
Keesokan harinya saat akan berangkat kerja Vera berdandan secantik mungkin. Dia Berencana untuk menemui Rendy siang ini. Walaupun semalam sore dia sempat ribut dengan Reza, tapi pagi ini Vera tampak ceria. Sedikit pun tidak ada beban di dalam hatinya walaupun baru bertengkar dengan suaminya. Perasaan Vera saat ini sedang berbunga-bunga karena akan bertemu dengan mantan kekasihnya dulu. Dia berdandan di depan cermin cukup lama. Semua bajunya sudah dicobanya tetapi tidak ada yang cocok.
‘Ini baju yang terakhir aku coba, pasti kalau yang ini cocok buat aku,’ batin Vera sambil berputar di depan cermin untuk melihat penampilannya.
Dia memakai baju bunga-bunga berwarna merah dengan bawahan rok berwarna hitam dan memakai tas tangan yang senada warnanya dengan bajunya. Setelah dirasa cantik dan serasi dia kemudian keluar dari kamarnya untuk sarapan pagi.
Di meja makan Reza dan Nayla sudah menunggunya. Nayla yang melihat wajah Vera begitu ceria bertanya-tanya dalam hati.
‘Tadi malam sepertinya Vera sangat sedih dan murung, tapi pagi ini dia kelihatan sangat ceria. Dandanannya juga tampak lain tidak seperti biasanya. Memangnya apa yang terjadi dengan Vera,’ batin Nayla bingung.
Begitu selesai sarapan keduanya langsung berangkat kerja. Seperti biasa Nayla mengantar suaminya sampai depan pintu tetapi saat masih di ruang tengah Vera buru-buru pamit pada suaminya Reza.
“Aku berangkat duluan ya?”
“Apa kamu tidak mau aku antar?” tanya Reza karena biasanya setiap pagi Reza mengantar Vera sampai ke salon tempat kerjanya.
“Nggak usah Reza karena aku mau singgah lagi di toko kosmetik,” jelas Vera buru-buru.
“Ya udah kalau gitu. Kamu hati-hati ya?”
“Iya...” Vera langsung pergi ke tempat kerjanya.
Sedikit pun Reza tidak merasa curiga dengan kelakuan Vera yang pergi ke tempat kerja dengan naik gojek. Sedangkan Nayla yang melihatnya sejak tadi merasa curiga tapi tidak ada alasan baginya untuk cerita pada suaminya karena dia juga tidak mau menambah beban suaminya. Hanya saja Nayla merasa heran kenapa tiba-tiba Vera katanya mau singgah ke toko kosmetik. Biasanya kalau ke toko kosmetik langganannya, dia akan pergi setelah pulang dari salon.
‘Ah... aku tidak boleh berburuk sangka pada Vera. Mungkin saja Vera memang mau ke toko kosmetik,’ batin Nayla buru-buru menghilangkan rasa negatif thinkingnya.
“Nayla, aku berangkat dulu ya,” ucap Reza sambil menyodorkan tangannya di hadapan Nayla.
Seperti biasa Nayla langsung mencium punggung tangan suaminya. Tapi tiba-tiba Reza mencium kening Nayla. Nayla sontak terkejut dengan perlakuan suaminya yang tidak seperti biasanya. Dia hanya terbengong memandang suaminya sedangkan Reza langsung tersenyum melihat Nayla yang seperti orang bingung.
“Pagi-pagi jangan suka melamun,” ucap Reza sambil menepuk pundak Nayla.
Nayla yang terbengong langsung terkejut dan tersenyum pada suaminya. Begitu mobil Reza tidak tampak dari pandangan Nayla langsung masuk ke dalam rumahnya.
Sambil berjalan menuju ke meja makan Nayla tidak habis pikir dengan kelakuan Reza yang mencium keningnya. Ada perasaan senang yang hinggap dalam pikirannya sehingga Nayla senyum-senyum sendiri.
Ternyata bi Sumi yang baru nongol di dapur melihat Nayla sedang senyum-senyum sendiri langsung bertanya.
“Mbak Nayla kenapa, kok senyum-senyum sendiri.”
__ADS_1
“Eee... bi Sumi sudah datang. Eh, anu Bi. Aku ingat cerita lucu aja.” Nayla tampak bingung harus menjawab apa.
Supaya tidak bertambah pertanyaan bi Sumi akhirnya Nayla pergi ke ruang tengah.
