
Turun dari mobil mereka disambut oleh bi Ijah yang membukakan pintu garasi. Bi Ijah terlihat senyum memperhatikan kedua pengantin baru itu.
“Mari Mbak biar saya bawakan belanjaannya,” ucap bi Ijah sambil mengambil paper bag yang ada di tangan Nayla.
Nayla langsung memberikannya sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
“Bi Ijah kenapa belum tidur?” tanya Reza.
“Tadi bibi udah masuk kamar tapi nggak bisa juga tidur Mas karena mas Reza sama mbak Nayla belum pulang jadi pikiran saya ke situ aja,” jelas bi Ijah.
Mendengar Reza bertanya pada bi Ijah, Nayla merasa cemburu.
‘Kenapa mas Reza berbicara sama bi Ijah sangat lembut. Sementara kalau berbicara sama aku sangat kasar dan terlihat tidak suka sama aku. Tapi aku nggak boleh menyerah. Aku harus kuat. Aku nggak boleh cingeng dan aku harus mempertahankan pernikahanku walaupun mas Reza tidak pernah menyentuh aku, akan tetap bersikap baik padanya. Aku yakin lama kelamaan mas Reza pasti akan berubah,’ batin Nayla sedih.
***
Setelah lampu di ruang tengah dimatikan, bi Ijah langsung masuk ke kamarnya. Begitu juga dengan Reza dan Nayla.
Seperti biasa Nayla tidur di ranjang sementara Reza tidur di sofa.
***
Pagi-pagi Nayla sudah menyiapkan sarapan pagi buat suaminya dibantu bi Ijah. Padahal bi Ijah sudah melarang Nayla untuk memasak di dapur tapi Nayla tetap ngotot untuk menyiapkan sarapan pagi buat suaminya.
“Mbak Nayla di kamar aja biar bibi yang menyiapkan sarapan buat mas Reza,” pinta bi Ijah.
“Nggak Bi, biar saya aja. Saya ingin memasak makanan buat suami saya sendiri. Saya sangat senang kalau mas Reza makannya lahap Bi.”
“Bibi khawatir nantinya mas Reza jadi tambah gemuk Mbak,” jelas bi Ijah.
“Memangnya kenapa Bi, kok bisa tambah gemuk,” tanya Nayla.
“Saya perhatikan mas Reza makan masakan Mbak lahap kali. Pasti mas Reza akan nambah porsi makannya dan akan membuat badannya tambah gemuk,” jelas bi Ijah.
__ADS_1
“Bibi ada-ada aja,” ucap Nayla sambil tertawa.
“Memang bibi perhatikan sejak menikah, mas Reza makanya lahap dan sering nambah, lagi.”
“Memangnya sebelum menikah mas Reza nggak sering nambah Bi?”
“Nggak Mbak bahkan mas Reza jarang makan di rumah.”
“Jadi makan di mana Bi?”
“Nggak tau Mbak. Mungkin makan di kantor. Saat kuliah dulu juga mas Reza hanya makan malam aja di rumah. Sarapan dan makan siang selalu di kampus. Tapi belakangan ini mas Reza sarapan dan makan malam di rumah. Padahal sebelumnya kalau mau berangkat kerja mas Reza nggak pernah sarapan Mbak.”
Mendengar penjelasan bi Ijah, Nayla seperti tidak percaya.
‘Apa mungkin sejak menikah porsi makan mas Reza bertambah. Kalau memang benar apa yang dikatakan bi Ijah, berarti masakanku enak. Tapi aku nggak boleh puas dulu. Aku akan rajin memasak supaya mas Reza selalu makan di rumah.’
“Oh ya Bi. Masakan apa yang paling disukai mas Reza?”
“Kalau untuk sayur mas Reza suka sayur bayam Mbak, sayur bayam direbus. Kalau untuk ikan, mas Reza nggak susah-susah Mbak. Ikan yang paling disukai mas Reza adalah ikan nila disambalado. Hanya itu yang bibi tau Mbak.”
“Oh ya, mas Reza juga sangat suka sop Mbak. Sop cincang daging. Kalau saya masak sop daging biasanya mas Reza suka makan sopnya aja tanpa pakai nasi.”
