
Ayri dengan berat hati melangkah menuju rungan yang disampaikan Elice.
Ternyata wanita itu tau jika sekarang Aluna juga berada dirumah sakit yang sama.
Wanita kejam itu melangkah dengan perlahan menuju rungan IGD.
Kakinya berat untuk melangkah namun apa daya dirinya benar-benar tak tega saat melihat wajah Elice yang benar-benar menyedihkan.
Rambut wanita itu acak-acakkan wajahnya pucat bak mayat hidup.
Sementara Alvin
Laki-laki itu Kini berlari menyusul brangker yang membawa sang istri.
"Maaf pak jangan terlalu ramai masuk kerungan pasien".salah seorang perawat meminta keluarga Aluna masuk bergantian.
Akhirnya dengan berat hati Aiden mundur dan meminta Alvin untuk menemui istrinya terlebih dahulu.
Alvin melangkah memasuki rungan perawatan sang istri dengan hati yang hancur,langkah kakinya melambat seiring detak jantungnya yang memburu.berkali-kali laki-laki itu menarik nafasnya kasar.
Mata Alvin langsung memanas saat manik matanya mengarah pada perut sang istri,perut yang awalnya membuncit kini terlihat datar.
Alvin kini menangis sesegukan hatinya benar-benar hancur.
''Mas''.Alvin menoleh pada sumber suara.
''Ada apa Sus''?.tanya Alvin pada perawat wanita yang kini mulai melangkah mendekati dirinya,dengan mengendong sesuatu yang terbungkus kain putih.
Kaki Alvin lemah seketika tubuh tegapnya ambruk bagai tak bertulang.laki-laki itu kini semakin meraung dalam diam.tangganya terulur untuk meraih bayi mungil yang kini ada digendongan perawat.
Perawat wanita itu langsung melangkah mendekati Alvin yang hanya terduduk lemah tampa bisa berdiri.
''Hhhaaaarrggg''.kenapa sesakit ini ya Allah''?.lagi-lagi Alvin maraung sambil memeluk bayi mungin yang sudah hampir sempurna itu.
Bayi wanita jelmaan dirinya dan Sang istri itu kini sudah tidak lagi ada didalam rahim sang istri,bayi yang selama ini iya jaga dan sayangi dengan segenap jiwa raganya kini telah berakhir dengan perpisahan yang sangat menyakitkan.
Alvin tak mampu berucap sepatah katapun, hanya air mata laki-laki tampan itu kini membanjiri wajahnya.kaki Alvin bahkan susah untuk iya ajak berdiri,tubuhnya lemah bagai tak bertulang.
Diluar
''Sus izinkan saya masuk,saya akan menenagkan putra saya''.pinta Aiden pada perawat yang akan masuk kerungan Luna.
__ADS_1
''Baik''. silahkan Pak''.
Aiden dengan cepat melangkah saat setelah dirinya mendapatkan persetujuan dari perawat.
Mata Aiden memanas dan perlahan air mata laki-laki paruh baya itu mulai membasahi wajah tampannya,Aiden benar-benar tak tega meliha Alvin terpuruk seperti ini,putranya itu benar-benar terlihat hancur dan rapuh.
Meskipun Alvin bukan putra kandungnya namun Aiden menyayangi anak tirinya itu dengan tulus.
''Sabar Nak''?.pinta Aiden sambil menepuk pundak Alvin,berharap putranya itu bisa kuat meskipun itu hanya lah mustahil.karna dirinya juga benar-benar terpukul saat ini.
''Pa putri Alvin Pa''.lirih laki-laki itu dengan kepala mendongak menatap sang Papa penuh kehancuran.
Aiden yang melihat itu semua langsung memalingkan wajahnya kesamping. laki-laki itu benar-benar tak sanggup melihat putranya itu terluka dan hancur.
Namun kembali lagi,dirinya tak boleh lemah. jika dirinya lemah siapa lagi yang akan memberikan semagat untuk Alvin''?.
''Sabar Nak''?.semua ini pasti ada hikmahnya Vin''.
''Sekarang kau harus kuat,Papa akan membawa jenazah putrimu kerumah Mama Lina,karna tak mungkin kita membawanya pulang kerumah utama,kau kan tau Mamamu ada disana''.
