AKU BUKAN ANAK HARAM

AKU BUKAN ANAK HARAM
par 35


__ADS_3

Tampa menjawab pertanyaan Erika atau pun menoleh pada wanita itu Alvin langsung melangkah pergi keluar restoran diikuti Aluna dari belakang.


"Masuk".ucapnya tegas tampa mau dibantah.


"Iya Kak".jawab Aluna patuh tampa berani menoleh kearah sang Kakak.


"Kenapa dia diam biasanya cerewet"?.batin Aluna karna Alvin sedari tadi hanya diam saja tampa bicara sepatah kata pun.


"Turun".pinta Alvin setelah mobil miliknya sampai didepan rumah.


"Vin''!!. kenapa bisa pulang sama Dia"?.Airy langsung menghampiri mereka saat mobil sang putra berhenti didepan rumah.


"Alvin mau nyuruh dia beres-beres,ya sudah Ma Alvin keatas dulu''.


''Vin''?.belum sempat Airy berbicara Alvin sudah melangkah duluan meninggalkan Aluna yang kini hanya berdiri mematung ditempatnya semula.


''Eh kamu anak haram, jangan coba-coba memanfaatkan putra saya dengan topengmu itu''!!. ingat Mama tidak akan membiarkan kamu hidup bebas dan bahagia''.


''Ingat itu''.??.ucapnya sambil menunjuk wajah Aluna dengan kesal dan penuh ancaman.


''Dengar tidak''?.serkasnya lagi dengan nada geram.


''De..dengar Ma''.jawab Aluna tergagap.


''Luna''?..terdengar suara mengelegar dari dalam rumah membuat kedua wanita itu menoleh kesumber suara.


Terlihat Alvin berdiri diambang pintu dengan wajah kesalnya.


''Iya Kak''.jawab Aluna sambil berlari mendekati Alvin.


''Rasain kamu''.lirih Airy berpikir jika Alvin akan menghukum Aluna sama seperti dirinya.


''Untung Papa ngak ada''.gumamnya lagi dan langsung masuk kedalam rumah.


''Bereskan pakaian saya''.pinta Alvin dengan wajah dingin tampa menoleh kearah Aluna.


''Iya Kak''.apa lah daya seorang Aluna wanita ini hanya bisa menurut saja tampa bantahan.


Sepanjang Aluna membereskan pakaian suaminya, tak sekali pun laki-laki itu menoleh pada dirinya, Alvin hanya sibuk dengan ponsel yang ada ditangannya.


''Sudah beres Kak''.ucap Aluna setelah dirinya selesai membereskan barang-barang suaminya.


''Ya sudah bawa kebawah kita pergi sekarang''.Alvin berbicara sambil melangkah keluar kamar.


''Kak''.Luna belum membereskan pakaian Luna Kak''.panggil Aluna saat Alvin sudah jauh dari dirinya.


''Kak''?.Aluna menarik nafasnya panjang saat Alvin sama sekali tidak memperdulikan dirinya.


Sementara tak jauh dari sana seseorang sedang tersenyum puas melihat kesedihan dan ketidak perdulian Alvin pada wanita yang iya benci.

__ADS_1


''Mampus kamu''.gumamnya lirih sambil melangkah pergi dari sana saat Aluna dan Alvin sudah turun kebawah.


''Kak tunggu sebentar. Luna belum membawa apa pun''.


''Sepuluh menit''.hanya itu kata yang keluar dari mulut Alvin membuat Aluna bergegas lari naik keatas dan membereskan barang miliknya yang tak seberapa itu.kemudian iya masukkan kedalam ransel sekolah miliknya sejurus kemudian iya kembali berlari menuruni tangga.


''Ayo Kak''.ucapnya setelah berlari kesana kesini dengan nafas yang tersengal-sengal.


Alvin tidak menjawa laki-laki itu langsung berdiri dari duduknya dan melangkah masuk kedalam mobil.


Sepanjang perjalanan tak ada yang bersuara. berkali-kali Aluna menoleh kearah Alvin untuk melihat dan berharap suaminya itu mau berbicara, namun nihil.Alvin tetap diam seribu bahasa bahkan menoleh pun tidak.


Segitu marahnya Alvin pada dirinya hanya karna tadi dirinya dekat dengan Sean''?.


''Bawa kopernya keatas''.pinta Alvin setelah mereka sampai diapartemen miliknya.


''Iya Kak''.jawab Aluna sambil menarik nafasnya panjang.sungguh ingin sekali dirinya berbicara.


''Kopernya berat Alvin''??..tapi sayangnya semua itu hanya mampu iya ucapkan dalam hati saja.


