorang istri yang harus patuh dan taat pada suaminya.


"Sayang". Dek Abang nanya ini ,kenapa ngak dijawab"?.Alvin kembali bertanya dan


menuntut jawaban yang sangat ingin iya dengarkan.


"Dek"?.


"Iya Aluna janji tidak akan meninggalkan Kakak".


"Janji"?.


"Janji"?


"Makasih sayang"?Alvin lagi dan lagi memeluk tubuh istrinya dengan penuh kehangatan.


"Kak"?.


"Abang sayang".


"Abang boleh Luna bertanya sesuatu"?.


"Boleh'apa "?.tanya Alvin sambil menatap Aluna lembut.


"Kenapa Kakak menikahi Luna"?.


"Mati gue,apa yang harus gue jawab sementara gue sendiri tidak tau jawabanya".


"Bang"?.


"Hah".Ya"?.Alvin langsung sadar dari lamunannya saat Aluna menepuk pipinya pelan .hinga kini tatapan mereka bertemu.


"Apa alasan Abang menikahi Luna"?.tanya Aluna berharap Alvin menjawab sesuai apa yang iya harapkan.


"Untuk saat ini Abang belum tau jawabanya, tapi Abang mohon,Adek bersabar lah sedikit saja.untuk saat ini Abang masih ingin mengenal hati Abang sendiri".


"Maksud Abang apa"?.


"Maksud gue "?.gue aja belum ngerti apa maksud gue "??.sampai nekat melakukan ini semua".lagi dan lagi laki-laki tampan itu membatin.


"Sayang jangan pergi"?.Alvin langsung panik saat Aluna ingin beranjak pergi dari tempat tidur.


"Luna mau minum Abang".


"Oh". he..he maaf"!!.Abang pikir Luna mau pergi. ya sudah Adek duduk sini,mau minumkan"?.Aluna

__ADS_1


mengangukkan kepalanya.


"Abang ambilkan".Alvin langung berdiri dari duduknya dan melangkah menuruni tangga untuk mengambilkan istrinya minuman.


"Sabar Luna, sabar.kau itu harus sadar diri kau itu bukan siapa-siapa dihatinya".gumam Aluna dengan hati yang sangat sedih.


Bagai mana tidak''?. dirinya menikah dengan cara dipaksa oleh laki-laki yang tidak mencintai dirinya, bakhan kini laki-laki itu sudah mempunyai wanita lain yang iya cintai.


Miris". benar -benar miris.


"Ini sayang".Aluna langsung tersadar dari lamunannya saat Alvin menyodorkan satu gelas air mineral didepannya.


"Makasih".


"Sama-sama sayang".


Aluna langsung meminum air yang Alvin berikan hingga setengah gelas.


"Sudah"?.


"Sudah".


"Ya sudah sini Abang antarkan gelasnya, Adek istirahat aja,Ok"?.


"Iya Bang".Aluna hanya menurut saja.doi Segera berbaring karna tubuhnya masih lemah dan butuh istirahat.


💥💥💥💥


"Abang Luna berangkat ya"?.tanya Aluna saat mereka baru saja selesai sarapan pagi.


"sama Abang".


"Tapi"?.


"Jangan membantah"?.tegas tampa mau dijawab, apa lagi dibantah.


"Iya". jawab Aluna malas.


"Ayo masuk"?.pinta Alvin setelah mereka berdua berdiri didekat mobil.


"Buruan Luna. Abang udah telat".Aluan hanya menurut saja dirinya malas untuk berdebat sekarang.


"Maksudnya"?.


"Mana tau, marah sama Abang karna tadi Abang larang pergi kesekolah sendirian"?.


"Aluna ngak marah Bang".


"Benarkah"?.


"Iya".


"Kalau ngak marah kenapa hanya diam"?.tanya Alvin lagi sambil menatap Aluna sekilas, kemudian kembali pokus menyetir mobil miliknya.


