Aku Bukan Istri Bayaran

Aku Bukan Istri Bayaran
Gangguan


__ADS_3

“Aku nggak punya uang untuk membelikan rumah buat kamu, karena aku kerja ikut papi dan semua harta papi belum diserahkan sepenuhnya pada aku,” jelas Reza.


“Kalau kamu tidak punya uang untuk membeli rumah, lebih baik kita menyewa rumah aja.” Vera tetap ngotot.


“Nanti Vera, sabar aja dulu.” Reza berusaha untuk tetap tenang.


“Aku nggak bisa sabar seperti ini Reza. Aku juga nggak mau tinggal dengan Nayla. Pokoknya kamu harus nyewa rumah untuk kita,” ucap Vera.


Reza yang malas menanggapi ucapan Vera akhirnya kembali lagi ke ruang tamu. Kepalanya semakin pusing mendengarkan tuntutan Vera untuk menyewa rumah. Reza sepertinya tidak memperdulikan kemauan Vera dan akhirnya Vera pun mengalah dan kemudian dia membawa semua copernya ke kamar pembantu. Melihat Vera mendorong bag dorongnya Nayla hanya tersenyum puas sedangkan Vera terlihat sangat kesal.


***


setelah Vera dan Nayla masuk ke kamarnya Reza juga masuk ke kamarnya. Kepalanya sangat pusing mendengarkan tuntutan Vera yang tidak mau tinggal satu rumah dengan Nayla. Baru saja beberapa jam Vera di rumah ini tapi sudah membuat kepala Reza hampir mau pecah rasanya. Reza tidak dapat membayangkan akan seperti ini jadinya setelah menikah dengan Vera.


‘Baru saja aku menikah dengan Vera tapi kepalaku hampir mau pecah rasanya memikirkan Vera yang terlalu banyak menuntut. Gimana nasibku untuk hari-hari selanjutnya. Aku tidak menyangka ternyata pernikahanku dengan Vera menambah masalahku. Aku juga sepertinya kurang menyukainya belakangan ini atau karena aku sedang memikirkan Nayla. Kenapa aku sekarang lebih banyak memikirkan Nayla dari pada Vera. Padahal sebelumnya pikiranku tidak pernah luput dari Vera. Aku sepertinya baru tersadar ternyata yang selama ini aku cintai sangat egois dan selalu mau menang sendiri. Aku sepertinya sudah dibutakan oleh cintanya. Tetapi dengan kehadiran Nayla aku baru tersadar bahwa Nayla lebih baik dari pada Vera. Nayla tidak hanya cantik di luar tetapi hatinya juga sangat baik. Aku merasa malu sendiri padamu Nayla, karena aku sering menyakiti perasaanmu. Bahkan ketika aku akan menikahi Vera, aku tidak pernah memikirkan perasaannya. Nayla, aku hanya memikirkan hawa nafsuku aja. Sekarang aku baru menyadarinya bahwa aku sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal dengan menikahi Vera. Mulai detik ini aku berjanji tidak akan menuruti semua kemauan Vera dan aku harus bersikap tegas padanya. Aku juga tidak akan membiarkannya menyakiti Nayla karena aku tau sendiri bahwa Vera sangat membenci Nayla dan dianggapnya Nayla telah merusak kebahagiaannya,’ batin Reza.

__ADS_1


Setelah cukup lama merenungi akan nasibnya lama-kelamaan Reza pun mulai ngantuk. Begitu baru saja tertidur tiba-tiba pintu kamarnya diketuk oleh seseorang. Samar-samar terdengar suara Vera dari depan pintu kamar Reza.


“Reza... Reza buka pintunya,” pinta Vera dari depan kamar.


Begitu Reza terbangun dan mendengar suara Vera, Reza hanya diam saja tidak mau membuka pintunya. Dia yakin kedatangan Vera ingin meminta haknya sebagai seorang istri karena malam ini adalah malam pertama bagi mereka. Entah kenapa Reza sekarang semakin muak melihat sikap Vera. Bahkan untuk menjalani malam pertama dengan Vera rasanya Reza malas. Makanya dia tidak mau membuka pintu kamarnya. Dia kembali melanjutkan tidurnya meskipun Vera beberapa kali mengetuk pintu kamarnya.


