
Outhor Fov
''Eh''.Aluna yang jemarinya digangam Alvin langsung tersentak dan spontan mengangkat wajahnya.
''Deg''.
Wajah ini yang sangat iya rindukan selama bertahun-tahun,wajah ini juga yang sangat iya idam-idamkan dan wajah ini juga yang mengoreskan luka paling dalam dihatinya.
''Bagai mana kabarnya''?.Alvin bertanya sambil tetap mengangam lembut jemari sang istri,meskipun sejak tadi Aluna terus brontak minta dilepas, namun Alvin sama sekali tidak perdululi laki-laki tampan itu tetap mengengam jelari istrinya lembut penuh kerinduan.
''Adek tentu baik-kan''?.Alvin bertanya dan dijawab sendiri.
''Berbeda dengan Kakak,Kakak hidup tak tentu arah tampa Adek''.
Aluna spontan menoleh menatap wajah sendu suaminya,entah kenapa dirinya merasa Alvin tidak lah berbohong.mengingat Mamanya bilang jika Alvin selalu menginap dirumah mereka bahkan sampai berhari-hari hanya untuk melepaskan rindu dengannya.
''Adek semakin cantik sekarang''.lagi-lagi Alvin bergumam tampa memperdulikan apa yang MC katakan dan juga Aiden katakan, laki-laki itu hanya pokus pada istrinya dan rasa rindunya yang mengunung.
''Sobong sekali,apa tidak mnyukai kehadiran Kakak''?.Aluna yang tadinya pokus menatap lurus kedepan kini kembali menatap kearah Alvin.
''Kakak rindu sayang''.gumam Alvin lagi dengan tatapan bersungguh-sungguh.
Aluna tak menangapi semua ucapan Alvin wanita itu hanya menatap pokus kedepan, meskipun sekali-kali Aluna menoleh pada suaminya namun kembali menatap kedepan tampa sepatah katapun.
Hampir dua puluh menit mereka berada dipodium dan akhirnya keluarga Addison menuruni pidium diiringin sorak dan tepuk tangan para undangan.
''Eh Kak''.Aluna langsung brontak saat Alvin menarik tangannya menjauh dari kedua orang tua dan Kakaknya.melewati keramian para tamu undangan yang kini sedang menikmati hidangan.
''Kak lepas Kak''. Luna mau dibawa kemana''?.Aluna jelas panik karna Alvin kini hanya diam saja bahkan Alvin sama sekali tidak menoleh jika ada rekan bisnis yang menyapa dirinya.
''Kak kita ngapin kesini''.tanya Aluna saat dirinya dibawa Alvin masuk kedalam sebuah mobil.
Mobil yang masih sama saat pertama kali dirinya pergi dulu.
''Kak tolong buka Kak''.Alvin tak menjawab laki-laki itu langsung melajukan mobilnya membelah jalanan kota jakarta yang padat.
''Kak bukak Kak''.Alvin tetap tidak perduli meskipun Aluna kini brantak dan memukul-mukul kaca mobilnya.
Rindu yang mengebu membuatnya melakukan hal nekat itu.
Iya berjanji malam ini Aluna akan kembali kedalam pelukannya.
Hampir pukul sebelas malam mobil yang dikendarai Alvin berhenti tepat didepan rumah mewah yang Alvin beli dari hasil keringatnya sendiri.
''Kita mau kemana Kak''?.ini rumah siapa''?.Alvin masih tak menjawab kakinya melangkah memutari mobil dan membuka pintu mobil yang didduduki Aluna.
Tampa bicara sepatah katapun Alvin langsung mengangkat tubuh ramping Aluna bak sekarang beras.
''Eh Tuan lagi bawa siapa''?.
''Istri saya Pak''.oh iya Pak nanti kalau ada yang nyariin bilang saya ngak ada''.
''Welah istrinya to''.iya Tuan aman itu''.sahut Pak satpam disertai acungan jempolnya.
''Bruk''.