***
Begitu masuk ke salon tiba-tiba notifikasi ponsel Vera berbunyi. Saat dibukanya ternyata ada pesan wa masuk dari Rendy.
{Jangan lupa rencana kita ya.}
{Iya Rendy, aku nggak lupa kok.} jawab Vera sambil tersenyum senang.
{Nanti aku jemput aja kamu ya?}
{Nggak usah Rendy.}
{Memangnya kenapa?}
Vera merasa takut kalau suaminya akan tau akan bertemuan ini.
{Nggak usah Rendy. Aku takut nanti suami aku tau kita bertemu.}
Rendy yang sudah terbiasa tinggal di luar negeri merasa kalau ketemuan dan hanya ngobrol tidak masalah. Sementara budaya timur hal itu tidak pantas termasuk perselingkuhan.
{Aku nggak mau sampai terjadi keributan dalam rumah tanggaku. Suami aku itu orangnya cemburuan Rendy. Aku takut saat kamu menjempuat aku ada yang melihat dan menyampaikan pada suami aku,} Vera sengaja berbohong.
{Kalau ada yang melaporkan sama suami kamu, kamu katakan aja kamu pesan grabcar.}
Vera langsung tersenyum sendiri membaca pesan Rendy. Dia kemudian membalas pesan itu lagi.
{Mana ada grab car seperti mobil kamu. Mobil kamu kan mobil mewah.}
{He... he... he.}
Tiba-tiba Vera dikejutkan dengan suara Susi yang merupakan rekan kerjanya.
“Mbak Vera tampaknya senang kali hari ini, memangnya ada apa Mbak?” tanya Susi yang baru masuk ke ruang salon.
“Senang gimana maksud kamu Sus?”
__ADS_1
“Aku perhatikan mbak Vera senyum-senyum saja. Memangnya ada apa sih Mbak?” tanya Susi lagi.
“Anak kecil nggak boleh tau,” canda Vera sambil tertawa.
“Aku kan udah tamat SMA Mbak, berarti aku boleh tau donk.”
“Ini cerita orang dewasa,” jawab Vera sambil tertawa.
Susi pun ikut tertawa. Dia merasa heran karena tidak biasanya Vera tampak ceria seperti hari ini. Tapi karena Vera tidak mau menceritakannya, akhirnya Susi tidak mau terlalu mencampurinya. Dia yakin suatu saat pasti Vera akan menceritakan semuanya padanya. Karena selama ini Vera selalu curhat pada Susi.
***
Saat jam istirahat tiba, Vera buru-buru bersiap untuk pergi. Susi yang melihat Vera akan pergi langsung bertanya.
“Mbak Vera nggak makan siang?”
“Nggak Si. Kamu makan siang sendiri aja.”
“Mbak mau pergi ke mana?”
“Mbak ada janjian dengan teman,” jawab Vera singkat.
“Teman atau teman...” Susi bercanda sambil tertawa.
“Terserah kamu aja deh. Udah dulu ya, Mbak pergi dulu.”
Setelah Vera pamit pada Susi, dia kemudian pesan go-jek untuk menemui Rendy di cafe tempat biasa mereka ketemu.
***
Begitu Vera melangkahkan kakinya masuk ke dalam cafe, tiba-tiba dia dikejutkan oleh tangan seseorang yang merangkul pundaknya. Hampir saja dia menjerit tapi begitu dilihat ternyata orang yang merangkul pundaknya adalah Rendy, Vera langsung tersenyum.
“Kamu baru tiba juga Rendy?” tanya Vera heran.
“Iya... Ayo kita duduk di sana.” Rendy langsung menunjuk ke sebuah meja yang jauh dari keramaian.
Keduanya langsung berjalan ke meja itu. Kemudian keduanya duduk mengambil posisi saling berhadapan. Tidak lama kemudian seorang pelayan datang menghampiri mereka.
Setelah mereka memesan makanan, pelayan itu langsung pergi. Kemudian Rendy dan Vera langsung ngobrol. Keduanya seperti sedang kasmaran baik Vera maupun Rendy sehingga selalu tersenyum dan tertawa.
__ADS_1
Saat yang bersamaan tidak jauh dari meja mereka datanglah empat orang pria dan salah satunya adalah papinya Reza. Tapi Vera yang sedang asyik ngobrol dengan Rendy tidak memperhatikan kedatangan papinya Reza.