Alvin benar-benar tak mampu berpikir sekarang,otaknya benar-benar buntu.
''Tapi Lunanya gimana Pa''?.tanya Alvin akhirnya mau mengikuti sang Papa yang memintanya berdiri.
''Luna biar saya yang jaga Om''.pinta Sean yang tiba-tiba saja datang.
''Ck''.dia lagi''.
''Sudahlah Vin,ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat,sekarang kita harus secepatnya mengebumikan bayimu Vin''?.karna sekarang sudah siang''.
Alvin akhirnya menurut saja Kakinya melangkah mendekati Aluna yang masih betah menutup matanya rapat.
''Sayang coba lihat ini putri kita Dek''.dia sangat mirip dengan Adek''.Alvin menimang-nimang bayi mungil yang sama sekali sudah tidak bernafas.
Aiden yang melihat kehancuran putranya hanya bisa menangis dalam diam.hati laki-laki paruh baya itu benar-benar hancur hingga tak berbentuk.
Aiden bagaikan djavu, saat melihat Alvin seperti ini seolah-olah semua ini mengunkit luka lamanya dulu,luka dimana dirinya kehilangan kedua istri,putri dan putranya waktu itu.
Aiden tau bagai mana rasanya ditingalkan untuk selama-lamanya dari orang-orang yang kita kasihi.
Sean yang ada disana juga ikut meneteskan air mata, entah kenapa hatinya benar-benar hancur.padahal sudah jelas-jelas Aluna bukanlah siapa-siapa baginya,Sean juga yakin bahwa cintanya sudah iya buang jauh-jauh.
__ADS_1
Dirinya hanya menyayangi Aluna sebagai sahabat itu saja,namun entah kenapa setiap kali dirinya berdekatan dengan Aluna ada perasaan aneh yang sulit iya jabarkan.
''Sayang bangun Dek,kau lihat putri kita sayang''.
''Vin coba tanangkan dirimu,ayo sekarang kita pulang,Sean Om titip Aluna ya''?.Aiden berbicara sambil menuntun Alvin untuk keluar dari rungan.
''Baik Om''.jawab Sean sambil menatap kepergian Alvin dan juga Aiden.
''Pa mana putri Mama''.Aiden langsung ketar-ketir saat melihat Lina kini malah berlari mengejar dirinya.
''Mana Luna Pa''?.tanya wanita itu lagi sambil menubruk tubuh tegap Aiden.
''Luna ada sayang,sekarang kau tenang dulu''.Aiden mencoba untuk menenangkan Lina yang terlihat linglung dan menangis maraung-raung, hingga membuat beberapa orang yang lewat memperhatikan meraka.
''Luna mana Pa''?.
''Dia lagi dirawat Ma,sekarang tenanglah ayo kita pulang dulu''.
''Tapi Mama mau ketemu Luna Pa,Mama ngak mau kehilangan putri Mama lagi Pa''.Aiden semakin gusar.disisi lain dirinya harus menenangkan Lina,tapi disisi lain Alvin juga membutuhkan dirinya saat ini.
Setelah hampir sepuluh menit Aiden menjelaskan pada Lina dengan penuh kesabaran. akhirnya Lina mulai tanang dan lebih bisa diajak bicara.
Namun sebelaum pergi wanita paruh baya itu menyempatkan diri untuk melihat putrinya terlebih dahulu,setelahnya Aiden dan Lina berlari menyusuri kolidor rumah sakit. mencari Alvin yang kini entah hilang kemana''?.
''Kemana dia''?.gumam Aiden sambil menoleh kekiri dan kanan.berharap dirinya bisa menemukan Alvin.
Aiden bertanya pada siapa pun yang iya temui berharap bisa menemukan putranya namun nihil.
''Kemana dia''?.gumam laki-laki paruh baya itu sambil menoleh kekiri dan kekanan,jemarinya tetap mengandeng Lina hingga membuat Ayri yang sedari tadi mengikuti mereka terlihat kesal dan murka.
''Awas saja kalian''.gumam wanita itu penuh dendam.kemudian melangkah memasuki rumah sakit kembali,karna kebetulan oprasi Elice belum selesai.
''Ya Allah Alvin''?.
🌹🌹🌹🌹🌹
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Tbc.
__ADS_1