
''Apa maksud Papa Aluna Adik Alvin''?.Alvin sudah berdiri,nafasnya terdengar kasar dan memburu,rahangnya mengeras. tangan laki-laki itu terkepal kuat penuh amarah dan kekawatiran.
''Brak''.
''Jawab Pa''?.meja yang ada didepan laki-laki itu sudah terpelanting tunggang langgang akibat ditendang Alvin dengan kuat.
''Aaaarrrggg''.kenapa semuanya bungkam''?. jawab''?.pintanya lagi disertai isak tangis yang membahana,terdengar pilu siapa pun yang mendengarnya.
''Maafkan Papa Nak''?.jika nanti ini akan sangat melukai hatimu''.
''Jawab saja Pa, kenapa mesti berbelit-belit''.sentak Alvin kuat membuat Lina tersentak.
''Luna anak kandung Papa,sementara kamu''?.Aiden mengantung ucapannya sambil menatap kearah Lina.
Wanita itu langsung menganguk.
''Alvin kenapa Pa''?.tanya Alvin mendesak Aiden.
''Kamu bukan anak kandung Papa Nak''.
''Deg''.
Alvin terduduk dilantai granit yang dingin, bahunya berguncang menandakan laki-laki itu menagis dengan wajah menunduk.
Ada rasa lega didadanya, namun anak mana yang tidak terluka saat mengetahui laki-laki yang iya anggap sebagai ayah kandungnya justru hanya ayah tirinya.
Alvin tak tau saat ini dirinya harus bahagia atau sedih"?.hatinya begitu terpukul,namun ada rasa lega didalamnya,saat mengetahui bahwa Aluna sebenarnya bukanlah Adik kandungnya.
"Luna"?.gumam Alvin saat mengingat tujuan dirinya datang kesini.
"Ada apa dengan Luna Vin"?.sepertinya Aiden baru menyadari sesutu.
Putrinya ya ".dimana putri kesayangannya itu''?. kenapa sedari tadi dirinya tidak melihat Aluna"?.
"Luna diculik Pa".jawaban Alvin membuat Aiden tersentak.
''Airy''.gumamnya kemudian bangkit berdiri dengan rahang yang mengeras.dan tangan yang terkepal kuat menahan emosi.
''Mas aku ikut Mas''.pinta Lina yang juga ikut berlari masuk kedalam kamar,manganti pakaian miliknya dengan gamis dan hijap panjang.
''Ayo''.akhirnya kedua pasangan yang baru bertemu itu melangkah keluar kamar.
''Ayo Vin''.
''Iya Pa''.Alvin langsung mengikuti langkah sang Papa, yang entah akan membawa dirinya kemana''?.
''To''.
''Iya Tuan''.jawab Tono keluar dari mobil dengan cepat hingga kepalanya kepentok pintu mobil.
''Aduh Mak ek sakit''.gumamnya pelan.
''Ayo berangkat''.
''Baik Tuan''.untung saja kini kedua laki-laki itu sudah mengati celana mereka dengan celana yang selalu mereka siapkan jika suatu saat dibutuhkan.
Akhinya mobil melaju dengan kecepatan tinggi,karna Alvin mengikuti mobil sang Papa yang dikendarai sopir pribadi laki-laki itu.
''Sayang sabar Dek''.gumam Alvin dengan mengusap wajahnya berkali-kali.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ditempat lain.
Seorang wanita kini sedang meringkuk dikursi belakang mobil,kedua tangannya diikat dibelakang,bahkan kakinya juga diikat.
''Aaa...sakit''.gumamnya saat merasakan perutnya yang sedikit keram.
Matanya perlahan bergerak-gerak dan terbuka.
Bola matanya menelisik menatap sekeliling.
''Gue dimana''?.gumam Aluna berusaha bangkit dari berbaringnya namun sangat sulit. mengingat perutnya yang besar dan juga tubuhnya yang sakit semua.
''Tolong lepaskan saya,kamu siapa''?.tanya Aluna pada laki-laki yang ada didalam mobil.
''Tolong lepaskan saya''?.saya punya salah apa sama kalian''?.pinta Luna lagi, karna sedari tadi dirinya belum kendapatkan jawaban.
''Ya allan aku dimana''?.batin Aluna dengan air mata yang sudah mulai menetes.
''Aaarrggg sakit''.desisnya karna lagi-lagi perutnya keram.
''Tolong sakit Pak''.
''Bagai mana ini''?.kalau dia mati gimana''?.