Hatinya yang dongkaol terus saja mengerutu didalam batin tampa suara.


''Bruk''.kesal yang mendera membuat Aluna tampa sengaja menabrak sesuatu yang ada didepannya.


Alvin''?. kini dirinya malah menabrak tubuh kekar Alvin.yang hanya menatap dirinya dengan wajah datar tampa ekpresi sedikit pun.


Setelah meletakkan koper milik Alvin Aluna kembali melangkah menuruni tangga.


''Kemana dia''?.gumamnya saat melihat Alvin tidak ada dimana pun.


''Dia kenapa ya''?.ngak enak banget didiamin kayak gini''.lagi dan lagi remaja SMA itu bergumam sendiri.


''Kriuuuuk''??.


''Haduh laper''. lirih Aluna saat dirinya merasakan perih diperutnya akibat belum makan siang.


Kakinya melangkah menuju dapur untuk mencari sesuatu yang bisa iya jadikan pengganjal perutnya yang sudah keroncongan.


''Yah kosong''.gumamnya lagi saat melihat isi kulkas yang kosong melompong.


''Apa aku keluar cari makan aja ya''?.


''Iya deh mending aku cari makan diluar, dari pada mati kelaparan disini''.lagi-lagi Aluna berbicara sendiri dan do'i jawab sendiri.


Aluna segera berlari memasuki kamar dan meraih tas ransel miliknya kemudian menganti seragam sekolah miliknya dengan kaos oblong putih dan rok tutu selutut.setelahnya iya kembali mengayunkan langkah kakinya keluar Apartemen untuk mencari makanan.


Pemandangan yang serba wah, kini memanjakan mata indah milik seorang Aluna,tatapan kagum jelas terlihat diwajahnya, saat melihat rumah-rumah mewah dan gedung-gedung yang menjulang tinggi.


Kakinya terus melangkah sambil melihat kekiri dan kekanan melihat-lihat apa yang ada dikota tempatnya berpijak sekarang.

__ADS_1


Matanya menyipit dengan Alis yang bertaut. saat melihat wanita yang sangat iya kenal berduan dengan laki-laki yang sama sekali tidak iya kenal.


''Elice''?.gumamnya sambil menghentikan langkah kakinya dan melihat kearah wanita yang iya yakini itu adalah kekasih suaminya.


Namun yang membuat Aluna bertanya-tanya sekaligus heran. kenapa Elice bisa bermesra-mesra-an dengan laki-laki lain,sementara dirinya kekasih dari Alvin''?.


''Ah bodo lah mending gue pergi''.Aluna berbicara sambil melangkah pergi meninggalkan tempat itu.


''Nah nasi goreng mending gue makan itu aja''.gumam Aluna saat melihat penjual nasi goreng yang mangkal didepan sebuah gang.


''Bang nasi gorengnya satu''.


''Baik Dek,silahkan ditunggu''.jawab penjual nasi goreng sambil mengacungkan jempol miliknya.


🌹🌹🌹🌹


Ditempat lain


''Aluna ''...aarrrgggg''.kenapa sih wanita ini selalu ada didalam kepala bodoh ini''?.kesal Alvin dengan nada mengeram penuh kesal.sedari tadi dirinya duduk didepan pantai tak sedikitpun bisa menghilangkan nama Aluna dalam pikirannya.


''Kau gila Vin gila''.lagi-lagi iya berbicara sendiri sambil menjambak rambutnya frustasi.


''Vin''.suara seseorang yang memanggil dirinya membuat Alvin segera menoleh.


''Eh lho ngapain kesini''?.


''Elah lu jutek amat. lho ngapain disini''??.


''Kepo banget hidup lho''.jawab Alvin dengan nada ketus.


''Elah lho sensi amat kayak cewek lagi PMS''.celetuk Jerry sambil terkekeh pelan.


Jerry Wibowo ada lah sahabat Alvin dari kecil dan Jerry juga kuliah dimana Alvin kuliah. jadi tak heran jika mereka sudah serperti adik dan Kakak, meskipun dikantor Jerry adalah asisten seorang Alvin Addison.


''Brisik lho''.


''Ada masalah cerita jangan diam aja''.Jerry berbicara sambil mendaratkan bokongnya disamping Alvin.tepatnya dipohon kayu yang sudah mati dan tumbang.


''Gue lagi binggung''.


''Binggung kenapa''?.


💥💥💥💥


Maaf baru bisa updet soalnya outhor lagi ditimpa musibah 🙏🙏🙏


Mohon like vote hadiah and komen.makasih.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2