Aku Bukan Istri Bayaran

Aku Bukan Istri Bayaran
Cinta


__ADS_3

Setelah cukup lama diam dan hanya asik menonton tv akhirnya Reza mulai membuka pembicaraan.


“Nayla...” ucap Reza.


Nayla langsung menoleh ke arahnya.


“Ya Mas, ada apa?” tanya Nayla.


Saat Reza melihat wajah Nayla yang begitu polos dan lugu dengan senyum manisnya yang selalu menghiasi bibirnya, Reza jadi salah tingkah. Dia menjadi bingung dengan apa yang mau diucapkan.


“Ada apa Mas?” tanya Nayla lagi.


Akhirnya Reza memalingkan pandangannya ke arah lain. Dia tidak mau bertatapan langsung dengan Nayla karena jantungnya semakin bergemuruh kencang.


“Selama kita menikah, apa yang kamu rasakan?” tanya Reza dengan hati-hati.


“Maksud Mas apa, aku nggak ngerti,” jawab Nayla dengan lugunya.


“Apakah kamu bahagia dengan pernikahan ini?”


Kemudian Nayla diam sesaat memikirkan jawaban yang akan diucapkannya.


“Pernikahan kita sudah ditentukan Allah, jadi aku harus siap menerimanya karena Allah memberikan jodoh yang terbaik buat kita. Itu artinya bahwa mas Reza suami aku, berarti mas Reza adalah lelaki terbaik buat aku. Jadi aku dengan ikhlas harus menerima pernikahan ini,” jelas Nayla dengan rasa puas.


“Jadi kamu bahagia walau pun kamu dimadu?”


Nayla langsung menganggukkan kepalanya.


“Insya Allah Mas, kalau kita ikhlas pasti Allah akan memberikan kemudahan kepada kita. Aku akan berusaha untuk menerima Vera menjadi maduku.”


Reza yang terharu mendengar pengakuan Nayla langsung menggenggam erat tangan Nayla


“Terima kasih Nayla atas pengertian kamu.”

__ADS_1


“Sama-sama Mas. Hanya satu permintaan aku...” ucap Nayla terputus.


“Kalau nanti Mas sudah mendapatkan harta papi, aku harap Mas mempergunakannya dengan benar. Aku harap juga, nantinya hubungan kita akan tetap baik walau pun kita sudah bercerai.”


Mendengar ucapan Nayla dada Reza tiba-tiba sesak. Perasaan sakit karena membayangkan akan bercerai dengan Nayla. Tanpa sadar dia langsung berkata.


“Hal itu nggak akan terjadi Nayla.”


“Maksud Mas?” tanya Nayla heran.


Kemudian Reza menghadap ke Nayla dan memegang pundaknya.


“Aku nggak akan menceraikan kamu,” ucap Reza meyakinkan Nayla.


Tiba-tiba Vera keluar dari kamarnya dan ketika melihat Reza sedang memandang mesra pada Nayla, Vera buru-buru mendekati mereka.


“Ternyata seperti ini kelakuan kamu Reza. Kamu katakan tidak akan pernah jatuh cinta pada Nayla tapi ternyata kamu bohong. Kamu tidak adil sebagai seorang suami. Pada Nayla kamu bisa berbuat mesra tapi pada aku, kamu selalu cuek. Ceraikan sekarang juga Nayla. Aku nggak mau dia jadi duri dalam rumah tangga kita.”


Nayla yang merasa sedih dan sakit dengan ucapan Vera langsung pergi ke kamarnya. Sengaja dia tidak mau mendengarkan pertengkaran Reza dan Vera.


”Aku mau kita hidup berdua aja.”


“Nayla ini istri aku juga jadi nggak ada hak kamu untuk berbicara seperti itu.”


“Tapi kamu kan nggak mencintainya. Kamu hanya mencintai aku seorang.”


Reza langsung tersenyum sinis pada Vera. Kemudian dia mendekati Vera.


“Cinta itu nggak akan pernah kekal Vera selama kita nggak bisa bersikap lebih baik lagi,” jelas Reza.


“Maksud kamu....”


Reza langsung menarik napas dalam-dalam.

__ADS_1


“Dulu aku memang tidak mencintai Nayla, tapi seiring berjalannya waktu dan aku sekarang sudah mencintainya.”


