AKU BUKAN ANAK HARAM

AKU BUKAN ANAK HARAM
par 43


__ADS_3

Outhor Fov


''Kak aku harus apa Kak''?.


Mendengar pertanyaan istrinya Alvin menarik nafasnya panjang. kemudian menatap istrinya lembut. sambil melangkah mendekati Aluna.


Tangannya terulur mengusap kepala sang istri,sambil tersenyum lembut berusaha menenagkan hati istrinya itu.meskipun hatinya juga ikut gundah.


''Tenang lah sayang, semuanya akan baik-baik saja''.


''Tapi Bang''?.bertanya sambil mendongakkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca.


''Tenang lah''.Alvin menarik kepala sang istri,kemudian membenamkan didada bidangnya.


Sebenarnya dirinya juga merasakan hal yang sama takut, kawatir dan juga cemas.banyak yang iya takutkan,pertama dengan sang Mama jika Mananya tau dirinya kawatir Ibunya itu akan berbuat hal diluar nalar.


Meskipun Alvin bukan dibesarkan kedua orang tuanya tapi dirinya tau bagai mana kerasnya pendirian Ayri.dirinya tau Ayri akan tetap membenci Aluna mungkin sampai kapan pun.


Setelah Aluna beberapa saat melepaskan rasa kawatir dan kesedihan dihatinya, hingga membuat remaja itu menangis sesegukan akhirnya Aluna terlelap namun sesekali masih terdengar sesegukan keluar dari bibir munggilnya.


"Maafkan Abang Dek"?.


"Semua ini salah Abang,andai Abang tidak nekat menikahimu semua ini tidak akan pernah terjadi".lirih Alvin sambil menghapus tetesan air mata yang kini membasahi pipinya


Entah bagai mana dirinya menghadapi semua ini"?. pertama dirinya harus menghadapi kedua orang tuanya, kedua dirinya harus menghadapi dunia luar,tapi itu bukan lah masalah bagi dirinya. yang menjadi masalahnya saat ini adalah bagai mana dengan Aluna"?. bagai mana dengan sekolah istri kecilnya itu"?.dirinya akan dibuliy bahkan akan dikucilkan.


Pertanyaannya menyesalkah Alvin menikahi Aluna"?. jawabannya tetap tidak. entah kenapa tidak ada rasa penyesalan sedikitpun dihatinya, karna telah menikahi adik angkatnya sendiri.


"Maafkan Abang sayang".lirih laki-laki itu berbicara sambil mengecup puncuk kepala Aluna berkali-kali,kemudian membaringkan tubuh ringkih istrinya itu pelan diatas tempat tidur.


Dirinya berdiri beberapa saat sambil menatap istrinya lekat. setelahnya iya beranjak keluar kamar.


"Sus ".tolong siapkan ranjang yang lebih besar".


"Tapi Mas"?.


"Tidak ada tapi-tapian,siapkan sekarang saya akan beyar berapa pun biayanya".setelah mengatakan itu semua laki-laki itu langsung beranjak masuk kembali kedalam ruangan perawatan istrinya.


Kembali Alvin berdiri disamping sang istri, sambil mengusap kepala Aluna lembut dan mengecup puncuk kepalanya berkali-kali.


"Jangan pernah takut dan lemah untuk menghadapi dunia ini sayang".lirih iya berbicara sambil mendaratkan bokongnya dikursi tunggu tepat disamping Aluna.tangannya terulur meraih jemari sang istri.kemudian mengecupnya berkali-kali.setelahnya laki-laki menyenderkan kepalanya diranjang sang istri.

__ADS_1


''Mas..bangun, tempat tidurnya sudah siap''.


Alvin mengerjapkan matanya untuk mengumpulkan kesadaran saat seseorang menepuk pelan pundaknya.


''Eh iya Sus". maaf saya ketiduran''.jawab Alvin setelah kesadarannya pulih kembali.kemudian bangkit berdiri.


''Ini ranjangnya buat apa ya Mas''?.tanya suster wanita yang ada didepannya dengan tatapan heran.


"Eh iya ". tolong bantu pindahkan Adik saya disana,disini tempatnya agak sempit.saya kawatir Adik saya kurang nyaman''.


''Oh iya baik Mas". ayo saya bantu''.


''Eh sebentar biar saya yang pindahkan Adik saya, anda tolong bawa infusnya saja''.saat seorang perawat laki-laki ingin mendekati sang istri dan ingin mengangkat tubuh istrinya itu,otomatis Alvin menolak,dirinya tidak akan pernah mau istrinya disentuh laki-laki lain,hanya sekedar makan dengan laki-laki lain saja diri sudah kalang kabut.apa lagi melihat tubuh istrinya disentuh laki-laki lain''?.