Saat sudah memasuki rumah Alvin langsung mengunci pintunya dengan cepat, kemudian menyimpan kuncinya dikantong celana.
''Kek aduh lepas''.Aluna lagi-lagi brontak saat tubuhnya kembali diangkat bak karung beras.
__ADS_1
Wanita itu sebenarnya sudah tau apa yang akan Alvin lakukan,mengingat Alvin adalah laki-laki keras kepala yang tidak suka ditolak.
Saat sampai dikamar utama,kamar yang sangat luas,kamar bernuangsa perak dengan seprai putih membalut Ranjang King sise yang ada ditengah-tengah kamar yang luas. bahkan dikamar ini terdapat kulkas dan juga sofa panjang dan ada satu buah Sofa lagi yang Aluna sendiri tidak tau fungsinya apa''?.
Disudut kamar juga terdapat rungan ganti yang ukurannya tak kalah besar dari ruangan ini,tak terbayangkan oleh Aluna seberapa besar kamar ini.
Bahkan lebih besar dari kamarnya yang ada dirumah Aiden.
''Kakak mau ngapin''?.panik Aluna karna Alvin kini sudah merangkak naik diatas tempat tidur dengan bertelanjang dada.
''Kakak kangen sayang''.lirih Alvin dengan suara beratnya.
''Eeemmm''.Aluna memukul-mukul dada Alvin saat bibir laki-laki itu sudah mendarat dibibirnya.
Alvin yang sudah menahan rindunya cukup lama sama sekali tidak mengindahkan penolakan dari istrinya.
Dirinya sudah sangat lama merencanakan ini semua laki-laki itu bertekat jika bertemu Aluna akan membawa wanita itu pergi bersamanya dan kembali menitipkan benihnya agar wanita itu tak lagi bisa kabur darinya.
Tangannya kini bahkan benari-nari mengelus setiap lekuk tubuh sang istri hingga membuat wanita yang awalnya menolak itu kini mulai pasrah.
Karna jujur dilubuk hati Aluna dirinya juga sangat merindukan belaian dari suaminya.
Mungkin waktu itu emosinya masih labil hingga membuat Aluna dengan egiis meninggalkan suaminya dalam keadaan terpuruk.
Saat sampai diluar negri sebenarnya Aluna merasa menyesal telah egois menyalahkan Suaminya,namun karna dirinya sudah sampai disana wanita itu bertekat akan melanjutkan kuliahnya sampai selesai.
Dan hari ini hari dimana dirinya akan memutuskan bersama Alvin kembali atau bahkan berpisah dengan laki-laki ini untuk selama-lamanya.
''Kak uuuhh''.Sudut bibir Alvin tertarik saat mendengarkan ******* sang istri.
''Boleh ya sayang''?.bibir laki-laki itu bertanya namun kedua tangannya kini sudah merayap membuka gamis yang Aluna kenakan bahkan entah sejak kapan laki-lakinm itu membuka hijap yang Aluna pakai.
''Kak''?.Aluna yang sudah lama tidak pernah mendapatkan belaian,mencoba menutupi miliknya yang masih ditutupi dalaman,namun Alvin dengan cepat menjauhkan tangan yang sejak tadi menutupi bagian atas dan bagian bawah sang istri.
''Uuuhhh Kak''.lagi-lagi wanita itu mendesah saat suaminya bermain-main didadanya.
Sementara ditempat lain.
''Aluna kemana sih Pa''?.tanya Sean yang sudah mondar-mandir mencari adiknya namun tak juga iya temukan.
''Ngak usah dicari Sen,dia aman itu''.jawab Aiden santai.
''Maksudnya Pa''?.entah lah Sean bagaikan seorang bocah,karna pada kenyataannya laki-laki yang satu ini memang minim pengalaman tentang hubungan suami istri.
''Udah ayo pulang jangan nanya mulu''.
''Is''. Papa kenapa sih''?.bikin penasaran aja''.balas Sean yang juga ikut melangkah mengijuti Aiden menuju mobil.