Nayla yang merasa terganggu dengan suara ketukan Vera langsung keluar dari kamarnya. Dia langsung mendekati Vera yang sedang berdiri di depan pintu kamar Reza.


“Ngapain malam-malam seperti ini kamu ketuk pintu kamar mas Reza?” tanya Nayla dengan nada marah.


“Memang bukan urusan aku tapi aku merasa terganggu dengan suara berisik.”


“Supaya kamu tidak terganggu sebaiknya kamu tidur di luar aja,” jawab Vera.


“Ini rumah aku jadi ngapain aku yang tidur di luar. Lagian kamu sepertinya tidak punya rasa malu. Udah tau mas Reza tidak mau membuka pintu kamarnya kamu tetap saja mengetuk pintunya. Aku kasihan melihat kamu. Sepertinya kamu diabaikan oleh mas Reza padahal malam ini adalah malam pertama kalian,” ucap Nayla seperti mengejek.

__ADS_1


“Kamu jangan ikut campur urusan aku.” Vera kelihatan sangat marah.


“Aku juga malas mencampuri urusan kamu. Hanya perlu aku ingatan sekali lagi. Kalau kamu mengganggu tidur aku, maka aku akan usir kamu dari rumah ini malam ini juga.”


Nayla langsung masuk ke kamarnya meninggalkan Vera. Terlihat Vera sangat kesal kesal pada Reza yang sejak tadi dibangunkan tapi tidak bangun juga. Ditambah kekesalannya pada Nayla yang marahinnya.


Vera yang merasa kesel sendiri akhirnya masuk ke kamarnya lagi. Padahal dia berencana untuk tidur di kamar suaminya karena malam ini adalah malam pertama mereka. Dia akan meminta haknya sebagai istri sah Reza. Tadi sore Vera sudah berusaha untuk melalui malam pertama mereka tetapi tidak berhasil karena Reza tidak mau dengan alasan sudah menjelang magrib dan harus beres-beres untuk pulang ke rumahnya. Tetapi malam ini ketika pintu kamarnya diketuk, Reza tidak terbangun juga bahkan yang terbangun adalah Nayla. Nayla merasa terganggu dengan suara ketukan di pintu kamar Reza.


Setelah masuk ke kamar, Vera merasa sedih dan kecewa. Dia juga tidak menyangka kenapa sekarang Reza sangat berubah setelah mereka menikah. Sikap Reza langsung berubah drastis. Dia tidak seperti biasanya yang selalu perhatian dan berusaha membujuk Vera ketika dia marah Tapi sekarang yang ada Reza tidak peduli padanya, bahkan saat baru sampai ke rumah ini ketika Vera ada mulut dengan Nayla sedikit pun Reza tidak ada membelanya.


Hal ini tentu membuat Vera merasa heran dan kesal. ‘Kenapa Reza sangat berubah padahal sebelumnya Reza sangat perhatian padaku. Bahkan dia selalu mengutamakan kemauanku, tapi begitu menikah Reza langsung berubah. Bahkan dia tidak membela aku ketika aku ribut dengan Nayla. Atau jangan-jangan Reza sudah termakan hasutan Nayla. Aku harus mencari cara gimana supaya Reza tetap menyayangi aku seperti sebelumnya. Dan aku harus mencari cara supaya Reza membenci istrinya.’


Setelah cukup lama berpikir akhirnya Vera merasa ngantuk dan tidak lama kemudian dia pun sudah tertidur pulas di kamarnya.


Sedangkan Nayla yang sudah masuk ke kamarnya merasa puas karena telah memarahi Vera. Nayla juga melihat sendiri bahwa Vera terlihat takut dengan kemarahan Nayla. Nayla tentu merasa senang kalau melihar Vera merasa takut. Padahal dalam hatinya dia merasa geli sendiri ketika melihat ekspresi di wajah Vera. Vera yang sejak awal terlihat garang dan berani tapi begitu mendengar acaman Nayla langsung ketakutan. Padahal sedikit pun Nayla tidak ada niat untuk mengadukan pernikahan Vera dengan papi mertuanya. Dia hanya menakuti Vera supaya Vera jangan terlalu manja.

__ADS_1


__ADS_2