AKU BUKAN ANAK HARAM

AKU BUKAN ANAK HARAM
par 91


__ADS_3

Entah kenapa luka ini masih begitu sakit hingga rasanya kaki ini berat sekali untuk melangkah.


''Lah ngapain masih berdiri disitu''?.Sean yang baru saja kembali dari membeli bunga langung heran melihatku hanya diam saja tampa bergerak sedikitpun dari posisiku semula.


''Buruan Dek, udah sore ini kasian Mama nungguin kita''.aku akhirnya dengan terpaksa melangkahkan kakiku mendekati tanah pusara sang putri.


Belum sempat kaki ini melangkah mendekat air mataku sudah tumpah duluan,sakit sekali rasanya saat diriku mengingat bagai mana perlakuan Mama dan orang suruhannya hinga merengut nyawa bayi yang belum sempat melihat dunia.


''Sabar Nak''.Papa menepuk-nepuk pundakku memberiku kekuatan.aku hanya mampu terdiam dengan tangis yang masih tak bisa kubendung.


Kakiku melangkah semakin dekat dan berlimpuh tepat dipusara putriku aku meraung dan memeluk tanah kuburan yang kini sudah dikramik.entah siapa yang melakukannya, mungkinkah Papa atau mungkin Papanya''?.


Entahlah hatiku masih tetap hancur meskipun sudah bertahun-tahun berlalu.


''Nak ayo pulang sudah selesai''.aku mengangkat wajahku melihat Papa yang kini sudah berdiri dan akan beranjak pergi.


''Ayo pulang Dek sudah sore,kasian Mama dia pasti nungguin''.aku hanya menganguk patuh dan beranjak dari tempatku duduk.


''Mama pulang nak''.kukecup batu nisan putriku dengan lembut dan penuh kasih sayang.


''Ayo pulang sudah sore''.akhirnya kami kembali melangkah memasuki mobil.


Didalam mobil aku hanya diam saja tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir kami bertiga, kami semua sibuk dengan pikiran kami masing-masing.


''Tu lihat Mama berdiri sambil celingukan didepan pagar''.Kak Sean menunjuk keraah rumah utama.


Benar saja Mamaku sudah berdiri disana dengan wajah gelisah.


''Pa kenapa kita pindah kesini''?.tanyaku yang heran. kenapa Papa membawa kami kesini''?. kerumah yang penuh kenangan dirinya dan Mama Airy.


''Karna ini sebenarnya rumah peninggalan almarhum Kakek kamu dari Mama''.


''Jadi''?.


''Iya ini adalah peninggalan kedua orang tua Mama kamu bukan milik Papa''.


''Tapi kenapa bisa Papa dan Mama Airy yang menempati''?.tanyaku yang benar-benar tak habis pikir dengan jalan hidup keluargaku yang sangat rumit.


''Karna kelicikan Airy''.


''Ham''.aku sudah malas mendengarkan penjelasan Papa kalau sudah menyangkut wanita yang bernama Airy.


''Sayang''?.belum sempat diriku keluar dari mobil Mama sudah berdiri disana dengan senyum yang sama sekali tak pernah lepas dari bibirnya.


''Mama Luna kangen''.aku benar-benar merindukan wanita ini,entah kenapa semenjak diriku kuliah tak pernah sekalipun Papa mengajak Mama pergi ketempatku.aku hanya berkomunikasi dengan wanita ini melalui sambungan Vidio Call.

__ADS_1


''Ck''.hanya Aluna anak Mama disini Sean ngak''?.kulirik Kakak laki-lakiku,sudut bibirku tertarik saat kulihat wajah kesalnya.


Kami memang tidak satu ibu tapi Sean memperlakukanku seperti adik kandungnya sendiri,bahkan laki-laki yang satu ini sangat menghormati Mama dan Mama juga mengangap Sean seperti putra kandungnya sendiri.


Aku benar-benar merasa memiliki keluarga sekarang,meskipun kadang aku masih merasa disudut hatiku yang paling dalam ada kekosongan entah itu apa''?.


''Uuuhhh sayang anak Mama sini peluk''.Mama merentangkan kedua tangannya membuat Kakak laki-lakiku juga masuk kedalam rangkulan Mama.


''Papa juga mau dong''.kami akhirnya berpelukan seperti kartun teletabis.