Nayla yang mendengar pengakuan Reza sontak terkejut. Dia tidak menyangka ternyata Reza sudah bisa mencintainya.


“Kamu kejam Reza...” ucap Vera marah.


Reza hanya diam saja sedangkan Vera langsung masuk ke kamarnya sambil menangis. Di dalam kamar dia hanya bisa merenung memikirkan ucapan Reza barusan.


‘Pantas saja Reza tidak memperdulikan aku lagi ternyata dia udah mencintai Nayla.’


Tiba-tiba notifikasi ponsel Vera berbunyi. Dia langsung meraih ponselnya yang ada di atas meja rias dan saat dilihatnya ternyata ada pesan wa dari Rendy.


{Aku ingin ketemu kamu besok di tempat yang tadi.}


{Aku nggak tau bisa apa nggak Rendy.}


{Kamu harus bisa Vera.}


Vera bingung harus menjawab apa sehingga dia tidak membalas pesan itu. Dia masih kesal dengan pengakuan suaminya barusan.


***


Setelah habis magrib Nayla langsung membereskan makan malam. Dia selalu memasak makanan malam yang disukai suaminya. Begitu juga dengan malam ini. Sengaja Nayla memasak makanan yang khusus disukai oleh suaminya walaupun dia sendiri tidak menyukainya. Dengan senang hati Nayla memasak dan menyiapkan makanan buat suaminya. Bahkan untuk pekerjaan rumah tangga Nayla sudah tidak pernah ribut dengan Vera walaupun dia semua yang mengerjakannya.


Sudah sebulan pernikahan Nayla dan Reza. Kehidupan rumah tangga mereka baik-baik aja. Begitu juga dengan Vera. Nayla sudah bisa menerima Vera sebagai madunya sehingga tidak pernah ada keributan di dalam rumah itu. Begitu juga dengan Vera. Sekarang Vera sudah mempunyai pekerjaan di sebuah salon yang merupakan milik teman sekolahnya dulu.


Setiap hari Reza dan Vera berangkat kerja, tinggallah Nayla di rumah sendiri. Dia selalu sibuk dengan kegiatan rutinnya yaitu memasak dan membereskan rumah. Sedangkan untuk urusan mencuci pakaian dan menyetrika mereka memakai pembantu yang setiap pagi datang dan setelah pekerjaannya selesai langsung pulang. Nayla tidak pernah lagi mempermasalahkan Vera yang tidak mau membantu urusan pekerjaan rumah tangga. Semua pekerjaan rumah tangga baik memasak dan membersihkan rumah di handlenya sendiri dengan perasaan senang karena Nayla yakin kalau kita ikhlas menerima semua ini maka Allah akan memberikan kemudahan.


Awalnya memang merasa berat mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri. Nayla juga merasa sakit ketika suaminya menikah lagi. Tapi dengan keikhlasan Nayla, akhirnya Nayla sudah bisa menerima semua ini. Begitu juga dengan Vera yang sudah jarang membuat keributan.


Ketiganya masih tidur di kamar yang berbeda. Reza yang sudah memiliki dua istri selalu tidur sendiri di kamarnya. Bahkan dia yang sudah menikah dengan Vera tidak pernah sekali pun menyentuh Vera karena perasaannya terhadap Vera tiba-tiba berubah setelah menikah. Tapi Vera tidak pernah mempermasalahkan lagi karena dia sudah dekat dengan Rendy. Di belakang Reza, Vera menjalin kasih dengan Rendy. Hal inilah yang membuat Vera tidak pernah mempermasalahan kalau Reza tidak menyentuhnya. Vera tidak pernah lagi meminta haknya sebagai istri karena sekarang dia sudah dekat dengan Rendy yang merupakan mantan kekasihnya ketika SMA dulu.


Sedangkan dengan Nayla, Reza hanya sekali tidur dengannya yaitu sebulan yang lalu ketika Reza belum menikahi Vera. Sebenarnya Reza ingin mengulang kembali saat malam pertama dengan Nayla, tapi Reza masih enggan karena dia takut nantinya Vera pasti akan menuntutnya juga karena keduanya mempunyai hak yang sama. Sehingga Reza selalu mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar Nayla. Padahal sebelumnya telah dibuat kesepakatan antara ketiganya bahwa dia akan bergilir tiap malam untuk mendatangi kamar istrinya. Tapi Reza tidak pernah melakukannya.

__ADS_1


__ADS_2