
''Dimana Aluna Vin''?.terlihat Aiden melangkah dengan tergesa-gesa mendekati Alvin diikuti Lina dari belakang.
''Belum tau Pa, ini Alvin mau masuk''.akhirnya ketiga manusia itu melangkah menuju pukusmes.
Mata Alvin mau pun Aiden menyusuri seluruh ruangan.
Mata Alvin menyipit untuk memastikan bahwa yang dilihatnya benar atau salah.
Semakin dirinya dekat pandangannya semakin jelas.
''Mas istrinya mau bertemu''. Sean yang hanya disana sendirian, langsung melangkah memasuki rungan Aluna.
''Ada apa Lun''?.tanya Sean sambil menggengam jemari Aluna lembut.
''Hiks..hiks..hiks''.bawa gue pergi Sen''?.pinta Aluna membuat Sean binggung.
Sementara Aluna semakin terisak.dirinya menjelaskan apa yang sebenarnya menimpa dirinya, bahkan wanita itu meyakini bahwa pelakukanya adalah mertuanya sendiri.
Sean yang mendengar penjelasan Aluna langsung mengepalkan tangannya dengan gigi yang bergemeletuk menahan segala emosi.
''Bawa gue pergi Sen''?.pinta Aluna lagi masih dengan terisak.
Saat ini wanita itu sungguh butuh dukungan. hatinya benar-benar diliputi ketakutan yang amat luar biasa.tubuhnya bahkan masih bergetar ketakutan.
Sean melangkah mendekati Aluna dengan nafas yang memburu, hatinya benar-benar diliputi emosi yang memuncak,entah kenapa setiap kali berdekatan dengan Aluna hatinya begitu nyaman dan tenang.
''Ada masalah apa sebenarnya Lun''?.tanya Sena lembut jemarinya tampa dituntun mengusap kepala Aluna lembut.
Mendengar pertanyaan Sean Aluna kembali terisak.
Sean dengan cepat menarik wanita itu kedalam dekapan.
''Bawa gue pergi Sen''.pinta Aluna lagi dengan suara sesegukan.
Sean hanya diam saja ,laki-laki itu benar-benar binggung harus menjawab apa''?.
Disisi lain dirinya ingin melihat Aluna bahagia, tapi disisi lain dirinya tak ingin menjadi perusak rumah tangga orang.
Jika dirinya membawa Aluna pergi malam ini juga, maka otomatis keluarga Aluna akan berantakan.
Sean juga tak sekejam itu hingga tega memisahkan dua insan yang saling mencintai.
''Sen bawa gue pergi Sen?.lagi-lagi Aluna meminta dirinya untuk membawa wanita itu pergi.
__ADS_1
''Ok''.tapi''?.
''Bruk''.
Suara Pintu yang dibuka dengan kasar membuat Sean dan Aluna menoleh.
''Bawa aku pergi Sen kumohon''.pinta Aluna lagi dengan jeritan histris.hingga membuat Alvin dengan cepat melangkah mendekati sang istri.diikuti yang lainnya.
''Sayang''?.laki-laki tampan itu sudah berdiri tepat didepan Aluna yang masih menarik-narik Sean agar membawanya pergi.
''Sabar Lun, jangan seperti ini''.bujuk Sean agar wanita itu bisa sedikit lebih tenang.namun Aluna semakin ketakutan dan bergetar.
''Bawa gue pergi Sen, jika tidak mereka akan membunuh anakku,Sen ku mohon''.lagi-lagi Aluna meminta Sean untuk membawanya pergi.tubuh wanita itu sama sekali tidak berhenti bergetar.
''Sayang sini Nak sama Papa''.Aiden melangkah mendekati Aluna disebelah kiri putrinya itu.
''Papa''?.Aluna dengan cepat melepaskan lengan Sean dan beralih menghadap sang Papa dan memeluk laki-laki paruh baya itu sambil terisak.
Sementata Lina kini menatap Aluna dengan air mata yang sudah membanjiri wajahnya.kaki wanita itu melangkah dengan pelan dan berat.
Hatinya begitu hancur. saat melihat putrinya mengalami nasip yang hampir sama dengan dirinya dulu,bedanya dirinya dulu ingin dibunuh saat dirinya sudah memiliki putri, hingga Lina nekat menyerahkan putrinya dengan Aiden, namun dengan syarat laki-laki itu harus berbohong akan jati diri putri mereka.