''Mas''?.Aiden seketika menoleh saat dirinya mendengarkan suara yang sama sekali tak ingin iya dengar.
''Mau apa lagi wanita ini''?.gumam Lina pelan,matanya menatap Airy tajam penuh curiga.dirinya sangat mengenal siapa Airy wanita penuh ambisi bisa melakukan apa saja demi tujuannya.
''Ayo Pa buruan masuk,ngapin masih berdiri disitu''?.Sean yang baru saja sampai dedekat mobil sang Papa langsung nyelong masuk kedalam mobil tampa melihat siapa yang berdiri didepan Papa dan Mamanya.
''Sebenatar Mas''.pinta Airy saat Aiden akan melangkah masuk kedalam mobil.
''Mau apa lagi kamu''?.tanya Lina yang menatap Airy kesal.
''Mbak aku mau minta Maaf''.pintanya dengan nada bersungguh-sungguh.
__ADS_1
''Minta Maaf''?. apa ngak salah''?.
''Aku serius Mbak,aku menyesal karna sudah melakukan kesalahan besar pada keluarga Mbak''.
''Ck''.baru sadar''.
''Ma siapa sih dia''?.tanya Sean yang awalnya sudah masuk kedalam mobil akhirnya kembali keluar dari mobil dan menutup pinta mobil kembali.
''Dia Mamanya Alvin''.
''Oh''. jadi dia wanita jahat yang sudah menyebabkan Mama Sean meninggal Ma''?.
''Maafkan aku,sungguh aku sekarang benar-benar menyesal''.
Ayri menceritakan keadaan hidupnya sekarang,bahkan Alvin pun sudah tak ingin lagi hidup bersamanya, putranya itu kini benar-benar menjauh darinya,sudah hampir dua tahun Airy merenungi kehidupannya yang sangat menyedihkan,meskipun Alvin selalu memberinya uang namun Airy merasa selama empat tahun ini hidupnya begitu sunyi dan sepi.
''Lalu dimana bayi yang kau agung-agungkan itu''?.tanya Lina menatap Airy kesal.
''Aku-aku meletakkan bayi itu didepan pagar rumah warga''.jawab Airy terbata-bata.
''Ya Allah kau kejam sekali,wanita jahat''.celetuk Sean membuat Aiden dan Lina menatap kearahnya.
''Benar kan Ma''?.wanita ini sangat kejam dan juga licik''.
''Iya Tente sadar maafkan Tante nak''?.pinta Airy lagi diiringi isak tangisnya.
Akhirnya karna melihat Airy yang benar-benar bersunguh-sungguh meminta maaf Aiden dan Lina sepakat menerima maaf dari wanita itu .
Sementara dirumah Alvin.
Setelah dua jam keduanya melepas rindu kini Alvin dan Aluna masih berbaring diatas tempat tidur dengan tubuh polonya.
Alvin sedari tadi tak sedikitpun melepaskan istrinya dari dekapan,rasa rindu dan takut ditinggalkan membuat Alvin menjadi laki-laki posesif.
''Sayang jangan tinggalkan Kakak lagi''.
''Tergantung''?.jawab Aluna sambil menarik selimut menutupi tubuh polosnya.
''Tergantung apa''?.tanya Alvin sambil menatap istrinya was-was.
''Tergantung Kakak, setia ngak sama Lunanya''?.
''Oh''. kalau itu sudah terjamin sayang,Kakak laki-laki yang paling setia didunia ini,lihat lah sampai sekarang Kakak masih tetap setia menunggu Adek meskipun tak pasti''.
''Hem iya deh Luna percaya''.
''Jadi mau nie balik lagi sama Kakak''?.tanya Alvin yang sudah mulai mengukung tubuh istrinya kembali.
''Iya Luna mau kak''.Aluna menjawab dengan wajah malu-malu.
''Yes''.
''Makasih sayang''.
🌹🌹🌹🌹🌹
Yey novel ini udah End ya''?.
Makasih yang udah mampir jangan lupa mampir dinovel outhor yang lain.👇👇👇
__ADS_1
End.