''Gua ngak mau jadi pembunuh''.jawab Laki-laki yang duduk disebelah laki-laki yang sedang mengemudi.
''Diam lu brisik,mati ya tinggal bung''.
''Iya''. tapi kan kasian,gimana kalau ini semua terjadi pada anak dan istri kita''?. dia kan lagi hamil besar''?.terlihat laki-laki yang satunya terdiam,mungkin dirinya juga ikut berpikiran sama dengan temannya.
Laki-laki yang satunya keluar menuju pintu mobil belakang,tangannya terulur untuk membuka pintu.
''Ayo sini gua buka tangan lu''.pintanya yang membuat hati Aluna sedikit tenang,ternyata laki-laki yang menculik dirinya masih punya hati.
''Ini minum''.setelah tangan Aluna terbuka laki-laki itu memberikan wanita itu sebotol minuman.
Aluna dengan ragu meraih minuman yang laki-laki sodedrkan.
Rasa lapar dan haus yang mendera tak hayal membuat dirinya meminum air yang diberikan laki-laki itu.
''Kenapa tak kau minum''?.
''Minumlah aku tak akan menberikan racun pada minuman mu,apa kau tak lihat minumannya masih bersegel''.Aluna menoleh pada botol minuman.
Benar saja,botolnya masih bersegel.
Haus yang mendera membuat wanita itu nekat membuka botol dan menegekanya hingga tinggal seperempat.
Setelah memestikan Aluna minum, laki-laki itu kembali menutup pintu mobil dan tak lupa menguncinya.
Dahaga yang mendera akhirnya bisa teratasi, sekarang dirinya harus berpikir bagai mana caranya kabur dari kedua laki-laki yang menculik dirinya.
Entah siapa yang telah tega menculik wanita hamil seperti dirinya''?.apa mungkin Mama''?.
Bagai mana suaminya sekarang''?.Luna yakin Alvin sekarang pasti sedang mencari dirinya.perlahan air mata yang berusaha iya tahan akhirnya keluar juga,wanita itu kini menangis terisak dengan kepala yang iya sandarkan dikaca jendela mobil.
Bagai mana nasipnya sekarang''?.
__ADS_1
Sementara laki-laki yang diminta untuk membuang Aluna, entah kenapa mereka merasa iba dengan gadis remaja 20 tahun itu.
''Mat bagai mana ini''?.laki-laki berkepala plontos bernama Udin itu bertanya pada rekannya bernama Mamat.
''Tau ah,gua juga binggung''.jawab Mamat juga ikut galau.
Sementara Aluna sudah semakin terisak jemarinya mengusap lembut perut buncitnya.
''Maafkan Mama Nak''?.guman wanita hamil itu dengan isak tangis yang terdengar semakin pilu, bagi siapa pun yang mendengarnya.
Termasuk Mamat dan juga Udian.
Ditempat lain.
''Cciiiit''.mobil yang dikendarai Aiden berhenti dengan spontan didepan rumah utama.
''Brak''.
Laki-laki baruh baya itu keluar dengan membanting kuat pintu mobil.kemudian melangkah cepat memesuki rumah.
''Tuan''?.Aiden sama sekali tidak mengindahkan pangilan Bik Atun.laki-laki itu dengan cepat melangkah masuk kedalam rumah.
''Brak''.
Pintu kamar langsung iya dobrak dengan kuat.
''Ada apa ini Pa''?.Airy yang ada didalam kamar langsung terlonjak kaget melihat Aiden yang datang menghampirinya dengan rahang mengeras dan mata memerah.
''Plak''.
''Aahh''.satu tanparan keras laki-laki itu hadiahkan pada Ayri membuat wanita itu tersungkur kelantai.
Sudut bibir wanita itu seketika meneteskan darah.pipinya memerah dengan mata tajam menatap Aiden.
''Dimana putriku pelacur''?.
''Pa''?.Alvin yang baru saja masuk seketika tersentak mendengar Aiden membentak Mamanya.
''Alvin tolongin Mama Nak''?.pinta Airy dengan nada memelas.
''Cih''.kau masih memasang wajah sok polosmu itu lagi''?.
''Apa salahku Pa''?.tanya Airy yang sudah mulai terisak.
''Kau masih bertanya apa salahmu''?.apa perlu kobongkar sekarang juga''?.
''Apa maksudmu Pa''?.tanya Airy lagi dengan hati yang sudah was-was.
''Dimana putriku''?.
🌹🌹🌹🌹
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Yuk mampir dikarya outhor yang lain👇👇👇
__ADS_1
Tbc.