Tawa bahagia menggema diantara kami berempat,andai putriku masih ada pasti sekarang dirinya sudah besar dan bahagia hidup bersama kami,dan pasti aku dan Kak Alvin masih bersama.


"Ah kenapa pikiraku malah kesana"?.batinku kesal dengan pikiranku sendiri.


"Woalah sudah pulang To putrinya"?.seorang tetangga yang baru saja keluar dari sebuah gang langsung menyapa kami hingga pelukan kami terlepas.


"Eh iya nie baru nyampek".


"Waduh ini siapa calon mantu"?.wanita tinggi kurus itu menunjuk kearah Sean, laki-laki itu hanya melongok saja tampa bersuara.


"Bukan to Ini tu putra pertama saya".Mama menjawab dengan enteng pertanyaan tetangganya yang menurutku agak sedikit kepo.


"Ow gitu,tampan tenan,boleh dong buat anak perawan saya".


"Elah Kak udah ada yang nawarin anak perawan".aku langsung menyikut lengan kakak laki-lakiku membuatnya menoleh dan balik berbisik.


"Ya apes".balasku kembali berbisik hingga tawa kami lepas tampa bisa ditahan, membuat ibuk-ibuk yang sejak tadi mengoceh menatap kami heran.


"Ya sudah Kami masuk dulu ya"?.mereka capek soalnya"?.


"Eh iya nanti lain kali boleh ya putri saya main kesini"?.


"Ya boleh dong".


"Eh Kak serius kayaknya"?.aku kembali menyikut lengan Kakak laki-lakiku yang kini menatapku kesal.dan membuat gerakan menjitak kepala ini,aku hanya terkekeh pelan kemudian melangkah masuk kedalam rumah diikuti Sean dari belakang.


"Saya permisi ibu"?.


"Eh iya silahkan".


"Tunguin Dek".


"Elah kenapa kabur Kak''?u kan mayan buat diajak jalan malam mingu nanti".godaku yang membuatnya menjitak kepalaku pelan.


"Sakit Kak".

__ADS_1


"Biarin".jawabnya sambil melangkah menuju kamar miliknya dengan diiringi tatapan melengos kesal, aku hanya menangapinya dengan kekehan yang mampu membuatnya semakin kesal.


Entah apa yang dicari laki-laki ini"?.sejak dulu tak pernah sekalipun dirinya menjalin hubungan dengan wanita.


Kakiku melangkah menuju kamarku yang dulu,hem masih sama seperti biasa tapi kenapa wanginya"?.


"Wangi ini"?.aku bergumam saat wangi Ferfum laki-laki yang sangat kukenal tercium pekat dikamarku dulu.


"Apa mungkin Kak Alvin sering kesini"?.kakiku melangkah menuju bantal yang biasa ku pakai dulu.


Kuhirup aromanya dalam.


"Wangi sekali".wangi yang sangat aku rindukan hinga mampu membuat mataku terpejam merasapi semua rasa yang ada.


Tubuh ini kubaringkan diatas kasur yang dulunya lusuh kini berubah menjadi rapi dan juga kamarku kini dipenuhi boneka dan berbagai hiasan dinding.


"Siapa yang menghias ini semua"?.lirihku bertanya pada diriku sendiri


"Sayang gimana suka ngak sama kamarnya"?.aku menoleh kebelakang saat kudengar suara Mama yang melangkah memasuki kamar ini.


"Eh Mama,Siapa yang dekor Ma"?.tanyaku sambil meraih satu buah bingai foto yang ada diriku yang mengenakan seragam sekolah abu-abu putih.


Kapan foto ini diambil"?.aku bahkan tak pernah tau jika diriku pernah difoto seperti ini.


"Ada deh rahasia".


"Ih Mama nyebelin".ucapku pura-pura kesal, tapi memang pada kenyataannya diriku benar-benar penasaran siapa yang mendekor ini semua''?.


"Udah ngak usah dipikirin sekarang mandi dulu,bentar lagi Mahrib".


"Iya Ma"?.jawabku sambil membuka hijapku dan kuletakkan diatas nakas disamping tempat tidur.


"Luna mandi dulu ya Ma"?.


"Iya sayang".jawab Mama sambil melangkah keluar dari kamar.


"Lho kok ada pencuci muka cowok sih"?.lagi-lagi aku bergumam saat kulihat ada pembersih muka khusus untuk laki-laki.


"Kak Alvin".


🌹🌹🌹🌹🌹


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2