''Eh iya Mas". maaf''.perawat laki-laki itu langsung mundur setelah mendapatkan larangan dari laki-laki muda didepannya.


Setelah selesai memindahkan Aluna Alvin meminta pada perawat untuk mejaga istrinya sejenak. karna dirinya ingin makan siang sekaligus makan malam.


Karna pada kenyataannya dirinya juga belum makan dari tadi siang.


Malam ini perutnya benar-benar melilit. lagi pula istrinya sedang istirahat sekarang.


''Gue harus makan dimana''?.pelan laki-laki itu berbicara sambil menoleh kekiri dan kekanan untuk mencarai apa yang bisa iya makan untuk menjanjal perutnya yang keroncongan.


''Bu". ada makanan apa saja disini''?.tanya Alvin setelah mendaratkan bokongnya dikursi plastik yang ada dikantin.


''Banyak Mas,ada soto,nasi ramas,bakso,bubur ayam,nasi goreng,mie goreng''.


''Saya mau bakso Bu'',pinta Alvin sebelum wanita paruh baya itu selesai berbicara.


Sudah sangat lama dirinya tidak memakan makanan sejuta umat itu,dulu waktu kecil dirinya sangat menyukai bakso. namun sayang Mamanya tidak pernah mengizinkan dirinya untuk memakan makanan yang seperti ini,Ayri selalu bilang itu makanan tidak sehat.dulu jika dirinya mengiginkan bakso dirinya selalu meminta pembantu dirumahnya untuk membelikan. itu pun makannya harus bersembunyi-sembunyi.


''Ini Mas''.


''Makasih Bu''.Alvin langsung menarik mangkuk bakso yang disodorkan wanita paruh baya didepanya dengan cepat.sebelum bakso dikeluarkan dari nampan.


''Wah enak nie''?.gumamnya,sambil meraih sendok dan garpu. kemudian mengambil kuah bakso dengan sendok dan''?.


''Huek''.


''Aduh kenapa aroma dari bakso ini membuatku maul ya''?.belum sempat Alvin menyeruput kuah baksonya entah kenapa ?perutnya terasa bagaikan diaduk-aduk.hingga membuatnya hampir muntah.

__ADS_1


''Bu ada rujak ngak''?.pertanyaan Alvin membuat wanita paruh baya didepannya mengernyitkan keningnya binggung.


''Lho Nak itu baksonya''?.


''Maaf Bu saya''?..


''Pasti istrinya lagi hamil ya Nak''?.belum sempat Alvin mengutarakan alasannya wanita paruh baya itu langsung menebak,membuat Alvin tersenyum cerah.


''Kok tau Bu''.celetuknya menjawab cepat dengan binar kebahagiaan.


''Ya tau to Mas ibu kan sudah pernah hamil''.


''Selamat Ya Mas,semoga rumah tangganya sakinah mawaddah waroh mah''.


''Makasih ya Bu''.lagi-lagi Alvin menjawab dengan senyum yang terus mengembang dibibir merah alami miliknya.


''Oh iya tadi Mas mau apa to''?.


''Saya mau rujak Bu apa ada''?.


''Sebenarnya Ibu tidak jualan rujak,tapi untuk Mas akan ibu buatkan khusus,karna kebetulan semua bahan-bahan rujak ada disini,tapi maaf Mas buahnya cuman ada jambu sama timun''.


''Ngak apa-apa Bu,ini terima kasih sekali lho bu''.


''Iya Mas sama-sama''.


''Ora opo-opo Mas,santai aja''.setelah mengatakan itu semua Wanita paruh baya itu langsung melangkah menuju belakang warung tempat mereka menyajikan makanan.


Sementara Alvin kini sedang menunggu makanan yang diinginkannya dengan tidak sabaran,bahkan terlihat laki-laki itu beberapa kali melongak kearah dapur.berharap saat dirinya melihat wanita pemilik warung sudah menetang rujak dan membawanya kemeja tempatnya duduk.


''Hufh''.kok lama ya''?.


''Eh Kak ngapain kesini''?.


Alvin langsung menoleh saat sebuah suara memanggil dirinya.


"Mau apa lagi kutu kupret ini"?.


🌹🌹🌹🌹


Maaf kalau banyak typo outhor nya lagi dirumah orang. lagi ada acara ini aja outhor sempet-sempatkan updet.

__ADS_1


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Tbc.


__ADS_2