Namun Ayri memang sangat susah untuk dibohongi,wanita itu tetap menaruh curiga pada Aiden, hingga akhirnya Airy selalu berlaku kasar dan kejam pada Aluna.
''Darah''.
''Vin bantu Papa Vin''.pinta Aiden berharap putranya itu bisa diandalkan.
''Darah''?.lirih Alvin yang tetap melangkah mendekati Aluna dengan kaki bergetar, bahkan wajahnya sudah pucat pasi.
''Alvin buruan kita harus bawa Luna kerumah sakit pusat Vin''.
''Sebentar aku pangil dokter,karna jika kondisi Aluna seperti ini akan sangat beresiko jika harus dibawa perjalanan jauh''.setelah mengatakan itu semua Sean dengan cepat melangkah keluar dari rungan.
Sementara Alvin, laki-laki itu sama sekali tidak bisa diandalakan.laki-laki itu sekarang malah terjerembab dilantai rumah sakit.
''Sakit Papa''.jerit Aluna lirih dengan keringat dingin yang kini sudah membanjiri wajah pucatnya.
Beberapa saat kemudian terlihat seorang dokter datang dengan tergopoh.
''Dok kenapa putri saya jadi seperti ini''?.tanya Aiden yang sudah panik diikuti Alvin yang berkeringat dingin. namun laki-laki itu tetap memaksakan diri untuk berdiri tegak meskipun tubuhnya sudah lemah dan tak berdaya.
''Putri Bapak baik-baik saja''.
__ADS_1
''Baik bagai mana maksud kamu''?.jika dia baik-baik saja tak mungkin keluar darah dan tak mungin putri saya menangis kesakitan''.
''Siapkan ambulan sekarang, saya akan membawa putri saya sekarang juga''.
''Tapi Pak''?.
''Siapkan sekarang atau kau akan kehilangan pekerjaanmu untuk selama-lamanya''.ancaman yang Aiden lontarkan mampu membuat laki-laki matang itu takut.dengan cepat dokter itu mengurus surat rujuk dan meminta supir Ambulance untuk mengantarkan Aluna kerumah sakit pusat.
''Sayang''.
''Luna ngak mau sama Kakak''. pergi''.
Alvin yang melihat istrinya menolak untuk iya dekati,langsung meneteskan air mata,ini kah yang diinginkan Mamanya''?.kehancuran hidupnya dan juga masa depan dirinya,jika memang iya makan mamanya benar-benar berhasil sekarang.
''Sabar Vin''.Aiden menepuk pundak putranya, kemudian melangkah mengikuti brangker yang mendorong tubuh lemah Aluna diikuti Lina yang juga membantu mendorong tubuh putrinya, yang sedari tadi mengerang kesakitan.
Sean yang melihat itu semua hanya menatap semuanya bergantian,entah kenapa setiap kali dirinya bertemu Aiden hatinya selalu bergemuruh tak menentu.
Kaki laki-laki muda itu juga ikut melangkah menuju parkiran.matanya terus menatap mobil Ambulance yang kini mulai meleset pergi.
Suara serinei ambulance memenuhi indra mendengaran.
Sementara Alvin kini luruh dijalanan aspal yang dingin,bibirnya berbgetar menahan tangis,hatinya benar-benar hancur saat melihat istrinya tak mau sedikitpun iya sentuh.
''Mama''????...jerit laki-laki itu sambil menarik rambutnya frustasi.
Dunianya terasa runtuh saat melihat wanita yang iya cintai segenap jiwa raganya kini justru manghindar darinya.Alvin menangis dalam diam sambil memukul-mukul dadanya yang terasa sesak.
''Sabar Kak,sekarang ayo pergi kerumah sakit kasian Luna''.Alvin menoleh saat merasakan pundaknya ditepuk seseorang.
Dengan cepat laki-laki itu memgusap Air matanya dan melangkah menuju mobil miliknya.
Tampa berbicara laki-laki itu langsung meleset membelah jalanan kota yang sudah lumayan sunyi karna kebetulan sudah hampir pukul sepuluh malam.
Sementara Tono dan Toni sudah bergelantungan dikursi mobil,untung saja tadi keduanya memilih untuk tetap menunggu didalam mobil.jika tidak''?. otomatis keduanya akan ditingal.
''Luna...luna''.?.
🌹🌹🌹🌹
Mohon like vote,hadiah and komen.
Tbc.
__ADS_1