"Luna kesekolah dulu Kak".Aluna pamit sambil meraih tangan suaminya dan menciumnya dengan takzim.saat mobil mereka sudah sampai didepan gerbang sekolah.


''Kok Kakak''?.


''Maaf Kak Luna takut keceplosan''.lirihnya pelan takut ada yang denger pembicaraan mereka.


''Oh''. terlihat Alvin menganguk-angukkan kepalanya tanda mengerti.


"Sebentar sayang".


"Apa lagi Kak"?. Luna udah telat ini"?.tanya Aluna dengan wajah jengah.


"Ini".


"Apa ini"?.Aluna menatap dua buah kartu yang disodorkan Alvin tepat didepannya.


"Ini kartu kredit dan ini ATM".


"Untuk"?.


"Untuk membeli kebutuhan istri Abang dan kebutuhan rumah".


"Tapi ini ngak perlu Kak,Luna takut".

__ADS_1


"Mama marah"?.Alvin langsung memotong ucapan istrinya membuat wanitanya itu hanya mempu menunduk.


"Soal Mama jangan takut, biar Abang yang urus. Ok"?.


"Sudah sana masuk nanti telat. dan ingat jangan dekat dengan laki-laki lain".lagi dan lagi Aluna menarik nafasnya panjang. dirinya malas sekarang untuk berdebat.


"Aluna pergi dulu".


"Iya". belajar yang rajin,nanti Abang jemput".


"Iya".


Aluna melangkah kan kakinya setelah melihat mobil yang membawa Alvin menghilang dari pandangan matanya.


"Lun".


"Astaufirullah".sejak kapan lho disitu"?.


"Sudah sejak tadi".lho punya rahasia apa sama gue"?.


"Rahasia". maksud lho"?.tanya Aluna sambil menatap Rara dengan wajah was-was.


"Ngak usah bohong sama gue Lun,kita itu udah lama kenal,gue tau jika sekarang lho menyimpan rahasia besar sama gue".


"Ngak ada rahasia Ra".jawab Aluna sambil melangkah pergi meninggalkan Rara yang kini berusaha mengejar dirinya.


"Lun tungguin gue Lun".Rara berlari mengimbangi Aluna yang kini melangkah dengan cepat menuju kelas.


"Lun ".


"Ya Allah bagai mana ini"?.gumam Aluna pelan. saat dirinya melihat Sean kini sudah berdiri tepat didepan dirinya.


"Maaf Sen,gue harus masuk,bentar lagi kelas akan dimulai".


"Lun ".


"Aduh itu gurunya udah datang lho, balik kekelas sekarang. sebelum lu dihukum".celetuk Rara membuat Sean segera berlari menuju kelasnya.


"Lho kenapa ngeliat Sean kayak ngeliat hantu"?.


"Ngak ada lagi malas aja berdebat sama cewek gila itu".


"Yakin hanya itu alasannya"?.


"Yakin lah".


Dikantor


"Bagai mana"?.


"Maaf tuan muda.tadi saya melihat laki-laki yang kemaren masih mendekati Nona muda tuan".


"****".umpat seseorang dari seberang sana dengan wajah kesal.


"Tolong ikuti istri saya terus, jangan sampai lengah".


"Baik Tuan".


"Kurang ajar beraninya bocah ingusan itu mendekati istri seorang Alvin".gumamnya pelan dengan penuh emosi.


"Andai gue bisa mengurung Aluna didalam rumah ,sudah pasti hal seperti ini tidak akan terjadi".


"Dor".


"Setan lho".celetuk Alvin saat sahabat sekaligus asistennya itu membuatnya terkejut.


"Melamun"?.


"Serah gue apa urusan Lho".


"Ok,eh tapi gue boleh ya titip salam sama Adek lho"?.


💥💥💥💥


Wah...wah...Jerry cari penyakit nie"?.


Jangan lupa like vote hadiah and komen.🙏🙏🙏

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2