“Kalau gitu nanti Bibi belanja cincang daging lembu biar kita buat sop untuk makan malam,” pinta Nayla.
“Baik Mbak nanti akan saya belanjakan.”
***
Benar saja apa yang dikatakan bi Ijah tadi pagi. Begitu pulang kerja saat Reza mencium aroma sop dari arah dapur, Reza langsung pergi ke dapur dan bertanya pada bi Ijah.
“Masak apa Bi, pasti masak sop. Dari aromanya saya tau.”
“Bener Mas masak sop cincang daging sapi,” jawab bi Ijah.
__ADS_1
“Pantas wanginya sampai ke ruang depan. Saya jadi ingin buru-buru makan Bi.”
“Kalau mas Reza makan sop ini pasti ketagihan loh.”
“Yang benar Bi?” tanya Reza tidak percaya.
“Benar loh Mas. Rasanya enak sekali,” jelas bi Ijah.
“Masakan bi Ijah kan selalu enak.”
“Tapi sop ini lebih enak dari masakkan bibi, Mas.”
“Memangnya siapa ya masak Bi?”
“Siapa lagi kalau bukan mbak Nayla.”
Mendengar ucapan bi Ijah, Reza buru-buru masuk ke kamar.
***
Kemudian Reza langsung masuk ke kamarnya untuk mandi. Melihat suaminya sudah pulang kerja seperti biasa Nayla membukakan dasi suaminya. Nayla yang baru mandi masih tercium aroma wanginya oleh Reza. Sengaja Reza mengalihkan pandangannya ke arah lain karena dia tidak mau bertatapan dengan istrinya yang sedang membukakan dasinya. Tapi Reza dapat merasakan aroma wangi dari tubuh istrinya. Saat dia melirik ke arah istrinya Nayla juga melirik ke arah suaminya sehingga kedua manik bola mata mereka beradu.
Nayla langsung menyunggingkan senyum pada suaminya sedangkan Reza tidak membalas senyuman istrinya. Dia langsung mengalihkan pandangan ke arah lain. Sengaja Reza tidak mau berlama-lama bertatapan dengan istrinya karena Reza takut nantinya akan jatuh cinta pada Nayla.
Nayla yang melihat sikap suaminya sangat dingin berusaha untuk tenang walaupun dalam hati kecilnya dia merasa sedih dan kecewa karena perlakuan suaminya. Nayla langsung menguatkan tekadnya.
‘Kamu harus kuat. Kamu nggak boleh lemah dan cingeng walaupun suami kamu bersikap kasar. Kamu harus tetap berbuat baik padanya.’
Perkataan itulah yang selalu hadir dalam pikirannya. Perkataan itu jugalah yang telah membuatnya lebih kuat.
Selesai Nayla membuka dasi suaminya, Reza langsung masuk ke kamar mandi padahal kemejanya belum dibukanya. Biasanya dia membuka sendiri kemejanya sebelum masuk kamar mandi, tetapi entah kenapa Reza langsung masuk kamar mandi tanpa membuka kemejanya lebih dahulu.
Begitu menutup pintu kamar mandi Reza langsung menyandarkan dirinya di dinding kamar mandi. Dadanya turun naik dengan nafas yang tidak beraturan. Entah kenapa tiba-tiba jantung Reza berdetak sangat kencang ketika berhadapan dengan Nayla sehingga Reza buru-buru masuk ke kamar mandi. Dia tidak dapat menahan perasaan yang yang tiba-tiba berbeda dari biasanya. Begitu dekat dengan Nayla jantung Reza berdetak sangat kencang.
__ADS_1
‘Aku nggak boleh sampai jatuh cinta pada Nayla. Nayla tidak pantas untukku karena Nayla sangat kampungan. Aku nggak mau melukai perasaan Vera. Mungkin karena sudah lama aku tidak bertemu dengan Vera sehingga begitu mendapat perhatian dari Nayla tiba-tiba aku merasakan seperti menyukainya. Padahal cintaku hanya untuk Vera seorang. Besok atau lusa aku harus menemui Vera supaya rasa rindukku padanya bisa terobati sehingga aku nggak terobsesi dengan Nayla yang kampungan,’ batin Reza.